Alana

Alana
chapter 11



Sesampainya di rumah Alana tidak memenukan Bu Rinta,mungkin dia masih ada jadwal dirumah sakit.


Alana memandang meja makan sejenak,lalu dia langsung masuk kekamarnya.Perutnya sudah kenyang memakan bakso di sekolah.


Alana langsung mengganti pakaiannya dalam kamar,tiba tiba saat Alana memperbaiki rambut,ia mendapat telpon dari nomor tak dikenal.


Awalnya Alana membiarkan saja, tapi nomor itu sudah beberapa kali menelpon,akhirnya Alana menyangkat.


"Apakah benar ini nomor Alana??". tanya suara penelpon.


"Benar!! ini siapa ya??" tanya Alana balik.


"Ini Aku Angga!!" jawab suara penelpon.


"Ooh Kamu!!" Alana lega jika itu Angga,bukan orang iseng yang ingin mengerjainya.


"Lagi ngapain??" tanya Angga.


"Baru aja nyampe!!" jawab Alana.


"Besok kesekolah bareng yuk!!".Alana sempat kaget mendengar ajakan Angga,tetapi buru buru Angga menjelaskan,"*Kebetulan besok Tante Aku ada urusan keluar kota.Jadi Aku berangkat sendiri,karena biasanya Aku bareng dia!!".


"Aku tanya Ayah sama Bunda Aku dulu ya!!".


"Emang Kamu biasa kesekolah sama siapa??".


"Diantarin sopir!!".


"Tunggu aja Aku dirumah Kamu besok!! biar Aku yang bilang sama orang tua Kamu*!!".


Alana diam,dia tidak menjawab lagi perkataan Angga.


"Please...cuma Kamu teman Aku disekolah baru Aku!!".


"Eh!!" sontak Alana kaget.Dia sedikit merasa bersalah karena mengabaikan murid baru seperti Angga hanya belum punya teman itu.


Angga itu orangnya pendiam,dia hanya akan berbicara dengan orang yang dia rasa menarik.


"Biar Aku aja yang bilang ntar malam!!" ucap Alana.


Mereka mengakhiri pembicaraan ditelpon saat Alana bilang dia ada kerjaan.Padahal pekerjaannya hanya membantu Bu Rinta memasak,itu pun masak bareng.Sementara itu Bu Rinta belum pulang dari rumah sakit.


Alana membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur.Salah satu pekerjaannya sekarang hanyalah memikirkan Harris.


"Aku nggak bakal nangis karena Aku nggak mau Kak Harris ikut nangis!! Tapi kalau sendiri gini air mata Aku nggak bisa ditahan Kak!!".


"Kak Aku mau nanya??" kini Alana tidak lagi berbaring,dia tengah bersandar di tempat sandaran tempat tidurnya,sambil memeluk bantal guling."Apa Aku salah jika Aku temanan sama cowok?? Dia murid baru lho Kak,dia belum punya teman!!".


Alana menghapus air matanya sebelum melanjutkan perkataannya.


"Tapi Kakak tenang aja!! sampai kapanpun nggak ada yang bisa gantiin posisi Kak Harris!!".


Sudah menjadi kebiasaan Alana saat habis menangis dia akan terlelap.


 



 


Ibu Rinta dan Pak Jeff mengizinkan Alana kesekolah bareng Angga.


Pagi itu Angga datang kerumah Alana,dan dia sendiri yang meminta izin kepada orangtua Alana.


Alana dan Angga masuk kedalam mobil,lalu Angga mulai menyetir.


Kurang lebih setengah jam mereka sampai disekolah.


Alana duluan keluar dari mobil,baru disusul Angga.


Banyak orang orang yang menatap kearah Alana,tak sedikit itu tatapan sinis.Mereka tidak suka Alana bisa pacaran dengan cowok populer seperti Harris.Apalagi sekarang Alana bisa dekat dengan murid baru yang diketahui keponakan kepala sekolah.


Tidak hanya itu,didepan ruang kesenian ternyata Alana sudah ditentukan ditunggu oleh Jenita.


Sebelum itu Ravid sempat ingin membawa Alana karena ingin berbicara hal penting.


"Aku harus ajak Alana bicara! dia semakin dekat aja sama murid baru itu!!".


Tapi Ravid malah tidak bisa membawa Alana,karena Jenita sudah terlebih dahulu menghadangnya.


"Datang juga Lo ternyata!!" pertama kali bicara omongan yang keluar dari mulut Jenita sudah seperti itu.


"Ada apa Kak??" tanya Jenita.


"Pakai nanya lagi!! semua masalah itu datang gara gara Lo!!" hujat Jenita.


"Maaf Kak Aku nggak ngerti!" ucap Alana hendak pergi, tapi tanganya ditarik Jenita kebelakang.


**dug


dug


dug**


Jantung Alana bergetar begitu hebat,dia diam terpaku sesaat.


"Kak Jenita kok tega sih nuduh Aku seperti ini??".


"Malah nangis lagi!!" cemooh Jenita saat Alana mulai menangis.


"Gimana Aku nggak nangis Kak?? Aku itu merasa sedih dituduh gitu!!".


"Harris itu kecelakaan gara gara telponan sama Lo!!".Kali ini Alana benar benar sakit hati mendengar ucapan Jenita.



"Udah Kak!! cukup!! jangan ngomong gitu lagi!!" teriaknya berlari kekelas.


Angga sungguh tidak mengerti dengan apa yang terjadi.Jika dia menolong Alana pasti dia dibilang ikut campur.Untuk itu dia lebih memilih diam.


Seharusnya Ravid yang bertindak saat Jenita menghujat Alana.Tapi entah apa yang dia pikirkan,sehingga dia lebih memilih diam disudut dinding.


"Maaf Kak,boleh nanya??".


Jenita menengok kebelakang,"*Mau nanya apa??".


"Tadi itu ada apa ya Kak*??" tanya Angga.


"Lo itu murid baru nggak usah ikut campur!!" bukan jawaban yang semestinya yang Jenita ucapkan.


"Lo berani hujat Alana,tapi Lo sendiri kemana waktu Harris meninggal??" tiba tiba Ravid menghampiri Jenita dan Angga.


"Gue pergi keluar negeri!!" jawab Jenita.


"Mendingan Lo pergi deh dari sini sekarang!!" usir Ravid.


"Tanpa Lo usir, Gue juga bakal pergi!!!" sungut Jenita kesal dan langsung pergi meninggalkan Ravid dan Angga.


Angga juga berniat pergi saat Jenita pergi,tetapi Ravid menahannya.


"Hei,Lo murid baru!! Gue mau ngomong sama Lo!!".


"Mau ngomong apa??" tanya Angga berbalik.


"Gue tau Lo itu suka sama Alana!!" ucap Ravid."Tapi Gue saranin sama Lo,lebih baik Lo jauhin dia!! Karena dia milik sahabat Gue!!".


"Atas dasar apa Lo nuduh Gue??" ternyata Angga tidak suka dituduh.


"Gue tau dari tatapan Lo ke Alana!!" ujar Ravid berjalan meninggalkan Angga.Tapi dia berbalik ketika mengingat sesuatu."Oh ya,soal cewek tadi,dia emng suka gak jelas dekatin cowok Alana!!".


"Alana punya pacar?? tapi siapa?? kenapa Aku nggak pernah liat?? soal cowok yang meninggal itu,dia siapa??" satu demi satu pertanyaan muncul dibenak Angga.


Setelah berdiam diri sejenak,ia pun pergi menuju ruangan kelas.


Angga melihat Alana menangis didalam kelas sambil menatap layar handphonenya.


"Kak Harris!! Aku kangen sama Kakak!!".


Karena penasaran dengan apa yang dilihat Alana,Angga pun mengintip dari belakang Alana.


"Apa mungkin dia pacar Alana??" tanya Angga pada dirinya sendiri.


"Meskipun Kak Harris sekarang udah pergi,tapi perasaan Aku nggak akan pernah hilang Kak!!" ucap Alana sambil menangis.


"Segitukah rasa cinta Alana buat cowok itu?? bahkan disaat dia sudah meninggal,cinta Alana tetap utuh buat dia!!".


Entah apakah yang membuat Angga meneteskan air matanya saat melihat Alana menangis."Kenapa Aku menangis?? apa Aku benaran suka sama Alana??".Lalu buru buru ia menghapus air matanya saat Alana menoleh kebelakang.


"Kamu??".


"Eh!! Aku nggak dengar apa apa kok!!" ucap Angga sebelum Alana berfikir macam macam.


"Sejak kapan Kamu berdiri disana??" tanya Alana.


"Sejak tadi!!" jawaban Angga diselingi dengan tatapan tajam Alana,"Tapi Aku sama sekali nggak nguping!!" bantahnya cepat cepat.


"Aku nggak suka kalau orang lain ikut campur urusan Aku!!" suara Alana sedikit meninggi.


"Aku minta maaf!! tadi Aku nggak sengaja!!" sesal Angga.


"Kali ini Aku maafin!! tapi jangan diulangi lagi!!" ucap Alana menerima permintaan maaf dari Angga.