Alana

Alana
Chapter 25



Mereka berdua pun berjalan, tak butuh waktu lama mereka telah sampai dengan berjalan beriringan hingga ke pinggir pantai.


"Alana lo tungguin gue disini yah" Seru Dimas saat dirinya hendak pergi


"Loh kak Dimas mau kemana?" Tanya Alana bingung


"Udah tenang aja. Lo tunggu disini bentar"


Dimas pun pergi meninggalkan Alana sendirian. Ntahlah Alana juga tak tau ke mana perginya lelaki itu.


"Al, duduk disini" Seru Dimas dari belakang sambil membenarkan posisi tikar yang dia bawa


"Huhh... Eh kak Dimas ngagetin aja deh" Protes Alana yang dibuat terkejut


"Emang gue hantu. Pake acara ngagetin lo segala" Protes Dimas tak terima


"Lo aja kali yang lagi ngelamun. Mikirin apa sih lo?" Lanjutnya


"Eng... Eng... Nggak mikirin apa-apa kok. Gue cuman lagi ngeliatin pemandangan, eh lo malah dateng nggak pake permisi lagi" Sahut Alana manyun


"Udah nggak usah manyun gitu dong bibirnya. Gue kan nggak sengaja"


"Bodo"


"Udah ah sini lo duduk, emang nggak pegel berdiri mulu" Seru Dimas sambil menarik Alana untuk duduk bersamanya


"Eh, tikernya dapet dari mana?" Tanya Alana heran kok bisa Dimas membawa tikar bukannya tadi mereka tak membawa persiapan apapun yah


"Tadi gue sewa disebelah sana" Jawabnya sambil menunjuk ke arah tempat Dimas menyewa tikar itu


"Oh" Jawab Alana mengerti


Saat Alana sudah duduk tak lama Dimas berdiri hendak membuka pakaiannya. Tentu saja Alana yang melihat itu langsung terkejut.


"Ihh Kak Dimas mau ngapain?" Seru Alana sambil menutup kedua matanya dengan tangan


"Apaain sih lo, yah gue mau buka baju lah" Jawabnya enteng


"Ihhhh gue juga tau kali kak Dimas mau buka baju, maksud gue tuh ngapain lo pake acara BUKA BAJU segala" Seru Alana sambil menekan kata buka baju


"Yah mau renang dong gue. Emang lo mikirnya apa?"


Alana yang mendengar penjelasan Dimas langsung malu sendiri dengan sikapnya barusan. Dengan perlahan-lahan akhirnya Alana membuka matanya.


Dimas yang mengerti arah pikiran Alana langsung saja menggoda gadis itu "Oh gue ngerti, lo pasti mikirnya gue mau apa-apain lo kan" Tebak Dimas


"Ihhh kak Dimas sok tau banget sih" Ngeles Alana


"Udah ngaku aja deh lo. Bilang aja lo mau kan gue apa-apain"


"Sembarangan aja. Lo tuh yang salah masa buka baju depan umum sih"


"Lah kan semua orang juga ngelakuin yang kayak gue lakuin sekarang. Ini mah wajar atau jangan-jangan"


"Jangan-jangan apa, nggak usah mikir yang ngaco deh"


"Lo pasti belum pernah kan ke pantai sama cowok"


Tebakan Dimas benar, Alana memang tak Pernah ke pantai bareng cowok lain. Apa lagi sampai ada cowok yang mesti buka baju disamping Alana. Ini kali pertama untuknya


"Loh kok muka lo merah, tebakan gue benerkan"


"Sumpah yah kak Dimas ngeselin banget"


"Alana nggak pernah ke pantai bareng cowok" Teriak Dimas kemudian berlari menjauhi Alana


Alana yang mendengar teriakan Dimas tentu saja malu karena beberapa orang melihat ke arahnya "Kak Dimas sini lo kalau berani nggak usah kabur gitu deh" Teriak Alana yang terbakar rasa malu


"Enak aja, lo dong yang kejar gue" Teriak Dimas berlari ke arah bibir pantai


"Awas aja lo kalau sampai ke tangkep. Bakal abis sama gue" Teriak Alana tak mau kalah


"Kok berhenti Al" Teriak Dimas dengan mengejek Alana


"Naik nggak lo kesini kak" Teriak Alana kesal


"Nggak mau wleeee, Alana nggak pernah ke pantai bareng cowok hahahah" Teriak Dimas lagi


"Kak Dimas berhenti nggak lo. Sini naik cepetan, gue nggak pengen basah"


"Nggak mau lah kan lo yang ngejar, pliss deh air doang masa lo takut cemen" Teriaknya sampil menunjukkan jempolnya ke arah terbalik


"Gue nggak takut yah"


"Ya udah buktiin lah"


Alana yang tak terima dengan omongan Dimas akhirnya pasrah akan pulang dengan pakaian basah. Sudahlah itu urusan belakangan yang penting sekarang Dimas harus diberi pelajaran itu pikirnya.


Akhirnya aksi kejar-kejaran mereka berlanjut namun kali ini di dalam air, tentu saja ini sangat melelahkan ditambah celana jeans nya yang basah menambah berat beban yang harus Alana bawa. Hanya saja Dimas sedari tadi selalu saja bisa menghindar dari kejaran Alana


"Huh... huh... huh... Udah deh kak gue nyerah capek ah" Teriak Alana kelelahan


"Lah baru juga segitu nyerah lo. Cemen deh" Seru Dimas mulai berjalan mendekati Alana


Alana yang saat itu sudah menyerah kemudian berjalan santai namun ntah mengapa kepalanya tiba-tiba sakit.


"Awww... Awww" Teriak Alana yang kesakitan sambil memegang kepalanya. Rasanya Alana seperti melihat sebuah kepingan-kepingan ingatan dirinya bermain kejar-kejaran dengan seorang anak kecil yang dia pun tak ingat siapa anak itu.


Dimas yang melihat gelagat Alana tentu saja panik. Dia berenang secepat mungkin untuk mendekati Alana "Al, lo nggak papa kan?" Tanya Dimas khawatir sambil memegangi Alana yang hampir terjatuh


Seketika itu Alana langsung memeluk Dimas "Ketangkep kan lo kak" Seru Alana sambil tersenyum kemenangan


"Lo ngerjain gue tadi?" Tanya Dimas masih dengan raut wajah khawatir


"Iya" Jawab Alana sambil mengangguk. Namun sebenarnya Alana tak membohongi Dimas, hanya saja dirinya merasa Dimas tak perlu tau dengan itu semua karena dia pun tak tau kenapa ingatan itu bisa muncul.


"Nyebelin banget yah, gue hampir jantungan tau nggak sih loh. Kalau gue mati emang lo mau tanggung jawab" Protes Dimas tak terima


"Hahaha emang kak Dimas bisa kena serangan jantung. Cowok dingin kyak kak Dimas mah nggak bakal kena, nah secara penyakit aja takut sama kak Dimas soalnya serem" Jelas Alana menggoda Dimas, Alana sangat senang berhasil menggoda cowok ini karena sekarang wajahnya sangat lucu untuk diabadikan, sayangnya ponselnya ada di darat.


"Eh lo kalau ngomong suka sembarangan yah" Seru Dimas sambil mencipratkan air ke wajah Alana yang membuat tawa gadis itu terhenti karena kemasukan air laut.


"Uhuukkk... uhuukkk... Kak Dimas kalau becanda yang bener dong" Seru Alana membalas perlakuan Dimas barusan


Jadilah sekarang mereka bermain-main air dengan aksi saling mencipratkan air ke arah masing-masing. Namun kali ini mereka berdua tertawa dengan aksi mereka sendiri semua beban yang mereka miliki seperti layaknya terbang di waktu itu juga.


"Udah kak, udah ampun" Sahut Alana sambil menghalau cipratan air yang Dimas lemparkan kearahnya


"Haha gue menangkan, cemen emang lo" Seru Dimas bahagia


"Iya deh serah lo kak. Gue udah capek ah mau balik ke atas" Seru Alana sambil berjalan ke arah pinggir pantai


"Alana tungguin gue dong" Sahut Dimas mengejar Alana


Sesampainya mereka dipinggir pantai, Alana dan Dimas berjalan mencari penjual minuman terdekat. Maklum lah habis bermain air tentu saja rasa dahaga akan menghampiri mereka berdua.


.


.


.


.


.


**Oh iya gue mau bilang nih ke kalian kayaknya Alana nggak bakal bisa up tiap hari lagi deh. Tapi gue bakal tetep sempetin waktu kok buat ngehibur kalian dengan cerita Alana dan kawan-kawan.


Tunggu Chapter berikutnya yah, see you next time. Jangan lupa like dan tinggalin komentar kalian


🙋🙋🙋🙋**