Alana

Alana
Bab 47: Karena Alanalovers



Setelah perut mereka kenyang. Mereka beranjak dari kantin untuk pergi ke kelas. Di sepanjang koridor mereka tertawa. Membuat pusat perhatian beberapa pasang mata di dalam.


Beberapa ponsel pun sudah siap mengabadikan momen mereka. Dan tak butuh lama. Admin Alana lovers pun sudah memposting kedekatan mereka di instagram.


Saat sampai di depan pintu kelas Ana yang terbuka. Mereka terpegoki oleh Pak Beto yang kebetulan mengajar di kelas Ana. Pak Beto menyuruh agar keduanya tetap diam di sana. "Ana kenapa telat?"


"Tadi ban sepeda Alan bocor, Pak. Terus kita nunggu angkot lama."


Tiba-tiba Pak Beto memukul punggung Alan yang membuat cowok itu terkejut. "Kamu tuh gimana. Masa cewe kamu, masih kamu ajak naik sepeda ontel. Harusnya kan naik motor, biar bannya gak bocor."


"Tapi, ban motor juga bisa bocor, Pak, kalau kena paku."


"Iya juga. Yaudah kamu kesana, balik kelas. Jangan bucin terus."


Alan hanya tersenyum, menciun tangan Pak Beto lalu berjalan menuju kelasnya. Namun baru 2 langkah Pak Beto memanggilnya. "Bapak nunggu aksi kamu selain flying kiss," ucap Pak Beto dengan senyum anehnya.


~•~


Ingin rasanya Ana menyumpal mulut Gisel dengan sesuatu, agar gadis itu diam. Sejak mereka duduk di bangku kantin, Gisel tidak berhenti mengoceh. Tak hanya itu, sesekali Gisel tertawa membuat beberapa pasang mata menoleh ke arah mereka.


"Apaan sih? Gak lucu tahu, " ucap Ana jutek. Lalu meminum es tehnya dengan kesal.


"Lucu tahu. Gue gak nyangka Pak Beto ternyata alanalovers," ucap Gisel mulai reda tawanya.


"Emang siapa sih yang buat akun itu? Kurang kerjaan banget."


"Seharusnya lo tuh seneng karena bisa buat kenangan kisah lo sama Alan."


Sejak tadi Alan dengar pembicaraan mereka. Tapi tidak mau ikut bicara, takut malah kena semprot Ana. Namun, tanpa ikut bicara, Alan sudah kena omongan pedas itu. Mungkin sudah tidak bisa dibilang pedas, tapi tajam.


Alan jadi bingung dengan semua ini. Rasa percaya dirinya turun. Hanya karena 1 kalimat Ana.


Cowok itu pun berdiri, keluar dari kantin. Tanpa mau menoleh meskipun mendengar suara teriakan Ana yang memanggilnya.


~•~


"Hari ini aku gak bisa anter kamu pulang, ada kumpul futsal."


Ucapan Alan dilapangan tadi sebenarnya membuat ia kesal. Pasalnya Ana sedang tidak ingin naik angkot. Ia hanya ingin dibonceng Alan sambil mendengar gombalan-gombalan anehnya.


"Ngeselin banget. Gak tahu apa kalau gue udah kesel sejak Pak Beto ngomong keras dikelas. Dasar cowok, gak peka," ucap Ana dengan wajah betenya.


Tumben-tumbenan Ana bisa bete karena Alan tidak bisa mengantarnya pulang. Apa mungkin karena hubungan mereka sebagai sepasang kekasih?


Semua ini karena akun alanalovers yang memposting hubungan Ana dengan Alan. Akun yang membuat semua orang tahu hubungan mereka, apapun yang mereka lakukan. Bukannya Ana tidak suka semua orang tahu hubungan mereka. Hanya saja Ana tidak suka akun itu terlalu mengekspos apapun yang melibatkan dirinya dengan Alan.


Terlebih lagi sampai Pak Beto tahu. Itu sungguh hal yang memalukan. Pokoknya Ana tidak suka, kesal, dan hanya ingin pulang.


Sepanjang jalan pulang, Ana hanya diam. Kepalanya bersandar pada kaca belakang angkot sambil melihati jalanan yang ramai akan lalu lalang. Sudah kesal karena Pak Beto yang ternyata alanalovers, ditambah sikap Alan yang berubah sejak di kantin. Semua karena akun alanalovers.


~•~