Alana

Alana
Chapter 28



Sinta, Ika dan Nadiya yang baru saja memasuki kantin langsung memesan makanan yang hendak mereka makan sambil diselingi obrolan ringan diantara mereka. Sayangnya hanya Sinta dan Nadiya yang saling bercerita.


“Woy Ka” Tegur Nadiya melihat tingkah Ika yang hanya diam saja sejak tadi.


“Engg.... I...iya gue setuju” Celetuknya terkejut.


Respon Ika barusan tentu saja membuat Sinta dan Nadiya saling tatap tanda kebingung. Bagaimana tidak Ika yang sedari tadi saja diam, saat ditegur langsung mengatakan setuju padahal mereka sedang tidak meminta persetujuan Ika.


“Ka lu kenapa sih kok jadi melamun gitu?” Tanya Sinta penasaran.


“Eh, ngg...nggak gue nggak papa kok” Elak Ika.


“Nggak papa gimana, orang lu nggak merhatiin kita berdua ngomong dari tadi” Seru Nadiya curiga.


“Lu lagi ada masalah yah?” Selidik Sinta.


“Nggak kok, beneran deh. Gue cuman lagi mikirin sesuatu aja. But it’s oke, kalian nggak perlu khawatir hanya masalah kecil doang” Bohong Ika


“Beneran?” Tanya Nadiya masih belum percaya.


“Iya bener lah, udah ah kita makan yuk” Ajak Ika mengelihkan pembicaraan takut ketahuan.


“Udah Nad, kalau Ika bilang nggak papa berarti nggak ada masalah serius. Kita percaya aja sama dia yah dan Ka kalau lu punya masalah berat dan butuh teman cerita kita siap kok dengerin cerita lu” Terang Sinta menengahi mereka.


Nadiya dan Ika hanya mengangguk mendengar omongan Sinta.


“Maafin gue yah, gue belum bisa jujur soal ini ke kalian” Seru Ika dalam hati.


.


.


.


Dilain sisi Dimas yang tengah berada dikoridor tak jauh dari ruangan Alana melihat satu persatu juniornya mulai meninggalkan ruangan itu. Akhirnya Dimas berjalan mendekat setelah melihat gerombolan Alana, Sinta, Ika dan Nadiya keluar dari ruangan itu namun langkahnya terhenti saat melihat Ridho menahan tangan Alana.


“Ngapain sih Ridho nahan Alana” Gerutuh Dimas melihat kejadian itu.


“Loh kok mereka misah. Alana mau diajak kemana?” Seru Dimas pada dirinya saat melihat Alana dan Ridho berjalan ke arah yang berbeda dengan teman-temannya.


“Gue harus ikutin mereka” Putusnya.


Saat Alana hendak membuka pintu mobil Ridho tangannya dijegal oleh Dimas yang spontan membuat dirinya terkejut “Loh, kok kak Dimas ada disini?” Tanya Alana terkejut setengah bingung.


Melihat Alana yang tidak jadi masuk, Ridho pun ikut membatal niatnya dan menghampiri mereka berdua “Ada apa Al?” Tanyanya bingung.


“Eh, kak Dim ngapain disini?” Tanya Ridho setelah melihat Dimas.


“Gue mau ngajak Alana bareng” Seru Dimas sambil menarik tangan Alana namun ditahan Ridho.


“Loh, nggak bisa kan Alana udah janji mau pergi bareng gue” Seru Ridho tak terima mendengar penuturan Dimas barusan.


“Kok lo malah ngatur sih. Terserah Alana dong mau bareng gue atau nggak” Celetuk Dimas tak mau kalah.


“Al, lo mau ikut sama siapa?” Seru mereka bersamaan.


“Emmm... Gu...gue” Sahut Alana sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


“Gue apa sih Al, udah jawab aja” Sahut Ridho mulai emosi.


“Lo santai dong, tunggu Alana ngambil keputusan” Seru Dimas.


Setelah menimbang akhirnya Alana berbalik ke Ridho “Emmm Do, maaf yang kita makan barengnya lain kali aja. Gue ikut kak Dimas nggak papa kan?” Putusnya sedikit tak enak.


Dari wajahnya terlihat jelas bahwa ada rasa kecewa dalam hati Ridho dan Alana dapat melihat itu namun dirinya juga harus tegas mulai sekarang. Meskipun Dimas masih dalam masa lalunya tapi selama Dimas ada disisinya itu tak masalah. Alana juga tak mau Ridho semakin menyia-nyiakan waktunya untuk gadis itu padahal sampai detik ini juga Alana tak bisa membalas perasaan Ridho sepenuhnya.


“Oke, gue bawa Alana. Yuk Al,” Ajak Dimas sambil menarik tangan gadis itu.


“Maaf yah Do” Seru Alana sedikit berbisik dan hanya diangguki Ridho.


“Arggggggg gue kalah lagi” Seru Ridho sambil mengacak rambutnya frustasi. Dirinya tak bisa melakukan apapun untuk menahan Alana kalau gadis itu bahkan belum bisa membalas perasaannya.


“Nggak gue nggak boleh nyerah. Gue masih bisa merebut hati Alana selama mereka belum jadian” Kata Ridho memotivasi dirinya sendiri.


Tak jauh dari tempat itu ada 3 orang gadis yang sedang memperhatikan mereka intes sedari tadi dengan amarah yang memuncak. Yah kalian bisa pasti tau, siapa lagi kalau bukan Jesi dan genk nya.


“Ihhh.... Ngapain sih mereka berdua pada ngerebutin Alana” Seru Jesi kesal.


“Iya tuh pada buta kali mereka berdua” Sahut Vita tak kalah emosi


“Loh, kalian gimana sih kan mereka berdua punya mata. Emang nggak kelihatan yah? Kata Mitha kumat dan mendapat pelototan dari kedua temannya.


“Kalian kenapa sih liatin gue gitu” Tambah Mitha sedikit ketakutak.


“Udah deh Mit, lo diem aja” Seru Vita melihat kelakuan temannya ini.


“Pokoknya kita harus kerjain Alana, tapi nggak boleh ketahuan Dimas” Seru Jesi.


.


.


.


#Mobil Dimas


“Al, kok gue perhatiin dari tadi lo diem aja?” Tanya Dimas sambil sesekali melihat kearah Alana.


“Emmm... itu gue nggak enak aja sama Ridho” Jawabnya terus terang sambil menggigit bibirnya.


“Nggak enak sih nggak papa, tapi jangan sambil gigit bibir kamu gitu dong” Seru Dimas yang gemas melihat tingkah Alana.


“Eh, iya kak” Jawabnya kikuk.


“Udah yah, kan Ridho juga tadi setuju lo pergi sama gue” Serunya berusaha menyakinkan Alana “Lo kan sekarang lagi sama gue masa mukanya murung gitu sih, jadi ikutan nggak enak gue. Atau kita balik ke kampus aja yah” Ajak Dimas basa-basi.


“Ih, jangan dong kak. Kan udah kejadian juga, kita lanjut aja yah” Tolak Alana terhadap usul Dimas.


“Ya udah kalau gitu, lo senyum dong” Pinta Dimas yang kemudian dituruti oleh Alana.


“Nah, gitu dong kan jadi makin cantik” Lanjut Dimas jujut.


Blussss.... tak dapat dipungkiri wajah Alana sekarang memerah dengan kata-kata yang dimas ucapkan barusan. Alana mengalihkan pandangannya untuk menyembunyikan wajahnya agar Dimas tak tahu. Setelah itu Dimas menyalakan radio mobilnya yang kebetulan pada saat itu memutar lagu Brisia Jodie – Hari ini esok lusa yang sedang sering didengarkan Alana beberapa waktu belakangn ini. Lantas saja gadis itu ikut bernyanyi dengan lirik yang telah dia hafal diluar kepala.


Hari ini, esok, lusa dan selamanya


Hanya ada kau di hati


Kau buatku serasa hidup dalam mimpi


Meski terjaga


Tak ada setitik ragu


Hadir mengejakku pindah kelain hati


Bersamamu hingga bumi tak bermentari


Padamu ku berjanji


Hoo ooh...


Semerbak kasih kita


Mewangi selamanya


Harum abadi


Lestari asmara


Hoo ooh...


Mari kita menua bersama


Hingga putih hitam rambut kita


Ku berjanji kan tetap setia


“Gue juga janji bakal setia sama lo” Celetuk Dimas tiba-tiba.


.


.


.


.


.


Kenapa yah tiba-tiba ngomong kayak gitu 😱


Ada yang tau?


Yuk tinggalin dikolom komentar


Dan jangan lupa juga untuk like


See you ❤❤❤🙋