Alana

Alana
chapter 14



Sepulang sekolah Angga mengajak Alana kesuatu tempat.


Pemandangan ditempat itu sangat indah.Bahkan Alana sampai berlari untuk menikmati pemandangan itu.Angga hanya bisa tersenyum kecil melihat tingkah Alana.


"Cepat sini!!" panggil Alana.


"Ya..tunggu!!" sahut Angga.


Lalu Angga pun berjalan perlahan mendekati Alana.Saat Angga hampir sampai,Alana memutar badannya kebelakang.


"Hati hati!!" ucap Angga khawatir.



"Pemandangan disini indah banget!!".Alana tidak menggubris ucapan Angga,ia terus berjalan menikmati pemandangan alam.


"Kamu suka??" tanya Angga ketika telah berada disamping Alana.


"Suka!!".Singkat saja jawaban dari Alana karena dia masih ingin menikmati pemandangan.


"Hmmm...syukurlah kalau Kamu suka,Aku fikir tadi selera Aku..." belum selesai Angga bicara Alana malah memotongnya,"Selera Kamu luar biasa bagus!!".



"Kamu tau satu hal nggak??" tanya Angga.


"*Apa??".


"Kamu perempuan pertama yang Aku bawa kesini*!!".


Alana terdiam,dia tidak berani berkata kata setelah mendengar penuturan dari Angga.


Melihat Alana yang terdiam,Angga merasa tidak enak hati."Kok diam aja??".


"Eh!!" Alana terkejut dan menghentikan lamunannya.


"Mau tetap lanjut,atau balik aja??".


Tentu saja Alana menolak untuk pulang,apalagi secepat itu.Bahkan dia merasa belum puas berada ditempat itu.


"Ya udah!!".


Mereka pun melanjutkan perjalanan untuk menikmati pemandangan yang indah.


"Andai Kamu tau kalau Aku udah jatuh cinta sama Kamu.Tapi Aku nggak tau harus bagaimana mengungkapkan perasaan ini.Aku takut Kamu akan menjauh!!" suara hati Angga.


Hari sudah lumayan sore.Alana yang tadinya menolak untuk pulang,sekarang mendesak Angga segera pulang."Kita pulang yuk!!" dengan nada merayu.


"Biasanya sore hari pemandangan disini tuh lebih indah!!" tolak Angga yang masih belum ingin pulang.


"Bunda Aku pasti udah pulang !" kali ini dengan intonasi mengiba sehingga membuat Angga prihatin juga,"Kita ke mobil sekarang!!".


Mereka berdua pun pergi menuju mobil.Angga mulai menyetir menuju perjalanan pulang.


\*\*\*\*\*


Alana sampai dirumah sudah agak terlalu sore.Saat dia membuka pintu,tampak Bu Rinta sedang berdiri diruang keluarga.Tatapannya tajam,seakan penuh amarah.Dada Alana bergetar,tangannya pun ikut menempel didada,ikut merasakan getaran dadanya.Yang lebih parahnya lagi,Pak Jef juga berdiri disamping Bu Rinta.Tatapannya sama sama mengandung amarah.


"Anu...anu...Yah!!" Alana tidak bisa menjawab karena pikirannya dipenuhi rasa takut.


"Jangan pulang sore!! Tapi Kamu malah membangkang!!" bentak Pak Jef.Tanpa sengaja Alana menjawab perkataan Ayahnya,"Aku nggak membangkang Yah!!".


Bu Rinta melirik Alana dan segera mencegahnya,"*Ana!! nggak boleh ngebantah Ayah kayak gitu!!".


"Aku tadi diajak Angga ,Yah,Bun*!!".


Entah kenapa ketika tau bahwa Alana pergi bersama Angga,amarah Pak Jeff dan Bu Rinta seperti hilang begitu saja.


"Ya,udah sekarang Kamu mandi dulu,habis itu makan!!" ucap Bu Rinta lembut,sementara itu Pak Jeff kembali duduk diatas sofa untuk menyaksikan berita di televisi."Kamu pasti belum makan kan??".


"Belum Bun!!". Suara Alana terdengar agak kecil.Sekarang dia penasaran dengan sikap orangtuanya.Tapi tidak jadi dimarahi merupakan sebuah anugerah.Karena tidak mau mendapatkan berbagai pertanyaan nantinya,Alana pun cepat cepat masuk ke kamarnya.


Alana mengambil handuk dan masuk kedalam kamar mandi.Setelah 20 menit berlalu Alana keluar dari kamar mandi dan segera memakai pakaiannya.setelah itu dia duduk dimeja rias.Bukan untuk merias diri,tapi hanya sekedar duduk memandang bayangan dirinya yang ada di cermin.Bukan pula untuk memuji diri,hanya sekedar memandang.


Alana mengubah posisi duduknya,sehingga kini ia terlihat membelakangi cermin.Dia berfikir sejenak,bukan hanya itu dia juga terlihat gelisah.Seperti seseorang yang sedang galau.


Sekitar beberapa menit kemudian Alana mengambil buku pelajaran dan mulai membaca lembar demi lembar.


"Duh!! bentar lagi ujian naik kelas!!" gerutunya seperti seorang cewek yang grogi didepan pacarnya.ternyata dari tadi Alana termenung karena memikirkan ujian kenaikan kelas.


\*\*\*\*\*


Berbeda dengan Alana,meskipun ujian kenaikan kelas tinggal beberapa hari lagi Angga masih santai.Tidak ada sedikitpun kegelisahan yang tergambar diwajahnya.Bu Yanti sudah beberapa kali menyuruhnya belajar,tapi Angga tetap tidak mau belajar.Hanya ketika Bu Yanti menyuruh dia membuka buku, setelah itu dia kembali menutup buku dan melanjutkan aktivitasnya yang tertunda.


"Kira kira kapan ya,waktu yang tepat ??".


Entah waktu apakah itu.Angga tampak berfikir keras,dia benar benar tidak mau jika rencana di waktu itu tidak berjalan semestinya.


"Angga!! malah ngelamun, belajar!!!".Bu Yanti yang tiba tiba masuk kekamar Angga,membuatnya terkejut,"*Eh Tante!!".


"Tante ngapain sih tiba tiba masuk kekamar Aku?? udah kayak jailangkung aja!!".


"Dasar anak kurang ajar*!!" Bu Yanti mengambil sebuah bantal dan melemparkannya kearah Angga.


Angga tertawa terbahak bahak sambil berusaha menghindari lemparan bantal.


"Iya ..iya Tan..Aku belajar!!" pasrah Angga yang mengaku kalah karena Bu Yanti berhasil menangkapnya,apalagi telinganya mau dijewer.


"Belajar yang rajin!! Tante mau Kamu mendapat nilai terbaik!!" sambil mengusap rambuy Angga lalu pergi keluar kamar.


Bu Yanti berjalan menuju kamarnya, perlahan air matanya mulai keluar.Dia teringat saat putra satu satunya pergi meninggalkan rumah.Bu Yanti adalah seorang janda,ia berpisah dengan sang suami sekitar 3 tahun yang lalu.Merasa tidak terima keluarganya broken home,anak Bu Yanti pun pergi meninggalkan rumah.Hal itu merupakan kesedihan yang luar biasa baginya, kehadiran Angga sekarang betul betul sangat berarti.


Awalnya Bu Yanti hanya seorang ibu Rumah tangga.Meskipun dia lulusan terbaik saat wisuda,tapi suaminya melarang untuk bekerja.


Setelah berpisahannya dengan sang suami,Bu Rinta memutuskan mencari nafkah sendiri.Semenjak dia menikah,dia memang tidak pernah meminta uang kepada orangtuanya.Meskipun orangtuanya kaya raya.


Awalnya Bu Rinta bekerja sebagai guru biasa.Berkat ketekunan dan kerajinannya dia di angkat menjadi kepala sekolah.Bahkan sekarang dia mendapat gelar kepala sekolah teladan.


Seperti biasa,Angga hanya akan belajar ketika Bu Yanti menyuruhnya.Setelah memastikan Bu Yanti benar benar tidak ada lagi disekitar kamarnya,Angga menutup buku dan mengambil handphone.


Dia membuka internet dan searching di google cara menyatakan perasaan kepada cewek yang romantis.Sebenarnya Angga sudah pernah berpacaran dengan cewek cewek cantik di Thailand,dan cara dia menyatakan perasaan biasa saja,hanya mengatakan cinta setelah itu mereka pacaran.Tapi baginya sekarang, mengungkapkan perasaan kepada Alana benar benar spesial.Dia merasa Alana berbeda dari para cewek yang dikenalnya sebelumnya.


\*\*\*\*\*