
"Ke kantin bareng yuk!!" ajak Alana saat jam istirahat tiba.
"Oh,boleh!!" jawab Angga.
Mereka pun pergi ke kantin yang dekat dengan kelas mereka.
Setibanya dikantin Alana memesan bakso kosong kesukaannya.Dan tampaknya Angga ragu ragu apa yang ingin dipesannya.Dia pun bengong.
"Mau pesan apa??" tanya Alana.
"Nggak tau nih!!" jawab Angga dengan wajah bengongnya.
"Hmmm" Alana tampak berfikir,ia memegang jidatnya,"Suka bakso??" tanyanya kemudian.
"Suka sih,tapi udah lama juga nggak makan bakso!!" jawab Angga.
"Kalau gitu pesan bakso aja!!" usul Alana."Bakso disini dijamin enak!!".Usulan itu didukungnya dengan mengacungkan jempol.
Setelah berfikir sejenak,Angga pun mengangguk tanda setuju dengan usulan Alana,"Boleh!!".
Alana memesan bakso satu porsi lagi,karena bakso untuk dia sudah terlebih dahulu dipesan,dan bakso itu juga sudah berada diatas meja.
Alana menyampurkan bakso itu dan bumbunya sambil menunggu bakso Angga datang.
"Hmmm bakso nya enak!!" ucap Alana sembari menikmati bakso pesanannya,"*Cobain gih!!".
"Di campur dulu*!!".Angga mulai mencampurkan bakso dan bumbunya.
"Wah!! lezat juga!!" ucap Angga yang juga menikmati bakso pesanannya.
Mereka berdua pun menikmati bakso yang mereka pesan,sesekali mereka juga asik ngobrol.Tanpa mereka sadari ada dua pasang mata sedang melihat mereka di ujung sana.
"Ini udah jam berapa ya??" tanya Angga saat mereka tengah asik mengobrol,sepertinya dia lupa membawa jam tangan.
"Jam 10.15!! bentar lagi masuk kelas!!" jawab Alana melirik jam tangannya.
"Aduh!! telat dong!!" gumam Angga menepuk keningnya.
"Kenapa??" tanya Alana.
"Aku ikut ekskul basket,kebetulan hari ini ngumpul!!" Angga menjawab ketika ia sudah berdiri.
Alana pun mengangguk saat Angga berjalan meninggalkan kantin.
Setelah itu ia tampak termenung sejenak,lalu ia pun bangkit dari kursinya dan berjalan meninggalkan kantin.
Saat Alana hendak memasuki kelas,tiba tiba ada sebuah tangan yang menariknya.
"Ada apa sih Kak??" tanya Alana saat dia mengetahui yang menariknya itu Ravid.Ravid membawanya ke taman samping sekolah.
"Siapa dia??" tanya Ravid.
"Siapa??" ternyata Alana tidak mengerti dengan apa yang ditanyakan Ravid.
"Yang tadi bareng sama Kamu di kantin!!".
Alana membulatkan bibirnya,"
*Ooo itu teman Kak!!".
"Kok dekat banget??".
"Dia murid baru, kebetulan dia duduk disamping Aku*!!".
Ravid menatap Alana seperti sedang menyelidiki sesuatu,tentu saja Alana risih dibuatnya,"*Kenapa sih Kak??".
"Kamu serius dia cuma teman*??" tanya Ravid.
"Ya,serius lah Kak.Kakak fikir Aku bisa secepat itu lupain Kak Harris??".
"Hmmmm...ya udah!! ntar Kamu temanin Dela buat minjam buku ke perpustakaan!!" ucap Ravid.
"Iya Kak!!" sahut Alana.
Setelah berbicara dengan Ravid ditaman samping sekolah,Alana pergi masuk kekelasnya.
Sebenarnya dia sudah telat 10 menit,tapi mungkin saja hari itu dia beruntung,karena guru belum masuk kelas.
Alana duduk di kursinya dan mulai membuka buku pelajaran.Baginya ada atau tidak ada guru dalam kelas,belajar tetaplah kewajiban.
Alana membalik lembaran demi lembaran buku dan membacanya,dia sepertinya saat teliti dalam memahami isi buku.
Dan disaat Alana tiba dihalaman tengah,dia melihat sesuatu yang membuat air matanya menetes.
"Kak Harris!!" gumamnya sembari meraba foto yang dia temukan dalam buku.
Saat itu juga pikiran Alana sudah dipenuhi dengan kenangannya bersama Harris.
Alana terbayang saat Harris ingin meng upload foto mereka ke akun Instagram miliknya.
Awalnya Alana merasa malu,tapi Harris terus memaksanya,"Kenapa Lo harus malu sih??".
"Kalau di upload di sosmed ntar banyak orang yang tau Kak!!" keluh Alana.
"Lo pikir Gue pacaran sama Lo buat sembunyi sembunyi gitu!!" bentakan Harris membuat Alana kaget.
"Cepatan!!" desaknya menarik tangan Alana.
Dengan berat hati Alana mendekat kesamping Harris yang telah menekan aplikasi kamera.
Harris menoleh kearah Alana sebelum mengambil foto,dia tampak menggelengkan kepalanya.
"Ngapain Lo??".
"*Katanya tadi mau foto!!".
"Ikutin gaya Gue*!!" perintah Harris.
"Biar kesan Gue kayak oppa Korea!!" ucap Harris nyengir,lantas Alana pun ikut tertawa.
"Hei!! kok ngelamun??".Pertanyaan Angga membuat Alana kaget,secepatnya dia menghapus air matanya."*Nggak kok!!".
"Kamu nangis*??" tanya Angga sambil duduk di kursinya.
"Siapa yang nangis??" tanya Alana berpura pura tidak mengerti.
"Kamu!!" tunjuk Angga.
"Tadi mata Aku kesemutan!!" elak Alana.
"Ooh" Angga mengangguk tapi matanya terlihat seperti belum percaya."*Tumben guru belum masuk??".
"Nggak tau tuh*!!".
"Oh ya,gimana tadi sama ekskul basketnya??" tanya Alana.
"Baik!!" jawab Angga."Kamu ikutan ekskul apa??".
"Aku ikut ekskul tari!!".
"Ruang latihannya dimana??".
"Didekat perpustakaan!! tapi terkadang latihan di aula juga!!".
Alana memandangi Angga dan matanya mulai berkaca-kaca.
"*Pria ini mengingatkan Aku kepada Kak Harris!!".
"Kenapa mandangnya gitu*??" tanya Angga saat sadar tengah dipandang Alana,"*Ada yang salah??".
"Nggak kok*!!" jawab Alana segera mengalihkan pandangannya kearah jendela.
Awalnya kelas itu lumayan berisik,tapi saat guru masuk,kelas itu langsung hening.Benar benar sunyi tanpa suara.
"Maaf atas keterlambatan Ibu !!" ucap guru Kimia yang masuk pada jam pelajaran itu.
"Iya Bu!!" jawab siswa serentak.
"Sekarang buka buku Kalian halaman 245!!".
Seluruh siswa pun membuka buku Kimia mereka sesuai yang diperintahkan Ibu guru.
Alana menemani Dela ke perpustakaan saat jam pelajaran hari itu berakhir.
"Lo baik baik aja??" tanya Dela.
"Baik kok Kak!!" jawab Alana.
"Gue tau gimana perasaan Lo!! Gue juga tau Lo itu berusaha tegar,meskipun sebenarnya Lo rapuh!!".Alana melihat kearah Dela setelah Dela selesai berbicara,bukan hanya itu dia juga mulai menangis.
"Kak..kenapa orang yang Aku cintai harus pergi secepat ini??".
"Dengarin Gue ya!! Harris mungkin udah pergi,tapi Gue,Ravid masih ada buat Lo!! kita itu sahabat!!" ucap Dela memberi semangat.
Alana semakin memperkuat tangisannya,dia merasa terharu saat Dela mengucapakan kata sahabat.
"Lo tenang,masih ada kita kok!!" ucap Dela sambil mendekap Alana kepelukannya.
"Satu yang perlu Lo tau!! Harris nggak pernah pergi dari hati Lo!!".
Setelah itu mereka memasuki perpustakaan ketika sudah berjalan beberapa menit.
Dela mulai mencari buku di rak rak buku.Sementara itu Alana menunggu disamping meja petugas perpustakaan.
Setelah Dela menemukan buku yang dia cari,mereka pun pergi meninggalkan perpustakaan.
Alana pergi kegerbang untuk melakukan rutinitasnya seperti biasa yaitu menunggu sopirnya.
Sementara itu Dela berjalan kearah kelasnya,mungkin mau menemui Ravid.
Setibanya didalam kelas,Dela langsung memanggil Ravid.Dia memperlihatkan buku yang ia cari diperpustakaan.
Ravid pun langsung berdiri dari tempat duduknya menyusul Dela ke pintu kelas.
Mereka berjalan sambil bergandengan tangan meninggalkan sekolah untuk menuju tempat pemakaman Harris.
Jarak tempat pemakaman itu dari sekolah mereka sekitar 45 menit.
Setelah waktu 45 menit habis,mereka telah sampai ditempat tujuan.
"Gue nggak nyangka Lo bakal pergi secepat ini!!" ucap Ravid memegang batu nisan Harris.
"Kepergian Lo juga mendadak banget!!" tambah Dela.
"Maafin kesalahan Gue selama ini yang kadang membuat Lo emosi!!".Ravid mengucapkan kata kata itu sambil menangis.
"Sabar sayang!!".Dela menguatkan Ravid sambil memegang lembut pundaknya.
Ravid pun memegang tangan Dela yang tengah memegang pundaknya,"*Lo itu sahabat terbaik Gue Ris!!".
"Gue pengen berantem sama Lo kayak biasanya*!!".
Setelah Ravid merasa puas berbicara dengan Harris,mereka pun pergi meninggalkan pemakaman.
\*\*\*\*