
From : Ka Dimas🖤
"Sayang aku nunggu diparkiran yah, abis kelas kamu langsung kesini jangan kemana-mana"
Dretttt.... Drettttt....
Alana yang telah fokus dengan pemaparan dosennya teralihkan setelah merasakan ponselnya bergetar. Dia yang menyadari pesan tersebut dari Dimas langsung tersenyum tanpa membalas pesan tersebut, lagian dia juga harus melanjutkan catatannya karena waktu yang menunjukkan kurang 15 menit dosen tersebut akan mengakhiri pembelajaran kali ini.
#Parkiran
15 menit telah berlalu sejak pesan terakhir yang dikirimkan Dimas. lelaki itu masih setia menunggu pujaan hatinya sambil bercanda bersama sahabat-sahabatnya itu.
"Aduh para gadis ini kok lama banget keluarnya" Seru Aldo menggerutuh
"Sabar dulu ga sih, lagian lo baru nunggu 15 menit. Kek cewek aja ga sabaran" Timpal Alfian
"Iya nih, pantesan ga punya cewek, nunggu 15 menit aja protes. Gimana kalau lo harus nungguin mereka dandan sebelum jalan?" Tambah Kelvin
"Heh mulut lu vin gabisa dijaga kek punya cewek aja lo" Sahut Aldo
"Lah kan dia emang punya" Balas Vino yang di balas dengan tatapan Aldo seolah-olah bertanya siapa pacar Kelvin
"Emang susah ngomong sama orang yang ukuran otaknya kecil. Itu si Sinta kan pacar Kelvin dodol" Seru Rendy sambil menggeplak kepala Aldo sedikit kesel
"Sakit bego, lo yang bener lah kalau mau mukul. Ntar yang ada otak gue malah ga berfungsi" Seru Aldo tak terima
"Udah-udah ga usah gelud ah, ini udah ga lama lagi kok. Alana udah ngabarin gue dosennya baru aja keluar, mereka lagi otw kesini" Seru Dimas melerai mereka
Tak lama dari omongan Dimas, dari kejauhan terlihat keempat gadis cantik tersebut sedang berjalan mendekat kearah mereka semua.
"Hai bub lama yah nunggunya" Sapa Sinta kepada Kelvin dengan manja
"Ngga lama kok bub, 15 menit doang mah kecil. Bertahun-tahun juga asal nungguin kamu aku rela" Balas Kelvin yang spontan membuat teman-temannya yang lain memutar bola mata jengah
"Dasar buaya darat mulutnya manis bener" Seru Aldo jengah
"Dih sirik aja loh, buaya jomblo" Balas Kelvin tak terima
"Loh emang ada buaya jomblo?" Tanya Alana tak faham
"Ada Al, nih kutu kupret. Gombalin cewek sana sini tapi gak ada yang mau sama dia" Sarkas Vino
Celetukan tersebut spontan membuat mereka semua tertawa terbahak-bahak mengingat tingkah konyol Aldo yang memang selalu menggoda perempuan tapi tak pernah ada yang sampai jadian.
"Sialan lo semua, gue bukannya gak bisa punya cewek tapi diantara wanita yang gue gombalin belum ada yang bener bener masuk kriteria gue" Seru Aldo membela diri
"Halahhh cari pembenaran trosss" Balas Rendy
"Udah kita nih mau ribut disini atau mau nongkrong sih, keburu makin sore" Seru Dimas melerai
"Ayo mending kita langsung jalan, ketemu di cafe biasa yah. Ayo Al" Tambah Dimas sambil membukakan kursi penumpang disampingnya untuk Alana
"Ya elah romantis amat nih pasang" Teriak Sinta
"Bub jangan iri sama mereka, kita juga bisa kok romantis" Balas Kelvin yang udah membukakan pintu untuk Sinta
"Nadiya mau ikut bareng gue ga" Tanya Rendy yang sekarang telah berada disamping Nadiya ntah sejak kapan
"Boleh kak, kalau kakak gak keberatan" Balas Nadiya sambil menunduk malu
"Loh buat Nadiya gak ada yang namanya keberatan" Balas Rendy sambil menggandeng tangan Nadiya ke arah mobilnya
"Woi sialan nyuri star si anj***" Seru Alfian
"Ayo Ka, nanti kita ketinggalan mereka" Kali ini Aldo yang dengan sigap menarik Ika ke mobilnya sampai gadis itu tidak bisa menolak dari berada tepat di depan mobil Aldo.
Mereka semua pun akhirnya melajukan mobilnya dengan pasangan masing-masing terkecil Alfian dan Vino karena kebetulan pada saat itu mobil Alfian sedang di bengkel akhirnya dia nebeng mobil Vino.
#Cafe
Tak terasa waktu terus berlalu mereka menghabiskan waktu dengan bercerita dan juga sesekali tertawa dengan kelakuan Aldo. Laki-laki itu paling tau cara mencairkan suasana, ini juga menjadi alasan Dimas bisa berteman sama laki-laki ini. Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 20.00 wib. Teman-temannya yang lain juga sudah meninggal tempat sekita 10 menit yang lalu karena memiliki urusan masing-masing dan kini tinggal Alana dan Dimas lah di meja itu. Dimas kemudian menggenggam tangan Alana dengan lembut.
"Al, kamu sayang gak sama aku?" Tanya Dimas tiba-tiba
"Kak kamu kok nanya kek gitu? kamu kan harus nya sadar segimana sayangnya aku sama kamu, aku bahkan nungguin kamu balik kan dari luar negeri walaupun saat itu kamu tiba-tiba ngilang gitu aja" Tanya Alana balik karena tersentak mendengar pertanyaan Dimas yang menurutnya sedikit tidak masuk akal
Dimas sedikit tertampar mendengar jawaban Alana barusan mengingat kelakuan dia yang sebelumnya ninggalin Alana, itu memang hal yang seharusnya tidak pernah terjadi tapi nasi telah menjadi bubur sekarang tinggal bagaimana Dimas memperbaiki itu semua.
"Ngga sayang maksud aku gak gitu. Misalkan suatu saat nih kamu mengetahui sesuatu yang pernah terjadi di hidup aku. Ngga tunggu dulu kamu jangan jawab aku sebelum aku selesai bicara" Seru Dimas yang tidak ingin omongannya di potong Alana
"Misalnya nih masa lalu aku itu hal yang buat kamu benar-benar terluka, apa kamu tetep mau sama aku? apa kamu tetep bakal sayang sama aku?" Tambah Dimas dengan raut wajah serius
Alana yang menyadari hal tersebut kemudian mengusap pipi kekasihnya tersebut dengan lembut sambil berkata
"Kak liat aku, apakah dimata aku ada menunjukkan aku gak sayang sama kamu?" Dimas spontan menggelengkan kepalanya
"Nah kamu bisa liat sendiri gimana sayangnya aku ke kamu. Apapun masa lalu kamu aku pasti bisa terima itu, karena yang aku pentingin sekarang adalah Kak Dimas yang sekarang bukan Kak Dimas yang dulu. Terlepas aku bakal sakit hati, kecewa, dll. Tapi 1 hal kakak perlu tau, gak ada hal yang bisa merubah perasaan aku ke kamu. Aku ngga tau sejak kapan perasaan ini ada buat kamu, aku juga gak tau perasaan ini mulai dari mana. Yang jelas ada perasaan mendalam sejak pertama kali aku ngeliat kamu jadi ga mungkin ada hal yang bisa ngerubah perasaan ini" Sambung Alana sampai membuat Dimas menitihkan air matanya
"Kamu kok nangis sih kak?" Tanya Alana sambil mengelap air mata Dimas
"Ngga papa sayang, aku cuma terharu mendengar jawaban kamu. Beruntung banget yah aku bisa milikin cewek kek kamu. Udah cantik, baik, pinter, berhati lembut. Untung ngga keduluan Ridho hampir aja aku kehilangan cewek sempurna kek kamu" Seru Dimas sambil memegang tangan Alana yang ada di pipinya kemudian mencium nya
.
.
.
.
.
Nah akhirnya selesai chapter ini keknya gak lama lagi cerita ini bakal selesai deh semoga ga ngegantung lama kek kemarin.
Oh iya aku ada baca katanya banyak typo yah, mohon maaf soalnya aku ngetik di hp. Jadi mohon dimaafkan yah🙏🏻
semoga kalian enjoy dengan ceritanya, tungguin yah chapter selanjutnya
bye 🙋🙋🙋