
Didalam kamarnya Alana mengambil handphone dan mengirim pesan kepada dua orang.
To Angga:" Besok ujian kenaikan kelas dimulai.Aku harap Kamu bisa fokus ke ujian itu".
send.
To Kak Ravid:"Besok ujian kenaikan kelas dimulai.Aku harap Kakak bisa fokus ujian!! sebentar lagi Kakak kelas 12,pastikan diri Kakak sibuk belajar,dan jauhi Aku Kak!!".
send.
Setelah pesan terkirim Alana meletakkan handphone diatas meja.Tidak lama kemudian, handphonenya berbunyi.
Sebuah pesan dari Angga masuk,"Ok!!".
Balasannya hanya sekedar OK.Alana sempat berfikir,apakah Angga benar benar akan mundur??. Memang dia tidak bisa menerima cinta Angga,tapi dia masih ingin berteman dengan Angga.Tiba tiba saja sebuah perasaan bersalah menghantui Alana.
Sekitar 5 menit kemudian, sebuah pesan masuk.Kali ini dari Ravid.
"Hanya waktu ujian saja!!".
Alana membalas,"Fokus belajar Kak!! sebentar lagi kelas 12!!".
Tapi apa jawaban dari Ravid,"Percuma kalau nggak mikirin Kamu!!".
Alana merasa bosan,jika dia membalas pesan nya,maka urusannya akan semakin panjang.Untuk itu Alana memilih beristirahat.
Dia membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur.Saat dia berusaha memejamkan mata,tiba tiba dia teringat Angga.Alana meraih handphone,berniat menghubungi Angga.Rencana itu gagal saat dikepalanya terlintas luka yang telah diberikan Angga.
Alana meletakkan Handphone kembali diatas meja.Kali ini dia benar benar terlelap.
\*\*\*\*
Belakangan ini Angga suka sekali bermain internet.Wajahnya seharian berhadapan dengan layar monitor.Padahal yang dia searching hanya satu topik.Yaitu tentang cara meminta maaf kepada perempuan yang dicintai.
Sebenarnya dia sudah menemukan berbagai cara.Hanya saja belum ada yang cocok.
Angga tidak menyerah,dia terus mencari hingga dia pun tertidur didepan layar monitor.
Bu Yanti memasuki kamar Angga.Melihat sang keponakan ketiduran diatas meja,Bu Yanti merasa kasihan.
Bu Yanti ingin memindahkan Angga keatas tempat tidur.Tapi tidak bisa,karena tubuh Angga lebih berat.Sekarang Angga bukan lagi anak kecil yang dulunya bisa Bu Yanti gendong.
Karena tidak bisa memindahkan Angga keatas tempat tidur,Bu Yanti memilih untuk memberi selimut saja.
Bu Yanti telah menyelimuti Angga.Dia pun keluar kamar,takut Angga akan terbangun jika dia terus berada disana.Tapi saat Bu Yanti ingin keluar, matanya melihat sebuah foto diatas meja.
"Oh jadi dia perempuan yang disukai Angga!!" gumam Bu Yanti.
Angga tidak akan pernah menyimpan foto perempuannya lain,jika dia tidak mencintainya.
Angga terbangun saat Bu Yanti keluar dari kamarnya.Sebenarnya Angga tidak benar benar tertidur,dia hanya merasa lelah menjalani kehidupan ini.
Angga meregangkan pergelangan tangannya.Melakukan upaya untuk menghilangkan rasa penat.
"Makasih Tante!!" gumamnya sambil memeluk selimut yang tadi diberikan Bu Yanti.
Setelah itu Angga mengambil handuk dan masuk ke dalam kamar mandi.Selesai mandi ia memakai pakaiannya,lalu turun ke lantai bawah untuk makan malam.
Bu Yanti sudah menyiapkan makanan diatas meja.Saat dia melihat Angga di tangga dia pun memanggilnya,"*Makan Dulu!!".
"Iya Tan*!!" sahut Angga.
Selesai menyiapkan makanan Bu Yanti berniat akan memanggil Angga ke kamarnya.Ternyata Angga sudah sampai dimeja makan duluan.
Mereka makan malam hanya berdua.Karena penghuni rumah hanya mereka berdua,dan beberapa orang pembantu.Yang namanya pembantu pasti tidak makan semeja dengan majikannya.Sudah berulang kali Bu Yanti meminta pembantunya untuk menemani makan.Tetapi mereka selalu menolak, alasannya selalu karena dianggap tidak sopan.
Selesai makan Bu Yanti mengajak Angga untuk berbicara.
"Mau bicara apa Tan??" tanya Angga.
"Tante udah tau siapa perempuan yang Kamu maksud!" jawab Bu Yanti.
"Hmmm".Angga merasa malas untuk membahas Alana,itu hanya akan membuat dia bersedih.
"Kamu harus berjuang dong!!" semangat Bu Yanti sambil mengepalkan tangannya.
"Apaan sih Tante??" tanya Angga tidak percaya dengan sikap Bu Yanti.
"Keponakan Tante lelaki hebat!! dia pasti bisa mendapatkan cintanya!!".
Pujian Bu Yanti membuat Angga tersenyum malu.Bu Yanti yang melihat itu malah tambah menggoda Angga.
"Tuh kan,tanda cinta..Kamu itu lelaki,jadi harus berjuang sampai dapat dong!".
Kata kata Bu Yanti memberikan semangat buat Angga.Dia bertekad tidak akan pernah menyerah untuk mendapatkan cinta Alana.
Alana bukannya tidak bisa melupakan Harris.Tapi ini hanya soal waktu.
\*\*\*\*\*\*