
...Jangan lupa vote, like & komen...
...Happy Reading...
.......
.......
.......
Sebuah mobil keluaran terbaru terlihat memasuki area parkir SMA Aksara Bangsa hal itu tentu saja membuat siswa-siswi yang baru berdatangan menatap kagum sekaligus penasaran dengan siapa si pemilik mobil itu.
Kalandra yang telah memarkirkan mobilnya dan membuka seatbelt pun mulai melangkahkan kakinya keluar mobil sambil membenarkan tata letak kacamata bacanya.
Dan begitu ia keluar mobil semua mata langsung menatap kearahnya dengan di iringi jeritan kagum siswi-siswi SMA Aksara Bangsa itu. Ditambah lagi setelah ia turun, Kaisar juga ikut melangkahkan kakinya keluar mobil sambil menyibakkan rambutnya kebelakang yang mana hal itu tentu saja membuat sekitar area parkir semakin ricuh.
"Gila!! Itu cowok yang pertama keluar siapa anjirr? Ganteng banget"
"Yaampun kak Kaisar makin hari makin ganteng aja"
"Bang jadiin adek istrimu bang"
"Ganteng boleh minta wechat ya gak?"
Kira-kira begitulah jeritan jeritan para kaum hawa ketika melihat Kalandra dan Kaisar yang menuruni mobil dengan gaya mereka.
Kemudian setelahnya keduanya pun berjalan beriringan dengan Kaisar yang pergi ke kelasnya dan Kalandra yang pergi menuju Ruang Kepala sekolah.
"Belajar yang bener! Kalau bolos gue aduin lo sama Papa!" ucap Kalandra ketika mereka akan berpisah di persimpangan koridor.
Kaisar yang mendengar penuturan kakaknya hanya memutar matanya malas. "Iya, Dasar cerewet" sahutnya dengan memelankan nadanya di akhir.
Meski pelan tapi telinga Kalandra itu tajam jadi ia masih bisa mendengar gumaman terakhir sang adik, namun ia hanya mendiamkannya dan berlalu begitu saja meninggalkan Kaisar yang mendengus karena di tinggal begitu saja olehnya.
Begitu sampai di depan ruang kepala sekolah Kalandra sudah bersiap mengangkat tangannya untuk mengetuk pintu itu. Tapi belum sempat ia mengetuk pintu, pintu itu sudah terbuka lebih dulu dan memunculkan dua orang gadis dan satu laki-laki yang berdiri di belakang keduanya.
Menurunkan kembali tangannya yang sudah terangkat di udara Kalandra menatap datar ketiga orang di depannya. Sebelum akhirnya kening ia mengkerut bingung saat mendengar sapaan dari salah orang di depannya itu yang terdengar sangat akrab dengannya.
"Bang Kala?!" seru gadis berambut panjang hitam ke coklat-coklatan nya itu dengan semangat. Namun yang namanya Kalandra bukannya balas menjawab sapaan itu ia malah menaikan sebelah alisnya seolah bertanya, membuat gadis di depannya itu mendengus sebal.
"Ish! Bang Kala, ini gue Celine anak paling cantik, manis, penurut, dan baik hati, Adiknya Bang Dylan" ucap gadis yang tak lain dan tak bukan adalah Celine.
Dan setelah itu akhirnya Kalandra pun ingat dengan gadis di depannya ini. Menarik sudut bibirnya kecil memperlihatkan senyum tipis di wajah tampannya. "Oh lo ya? Sorry Abang lupa" ucapnya dengan nada yang masih sama seperti kepada orang-orang lainnya yaitu... datar.
"Huh.. Padahal kita cuma gak ketemu 6 tahun tapi Bang Kala udah lupa aja nih sama adek kesayangannya" ucap Celine sedikit merajuk
"Dih sejak kapan gue punya adek selain Kaisar?mana kesayangan lagi?" ucap Kalandra mendatarkan mimik wajahnya
Hal itu tentunya sukses membuat Celine merenggut kesal. "Aish! Selalu aja gitu padahal nganggep Kaisar adek aja kagak. Kan elo maunya adek cewek bukan cowok kayak si Kaisar, bang"
Sahutan Celine yang terdengar ketus itu membuat Kalandra terkekeh pelan, "Udahlah jangan ngambek, jadi sejak kapan kamu pulang? Dan ngapain kamu di sekolah ini?" tanya Kalandra mengacak pelan surai panjang itu.
"Ck! Kalau nanya satu-satu kali Bang bingung gue jawabannya harus yang mana dulu" dengus Celine memutar matanya malas. "Gue pulang kemarin dan ya gue pindah ke sekolah ini" timpal Celine menjawab pertanyaan yang di lontarkan Kalandra tadi.
"Oh yaudah sana pergi ke kelas lo! Gue masih ada urusan" ucap Kalandra menganggukkan kepalanya mengerti akan jawaban Celine
"Hmm yaudah bye Bang Kala, gue duluan" ucap Celine melambaikan tangannya sambil berlalu pergi bersama dua sahabatnya.
...------- Zeline Zakeisha -------...
Zeline menatap datar teman-teman sekelasnya yang sedari tadi berisik karena bergosip ria, mulai dari tentang tiga orang murid baru yang menjadi kakak kelas mereka dan seorang guru B. Inggris baru yang katanya tampan pake banget.
Membuat ia yang mendengar semua ocehan itu terasa sangat panas karena mereka terlalu berisik dan akhirnya iapun memilih memakai earphone yang selalu dibawanya kemana-mana itu dan mendengarkan musik dengan volume cukup keras.
Dan setelahnya membenamkan wajahnya di antara lipatan tangannya di atas meja.
Suasana kelas XI IPA-2 yang semula berisik seketika berubah menjadi hening, saat seorang pria asing berwajah tampan dengan kacamata yang bertanger di pangkal hidungnya itu masuk dengan wajah datarnya dan aura dingin penuh intimidasi.
Pria itu terlihat berjalan menuju meja guru dan menaruh beberapa buku yang dibawa bersamanya di atas meja. Setelahnya iapun mengedarkan netra tajamnya itu untuk menyapu setiap sisi kelas beserta murid-murid di dalamnya dengan datar.
Pria yang tak lain dan tak bukan adalah Kalandra itupun sedikit menatap puas penjuru kelas yang nampak bersih. Kemudian ia kembali menatap satu persatu murid-murid yang berada di sana untuk ia ingat setiap wajah muridnya, Sampai akhirnya netra tajamnya itu terhenti pada seorang gadis yang terlihat menelungkup kan wajahnya di atas meja seolah tak perduli dengan keberadaannya di sana.
Perlahan namun pasti kaki jenjangnya itu ia bawa menuju kearah si gadis yang tengah asik mendengarkan musik dibalik earphone yang terpasang di kedua sisi telinganya.
"Ekhem!" Kalandra berdehem cukup keras ketika ia sudah berdiri di samping meja milik gadis itu yang nampak tak terganggu sedikit pun akan kehadirannya. Hingga setelah beberapa saat menunggu namun gadis itu tak kunjung menunjukkan responnya membuat Kalandra kembali berdehem sambil mengetuk meja itu beberapa kali.
Tuk.. Tuk.. Tuk..
Yang mana hal itu sukses menarik gadis itu hingga mendongkakkan kepalanya sambil melepas earphone yang terpasang di telinganya dengan malas. "Huh pantas saja!" dengus Kalandra dalam hati
"Apa?" ujar gadis itu terdengar acuh sambil menolehkan kepalanya untuk melihat siapa orang yang telah mengganggunya, dan seketika itu ia sedikit melebarkan matanya terkejut saat mendapati keberadaan Kalandra di kelasnya.
Namun karena keahliannya mengendalikan mimik wajahnya jadi gadis itu segera bersikap seperti biasa saja.
Sedangkan Kalandra ia juga cukup terkejut dengan seseorang yang berada di depannya ini tapi ia juga dengan segera mengendalikan rasa terkejutnya itu dengan kembali memasang wajah dingin dan datarnya sambil menegur gadis di depannya ini.
"Kamu bisa tidur nanti setelah pelajaran ini selesai" tegur Kalandra yang hal itu hanya diangguki mengerti oleh si gadis yang masih nampak tak acuh dan usai menegur gadi itupun ia berbalik untuk kembali ke depan
"Okey! Hello everyone, perkenalkan saya Kalandra Septian guru baru B. Inggris di sekolah ini. Kalian bisa memanggil saya dengan Pak Kalandra atau terserah kalian ingin memanggil saya apa" ucap Kalandra memperkenalkan dirinya sambil kembali menatap seluruh kelas yang mana lagi-lagi netranya itu kembali berakhir kepada gadis tadi yang terlihat tak tertarik mendengarkannya, terbukti dari dirinya yang menopang dagu dengan sebelah tangannya pada meja sebagai tumpuan.
Membuat ia menyunggingkan senyum yang amat sangat tipis ketika sekelebat ide jahil terlintas di benaknya.
"Ada yang ingin kamu tanyakan Zeline?" Kalandra berucap kepada gadis yang tak lain adalah Zeline, adik dari sahabatnya hingga membuat si empu nama itu tersentak kecil sebelum melayangkan tatapan nyalang kearahnya yang justru tersenyum tipis menyebalkan kearah Zeline.
Hal itu tentu membuat semua tatapan siswa-siswi tertuju kepada Zeline yang mendengus kesal di tempatnya. "¿sabes? Eres un inútil!" ucap Zeline dengan nada datar bahkan bahasa yang digunakannya pun tidak di mengerti oleh teman-temannya
Sementara Kalandra sudah terkekeh pelan ketika mendengar ucapan Zelina yang mengatai nya 'menyebalkan'. Oh ayolah ia mengerti dengan bahasa yang di ucapkan oleh gadis itu makanya ia terkekeh di tambah lagi ternyata wajah sebal gadis itu terlihat sedikit menggemaskan -Eh?
Oke lupakan mari kita lanjutkan saja....
"Okey, ayo mulai pelajaran kita hari ini. Buka buku paket halaman 45 dan terjemahkan seluruh cerita itu ke dalam B. Indonesia tanpa menggunakan bantuan kamus ataupun sebagainya! Catatan itu dibuku tugas kalian dan dikumpulkan hari ini juga." titah Kalandra mengalihkan pembicaraan dengan nada dingin nan tegas tak terbantahkan membuat semua murid kelas XI IPA - 2 mendesah lesu, tentunya kecuali Zeline yang nampak sudah mulai mengerjakan tugasnya.
...***Thank you for reading...
.......
.......
.......
.......
...To Be Continued***...