Zeline Zakeisha

Zeline Zakeisha
Celine Heran



...Jangan lupa vote, like & komen...


...Happy Reading...


.......


.......


.......


Dengan panik dan juga tergesa-gesa Dylan memarkirkan mobilnya sembarangan di depan rumahnya lalu masuk kedalam untuk menemui kedua orang tuanya agar membantunya mencari gadis yang kini hilang entah kemana ketika ia sampai untuk menjemputnya dari tempat bersembunyi gadis itu ketika tengah dikejar-kejar oleh orang-orang yang menurut spekulasinya adalah orang suruhan kedua orang tua gadis itu.


"MA! PA!"teriak Dylan menggema ke seluruh sisi lantai dasar rumahnya ketika pemuda itu berjalan lebih dalam dari mencari keberadaan kedua orangtuanya. Kakinya ia bawa menuju ruang makan ketika ia samar-samar mendengar suara percakapan beberapa orang di sana.


Dan kalian ketika Dylan sampai di sana ia justru melihat gadis yang tengah dicarinya itu sudah duduk manis di salah satu kursi meja makan sambil tersenyum canggung membuat ia dengan tergesa langsung berjalan kearah gadis itu lalu menarik gadis itu kedalam pelukannya.


Yang mana hal itu membuat semua orang yang berada di sana terdiam kaget apalagi dengan oknum yang tengah berada dalam dekapan hangat Dylan. "Kan gue udah bilang tunggu gue di sana. Lo buat gue khawatir aja mana telpon lo gak bisa dihubungin lagi" ujar Dylan sarat akan kekhawatiran wajahnya ia sembunyikan dibalik perpotongan leher gadis;Acha yang nampak masih shock akan tindakannya.


"Sorry, gue gak papa. Orang-orang itu suruhan Mama Papa gue dan mereka gak ngapa-ngapain gue kok cuma maksa gue buat dateng ketemu sama calon tunangan gue doang." ucap Acha pada akhirnya setelah ia bisa menetralkan rasa terkejutnya akibat ulah tiba-tiba Dylan yang asik menghirup aroma tubuhnya.


Pelukan Dylan pada Acha perlahan melonggar lalu tanpa perasaan pemuda itupun mendaratkan sentilan di kening Acha hingga membuat gadis itu mengaduh. "Lain kali jangan bikin gue khawatir lagi. Lo bikin gue ketar-ketir, Cha" Omel Dylan dengan suara beratnya.


"Ck. Sakit Dylan! Iya-iya lain kali gue gak bakal kayak gitu lagi" ucap Acha seraya mengusap keningnya yang pasti memerah karena ulah pemuda di depannya ini.


Dylan ******! Baru aja dia akan baper karena ucapannya yang begitu sarat akan kekhawatiran tapi akhirnya ia malah diomeli. Dengus Acha memaki Dylan di dalam hatinya. "Gak usah ngatain gue! Gue ngomel juga karena khawatir sama lo" cetus Dylan ketika melihat sorot mata Acha yang menatapnya tajam.


Acha berdecih. "Cih. Ni anak cenayang ya?" batin gadis itu memalingkan wajahnya kearah lain.


"UHUk!" suara batuk yang disengaja menyadarkan Dylan dan Acha yang baru sadar jika di sana bukan hanya ada mereka berdua saja.


"Udah mesra-mesrannya?" tanya Clara bernada menggoda kepada sang putra yang menoleh kearah mereka semua lalu tersenyum bak orang bodoh sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


"Ternyata anak kamu lebih ganteng aslinya, ya? daripada di foto" Imbuh seorang wanita seusia Clara menyeletuk dengan senyum kearah Dylan yang kini mengernyitkan dahinya. Ia seperti pernah melihat wanita ini tapi dimana ya. Pikir Dylan.


"Lama gak ketemu Dylan" ucap wanita itu lagi membuat Dylan mengerjap saat mengingat sosok wanita paruh baya di depannya.


Lalu menunduk sopan, "Ah~ Tante, lama tak bertemu." ucap Dylan kemudian matanya beralih kepada pria paruh baya yang duduk di samping wanita paruh baya itu. "Hallo Om" sapa Dylan ramah membuat pria lanjut usia itu tersenyum.


"Baiklah. Mari mulai makan siangnya setelah itu barulah kita bahas inti dari diadakannya pertemuan ini." ucap Galaksi membuat mereka semua mengangguk dan duduk di tempat masing-masing.


Ekor mata Galaksi terlihat melirik seorang maid seolah bertanya dimana keberadaan kedua putrinya yang sejak tadi tak muncul padahal sudah diberitahu jika hari ini akan ada tamu khusus. Hingga saat mereka akan mulai menyantap makan siang mereka suara Celine menginterupsi kegiatan mereka.


"Maaf, aku telat Ma, Pa. Maaf Om Tante" ujar Celine yang hanya di angguki maklum oleh kedua orang tua Acha.


"Tak apa Papa harap ini tidak ada di lain hari. Sekarang duduklah!" titah Galaksi membuat Celine menganggukkan kepala lalu duduk di kursi yang berhadapan dengan Acha yang tersenyum kearahnya saat gadis itu melihat padanya dengan mata membola kaget.


"Kak Acha!" ucap Celine sedikit memekik hingga menarik semua pasangan mata tertuju padanya. Kemudian iapun tertawa canggung saat sadar atas tindakan bodohnya.


Dan acara makan siang itupun berjalan lancar hingga kini semuanya duduk di sofa ruang tamu dengan berbagai cemilan dan teh juga kopi di atas meja. Mereka mulai membahas soal perjodohan antara Dylan dan Acha sambil sesekali bercanda agar tak terlalu serius dan tegang.


...Zeline Zakeisha...


Zeline memarkirkan mobilnya asal di depan rumahnya dan dengan terburu-buru ia berjalan masuk kedalam rumahnya tanpa menghiraukan kebisingan yang terjadi diruang tamu ketika ia melenggang begitu saja tanpa mengucapkan apapun.


Memasuki kamarnya lalu menghempaskan tubuhnya keatas ranjang menatap langit-langit kamarnya. Jantungnya masih berdegup kencang pasca kejadian yang beberapa saat lalu ia alami di Cafe bersama Kalandra dan tanpa sadar bibirnya tertarik keatas membuat senyuman.


"Berhenti degup kenceng bodoh. Dada gue sakit!" ucapnya entah pada siapa sambil memegangi dadanya lalu bayang-bayang ketika Kalandra mengungkapkan perasaannya dan mengecup bibirnya terputar begitu saja dikepalanya hingga membuat ia kembali memekik.


"Ini bener-bener gak beres! Ada yang salah sama gue?!" ucap Zeline lalu beranjak dari ranjangnya dan masuk kedalam kamar mandi untuk berendam air dingin agar mendinginkan pikiran juga hatinya.


...◆◇◆◇◆◇◆◇...


Sementara itu dilantai bawah sana tepatnya diruang tamu terlihat saling melemparkan pandangan ketika Zeline yang berlalu begitu saja tanpa sepatah katapun ketika ia memasuki rumah ditambah lagi jika mereka tak salah lihat kondisi wajah Zeline sedikit memerah.


"Celine, kamu susul adik kamu sana. Tanya keadaannya baik-baik aja apa enggak soalnya tadi wajahnya merah" suruh Clara berujar khawatir pasalnya Zeline itu jarang sakit dan tak biasanya juga gadis itu melenggang begitu saja ketika ia tahu ada tamu yang datang ke rumah mereka.


Menganggukkan kepalanya Celine pun beranjak dari duduk untuk menuruti perintah sang Ibu setelah berpamitan kepada kedua orang tua Acha dan perempuan itu juga tentunya. "Iya Ma. Om Tante permisi."


Tok tok tok!


Celine mengetuk pintu kamar Zeline namun tak mendapat sahutan dari dalam membuat Celine kembali mengetuk pintu kamar itu sekali lagi sebelum memilih masuk tanpa perduli jika Zeline akan marah padanya karena memasuki kamarnya sembarangan.


Alis Celine mengernyit kala ia masuk kedalam kamar sang adik namun tak mendapati adiknya di dalam sana tapi ia mendengar suara gemericik air dari dalam kamar mandi. Berjalan mendekat kearah pintu kamar mandi Celine pun kembali mengetuk pintu sambil memanggil Zeline di dalam sana.


"Zeline? Dek, lo didalem?"


"Iya, ada apa?" sahut Zeline dari dalam setelah beberapa detik Celine bertanya.


"Lo baik-baik aja kan?" tanya Celine kembali namun tak langsung dijawab oleh Zeline seperti tadi.


"Iya gue oke kok. Kenapa?" ucap Zeline membuka pintu kamar mandi dan berjalan keluar dengan balutan brathobe dan tangan yang sibuk mengering rambut panjangnya tatapan menatap sang kakak yang berdiri di depan pintu kamar mandinya.


"Gak papa, tadi wajah lo merah takutnya lo sakit lagi."


"Gue gak papa cuma kepanasan aja tadi abis dari luar" sahut Zeline berjalan menuju meja riasnya untuk menyalakan hairdryer dan mengeringkan rambutnya.


"Oh gitu. Terus lo abis dari mana?" tanya Celine berjalan menuju ranjang Zeline dan duduk di tepi ranjang berukuran queen size itu menatap sang adik dari pantulan cermin.


"Cuma jalan-jalan"


Dahi Celine mengernyitkan heran tak percaya jika adik satu-satunya itu pergi jalan-jalan karena pasalnya adiknya itu sangat betah di rumah, keluar pun itu hanya untuk pergi ke sekolah atau dipaksa olehnya dan Bang Dylan selebihnya ia selalu berada di rumah.


"Tumben?"


"Lagi pengen" jawab Zeline acuh membuat Celine hanya ber-oh-ria sebagai tanggapan.


"Oh yaudah habis pakek baju langsung susul ke ruang tamu, ada keluarga calonnya Bang Dylan soalnya." ucap Celine seraya beranjak keluar dari kamar Zeline yang hanya menganggukkan kepala singkat.


...Thank you for reading...


.......


.......


.......


.......


...To Be Continued...