Alana

Alana
chapter 7



"Gue balik dulu ya bro!!" ucap Harris saat pesta Ravid usai.


"Iya ,thanks ya...udah datang!" jawab Ravid.


Harris menggenggam tangan Alana keluar dari rumah Ravid, sikapnya itu benar benar menunjukkan rasa takut kehilanga Alana.


"Lo udah ngantuk??" . Sebenarnya Harris sudah tidak perlu bertanya lagi,sejak tapi dia sudah melihat Alana beberapa kali menguap.


"Iya nih Kak,kita langsung pulang aja ya!! " jawab Alana sekaligus mengajak Harris.


"Lo tiduran aja dimobil ntar!!" kata Harris.


"Kita mau kemana lagi sih Kak?" Alana benar benar sudah mengantuk,diotaknya sekarang hanya ingin pulang dan tidur.


"Gue mau ngajak Lo ke suatu tempat!! lagian besok kan Minggu, jadi nggak apa apa lah Lo telat tidur!!".Benar benar tidak ada perhatiannya sama sekali sebagai seorang cowok."Tapi gimana kalau nanti Ayah Aku udah pulang Kak?? trus Aku dimarahi" Alana sudah mulai gelisah.


"Gue yang bakal jelasin sama Om Jeff!!" ucap Harris meyakinkan,"Lagian dia juga calon mertua Gue!!" tambahnya.


Entah ilmu apa yang dipakai Harris,dia terkenal dengan sikap jutek nya,tapi dia juga bisa meluncurkan gombalan yang membuat Alana ingin terbang ke langit."Kak Harris gombal ih!!".


"Oh jadi Lo nggak setuju,jika bokap Lo jadi mertua Gue??" Harris agak sedikit memberikan ancaman.


"Bukan gitu Kak!!" bantah Alana.


"Jadi gimana nih?? mau ikut nggak?? kalau nggak Gue tinggal lho!! ancam Harris,tentu saja Alana tidak mau,"Aku ikut Kak!"


"Kita mau kemana sih Kak ??" tanya Alana didalam mobil,"Ini udah malam lho,Aku takut!!" Alana menunjukkan ekspresi takut dengan memeluk dirinya sendiri.


"Lo takut apa kedinginan sih??" tanya Harris menoleh ke arah Alana.


"Sini Gue peluk!!" Harris langsung menarik Alana kepelukannya tanpa meminta persetujuan darinya,"Kakak kan lagi nyetir??".


"Udah diam aja!! cukup rasakan kehangatan pelukan Gue!! " Alana akhirnya nurut,toh sebenarnya dia juga pengen dipeluk Harris.


"Kak...Aku haus!!",ucapnya tiba tiba sambil memegang tenggorokannya.


Harris mengarahkan mobilnya kepinggir jalan dan meremnya,"*Lo tunggu disini !! Gue beli minuman sebentar!".


"Jangan lama lama Kak !" ucap Alana.


Lima menit kemudian Harris datang dengan membawa sebotol minuman ditangannya.


"Ini minum!!" sambil menyodorkan minuman pada Alana,lalu Alana mengambil minuman itu dan membuka tutupnya"*Makasih Kak!!".


"Kak Haris nggak haus ?" tanya Alana.


"Nggak!!" jawab Harris.


"Kakak pasti haus,minum nih Kak!!" bujuk Alana menyodorkan botol minuman kemulut Harris.


"Gue lagi nyetir Alana!!" tanpa sengaja Harris menyenggol lengan Alana hingga membuat minuman yang d pegang Alana tumpah kebajunya."*Sorry Gue nggak sengaja!!".


"Baju Aku basah Kak!! " rengek Alana berusaha mengeringkan bajunya dengan tangan.


"Kita kebutik dulu!!" ajak Harris.


"Mau ngapain Kak??" tanya Alana kebingungan.


"Emang Lo mau pergi dengan baju kayak gini??" tanya Harris balik.


Beberapa saat kemudian mobil Harris telah terparkir disebuah butik.


"Carikan baju yang sesuai buat pacar saya!!" perintah Harris kepada pelayan butik.


"Baik Mas!!" jawab pelayan butik dan mengajak Alana mencari baju yang mungkin ia sukai.


Harris menunggu diatas sofa yang telah disediakan sambil memainkan handphonenya.


"Udah Kak!!" suara Alana mengagetkan Harris, penampilannya saat cantik sekarang rambutnya juga dikucir,"Ini cewek Gue??".


"Iya ini Aku Kak! " jawab Alana yang tidak mengerti apa maksud pertanyaan Harris.


"Lo cantik!!" puji Harris.


"Kak Harris bilang Aku cantik,tapi nanti bilang aku ke geer an lagi!!" kali ini Alana lebih menunjukkan sikap waspada.


"Gue serius!! Lo benaran cantik!!" puji Harris sekali lagi,tidak hanya itu Harris juga merentangkan telapak tangannya,bak seorang pangeran menyambut seorang Puteri.


"Kak Harris romantis!!" gumam Alana keluar dari butik.


"Maafin Gue ,karena selama kita pacaran,Gue belum bisa romantis!!" ternyata Harris mendengar gumaman Alana.


"Kak Harris kok ngomong gitu??" tanya Alana menatap Harris,"Gue janji,mulai sekarang Gue bakal lebih romantis!!" jawab Harris.


Seharusnya Alana senang,karena pacarnya yang terkenal jutek berjanji bersikap romantis,tapi entah kenapa,Alana merasa aneh saat Harris mengucapakan janji itu.


Tidak ada pembicaraan didalam mobil,Alana yang biasa bawel sekarang memilih diam.Benaknya kini dipenuhi dengan pemikiran pemikiran perubahan sikap Harris yang tiba tiba.


"Lo suka nggak tempatnya??".Mata Alana benar benar dibuat takjub,Harris membawanya kesebuah taman dilengkapi dengan lampu yang berkedap kedip,"Waw!! bagus banget!!".


"Suka Kak,tempat ini benar benar romantis!!" puji Alana masih dengan ekspresi kagumnya.


"Gue bahagia kalau Lo suka!! " .Tiba tiba Alana merasakan ada sebuah kecupan mendarat di pipi kanannya,"Ciuman pertama buat pacar yang ada di hati Gue!!" ucap Harris.


"Kakak serius,kalau Aku ada dihati Kakak??" tanya Alana.


Harris mengambil tangan Alana dan menggenggamnya,"Perasan ini muncul sejak pertama kali Gue melihat Lo!!".


Harris melepaskan genggaman tangan Alana dan mengambil sesuatu dari dalam sakunya,"Gue punya sesuatu buat Lo!!".


"Apa Kak *??".Alana benar benar kaget sekaligus bahagia karena Harris memberinya kalung yang berukiran nama "HARRIS".


"Gue bantu pakai in ya??" tawar Harris.


Alana pun mengangkat rambutnya sedikit ke atas untuk mempermudah Harris memasang kalungnya.


"Gue boleh cium kening Lo??" tanya Harris setelah kalung nya terpasang dileher Alana.


"Hmmmm boleh Kak!!" jawab Alana sambil memejamkan mata.Lagi lagi sebuah kecupan mendarat,kali ini di daerah kening.



"Gue cinta sama Lo Alana!!" ucap Harris.


"Aku juga cinta sama Kak Harris!!" balas Alana.


"Gue nggak mau kehilangan Lo!!" kini Harris mendekap Alana kepelukannya dengan erat.


"Aku juga nggak mau Kak!!" ucap Alana membenamkan kepalanya di dada Harris.


 



 


"Langsung masuk rumah trus tidur ya sayang!!" ucap Harris didepan gerbang rumah Alana.


"Iya Kak,Kakak juga langsung pulang dan tidur ya!!" jawab Alana.


"Panggil sayang dong!!" rayu Harris.


Setiap gombalan dan rayuan Harris selalu saja membuat Alana tersipu malu,"Pulang sana Kak!!" Alana mendorong lembut tubuh Harris.


Saat Harris membuka pintu mobilnya tiba tiba Alana memeluknya dari belakang dengan erat,"Aku cinta sama Kamu sayang!!".



"Aku juga cinta sama kamu sayang!!" Harris membalas pelukan Alana,"Masuk gih,Kamu harus segera tidur!!".


"Nanti jangan lupa telvonan ya??" Alana mengingatkan Harris akan satu hal,"Iya...Iya...sayang!!" jawab Harris.


Alana masuk kekamarnya dengan perasaan yang luar biasa gembira.


"Kak Harris panggil Aku pakai sayang!!".


Dia benar benar bahagia,ingin rasanya ia menelpon Harris saat itu juga,tapi itu hanya akan menggangu konsentrasi Harris menyetir.


Disaat Alana masih membayangkan kejadian yang baru saja dialaminya,tiba tiba


handphonenya berdering,"Kak Harris nelvon?? mungkin dia juga kangen sama kayak Aku??".Alana benar benar dipenuhi oleh ke geer an.


"Halo sayang,Kamu lagi ngapain??" sapa Harris.


"Mikirin Kamu!!" ternyata Alana yang terkenal polos juga bisa menggombal.


"Aku juga lagi mikirin Kamu!!" padahal tidak ada yang bertanya sedang apa Harris saat ini.


"Kamu udah nyampe rumah??" tanya Alana.


"Belum!!" jawab Harris.


"Kok udah nelvon sih?? itu bahaya!!".Alana mulai khawatir dengan Harris.


"Lagian Aku udah kangen sama Kamu sayang!!" lagi lagi Harris menggombal,dia tidak sadar kalau Alana sedang khawatir.


"Iya..Aku juga kangen..tapi kan Kamu lagi nyetir!!".Harris menepis rasa khawatir pada diri Alana,"Nggak akan terjadi apa apa kok!!".


Ada sesuatu yang aneh tiba tiba saja sambungan teleponnya terputus,Alana juga merasakan ada yang tidak beres dengan perasaannya.


"Kak Haris!! Halo!!" panggil Alana.


"Sayang!!".Mungkin saja Harris ingin dipanggil dengan kata sayang,tapi tetap tidak ada jawaban.


"Ada apa ini?? kenapa tiba tiba feeling Aku nggak enak??" bathin Alana.