Zeline Zakeisha

Zeline Zakeisha
Masa lalu Zeline



...Jangan lupa vote, like & komen...


...Happy Reading...


.......


.......


.......


5 years ago


Pagi ini di cuaca hari yang mendung semua maid yang bekerja di mansion besar milik keluarga Galaksi terlihat sibuk melakukan tugas-tugas mereka masing-masing. Mulai dari membersihkan peralatan rumah, menyiapkan sarapan untuk bagian pengurus dapur, menyapu halaman rumah dan masih banyak lagi.


Saat itu ketika semua anggota keluarga Galaksi telah berkumpul di meja makan untuk mulai menyantap sarapan pagi mereka hanya ada satu anggota yang belum berkumpul di sana padahal biasanya satu anggota keluarga itu adalah orang yang paling tepat waktu diantara orang-orang yang lainnya.


Membuat sang kepala keluarga yaitu Lintang Cahya Galaksi mengernyitkan keningnya heran. “Dimana Zeline?” tanyanya kepada salah seorang maid yang merupakan kepala pelayan di mansion tersebut.


”Saya tidak tahu tuan, mungkin nona masih berada di kamarnya.” balas Kepala pelayan itu menunduk sopan.


“Kalau begitu seseorang panggil dia. Tidak seperti biasanya dia belum ada di sini ketika semua orang telah berkumpul” titahnya dan di angguki oleh kepala pelayan tersebut yang satu itu juga menyuruh salah seorang maid perempuan untuk pergi memanggil Zeline di kamarnya.


Beberapa saat setelah maid itu pergi untuk melaksanakan tugasnya memanggil sang nona ia pun kembali lagi dengan raut wajah cemas dan terburu-buru.


“Tuan Nyonya! Non Zeline hilang!” ujarnya panik begitu sampai di ruang makan membuat semua orang yang berada di sana membelalakkan matanya terkejut.


“Jangan bercanda!” sentak Dylan menatap tajam sang maid yang langsung menundukkan kepalanya takut begitu melihat tatapan tajam Dylan yang menusuk.


“Sa-saya tidak bercanda tuan muda, tadi ketika saya telah mengetuk pintu kamar nona berkali-kali namun ia tak ada menyahut membuat saya dengan ragu membuka pintu kamarnya dan begitu saya membuka kamarnya saya tidak mendapati nona di sana bahkan saya juga memeriksa kamar mandi dan walk in-closet kamarnya pun saya tak mendapati nona di sana.” jelas maid itu tergagap membuat Dylan yang masih tak percaya dengan apa yang dikatakannya pun segera berlalu dari sana untuk memastikannya sendiri.


Tentunya diikuti oleh Clara dan Galaksi. Dan ternyata benar saja apa yang dikatakan maid tersebut setelah Dylan memeriksa setiap detail sisi kamar Zeline ia sama sekali tak menemukan keberadaan sang adik di sana. Membuat Clara yang mengetahui kebenarannya itu seketika pingsan dan menambah kepanikan orang-orang yang berada di sana.


“Kalian semua cari Zeline di setiap penjuru mansion dan suruh penjaga keamanan bagian CCTV untuk melihat rekaman CCTV kamar Zeline dari kemarin malam. Lalu setelahnya segera laporkan kepadaku!” titah Galaksi berucap dingin nan tegas sambil mengangkat tubuh sang istri untuk dibawanya ke kamar utama.


Sementara Dylan ia segera menelpon beberapa orang yang pernah ia lihat dekat dengan sang adik.


.


.


.


.


*Dor!


*Bruk


Zeline melesatkan satu tembakan pada leher seorang pria yang telah ia amati beberapa menit yang lalu dari atas pohon. Setelah melihat seseorang itu ambruk Zeline punya turun dan berjalan mendekat kearah orang tersebut dengan tatapannya yang begitu dingin bahkan tak ada rasa belas kasihan pun di sana.


Menatap datar mayat orang itu yang mati dengan mata melotot. Hingga saat ia tengah menatapi mayat tersebut seseorang pria paruh baya datang menghampirinya dan menepuk kepalanya bangga.


“Good. Untuk ukuran seorang gadis kecil pemula sepertimu ini benar-benar permulaan yang bagus,” puji pria paruh baya tersebut membuat Zeline mendongakkan menatapnya.


“Selanjutnya apa lagi?” tanyanya begitu dingin.


“Kita akan pergi ke hutan amazon untuk berlatih bersama teman-temanmu yang lainnya.” ucap pria itu yang hanya di angguki oleh Zeline.


Saat itu Zeline yang masih berusia 13 tahun dimana ia baru saja akan menginjakkan kakinya di jenjang pendidikan tingkat pertama. Dimana anak seusianya bermain dan menambah sosialisasi Zeline justru menawarkan dirinya sendiri untuk masuk kedalam sebuah organisasi yang dimana orang-orang berhati kejam berkumpul di sana.


Jika kalian berpikir Zeline masuk ke organisasi pembunuh bayaran atau gangster dan semacamnya maka kalian benar. Kalian pasti bingung bagaimana bisa seorang gadis kecil berusia 13 tahun masuk organisasi seperti itu.


Jadi begini saat itu ketika malam menunjukkan pukul 23.06 Zeline terbangun dari tidurnya karena haus dan beranjak dari kamarnya untuk pergi ke dapur. Namun di saat ia akan pergi ke dapur dan melewati pintu ruang kerja kedua orang tuanya yang tak tertutup rapat Zeline tak sengaja mendengar pembicaraan kedua orang tuanya yang tengah membicarakan tentang kakak pertamanya yaitu Dylan.


Dimana keduanya mengatakan bila saat ini Dylan tengah dicari oleh sekelompok mafia yang sepertinya merupakan suruhan ayah kandung dari Dylan. Dan hal itu pasti akan membahayakan keselamatan keluarganya terutama Dylan karena saat itu ketika Clara menerima Dylan dari ibu kandungnya keadaan ibu pemuda itu nampak mengenaskan dengan darah dimana-mana juga tengah dikejar-kejar oleh sekelompok orang yang merupakan mafia juga.


Awalnya Zeline terkejut mengetahui fakta bila Dylan kakak pertamanya itu ternyata bukanlah anak kandung dari kedua orang tuanya. Namun setelah itu ia mengerti pasti ada misteri dibalik kenapa kedua orang tuanya mengadopsi Dylan apalagi yang dapat ia simpulkan dari cerita ibunya itu mengatakan bila ibu kandung Dylan tengah di kejar-kejar oleh sekelompok mafia.


Maka dari itulah Zeline bertekad untuk melindungi setiap anggota keluarganya terutama Dylan sang kakak dari kelompok mafia yang tak ia ketahui tersebut.


Selama tiga tahun Zeline terus berlatih dan menjadi anggota elit di dalam organisasi itu membantai dan menyelesaikan misi yang diperintahkan oleh sang atasan padanya hingga iapun memilih untuk kembali kepada keluarganya yang pasti terus mencarinya dan mengkhawatirkannya.


Dan di malam ia menyelesaikan misi terakhir bersama teman setimnya sebelum kembali pulang iapun bertemu dengan seorang pemuda yang usianya sekitar sama dengan kakak perempuannya itu tengah mabuk dan ambruk pingsan di depannya.


Saat itu sebenarnya Zeline bisa saja pergi begitu saja namun karena ia juga masih memiliki sedikit rasa kemanusiaan akhirnya iapun memilih untuk menolong pemuda tersebut. Dan siapa sangka setelah pemuda itu tersadar akibat muntah keduanya menjadi dekat karena ia dan pemuda tersebut kembali bertemu di sekolah menengah pertama di hari kelulusan Zeline yang lompat kelas.


...┈┈┈┈․° ☣ °․┈┈┈┈...


Setelah Zeline benar-benar dinyatakan menghilang keluarga Galaksi dengan segera bertindak menutupi kasus itu agar tak tercium oleh publik. Dan masih gencar mencari keberadaan Zeline tanpa kenal lelah hingga tiga tahun berlalu Zeline tiba-tiba saja kembali dalam keadaan baik-baik saja membuat semua orang bersyukur akan semua itu meski mereka tak tahu kemana menghilangnya Zeline.


Karena saat semua anggota keluarga menanyakan kemana perginya Zeline gadis itu hanya akan diam tanpa mau menjawab dengan raut wajah dingin tak tersentuh hingga membuat semua orang yang berada di sekitarnya merasakan hawa dingin.


...┈┈┈┈․° ☣ °․┈┈┈┈...


.


.


.


Bel pulang sekolah telah berbunyi sejak 10 menit yang lalu, Namun Zeline terlihat masih betah duduk di kursi kelas sambil menatap keluar jendela dengan datar memperhatikan beberapa siswa-siswi yang tengah mengikuti ekstrakurikuler dilapangan.


Hingga ketika ia tengah memperhatikan lapangan itu suara dering ponselnya yang berada di atas meja mengalihkan atensinya dan melihat siapa orang yang telah menelponnya. Membuat ia bangun dari duduknya seraya mengangkat panggilan telpon tersebut dan berjalan keluar dari kelas dengan tas ransel yang ia sampirkan di bahunya.


“Bos saya sudah ada di depan gerbang sekolah anda” ucap seseorang dari balik telpon itu kepada Zeline yang hanya berdehem sebagai balasan sebelum memutuskan panggilan telpon itu secara sepihak.


Begitu Zeline sampai di gerbang sekolah dan melihat sebuah mobil SUV berwarna silver terparkir di sana dengan segera ia masuk kesana dan mobil itupun melesat pergi menjauh dari area sekolah.


Yang mana tanpa Zeline sadari Kalandra yang saat itu hendak menyusulnya untuk mengajaknya pulang bersama itu mengernyitkan dahinya heran karena supir dan mobil yang menjemput Zeline berbeda dengan yang biasanya apalagi ketika ia melihat mobil itu melaju kearah sebaliknya dari arah mansion keluarga Galaksi.


“Lagi Zeline. Gue nemuin hal yang janggal dari lo.” batin Kalandra seraya berbalik untuk pergi ke area parkiran sekolah dimana mobilnya terparkir di sana.


-----𝙲𝙾𝙻𝙳 𝙰𝙽𝙳 𝙱𝙰𝙳-----


Jangan lupa vote, like & komen.


Mobil yang Zeline tumpangi berhenti di depan sebuah rumah berukuran sedang yang berada di tengah hutan. “Kamu sudah menemukan informasi orang yang waktu itu aku suruh selidiki?” tanya Zeline pada Revan yang berjalan mengikutinya masuk kedalam rumah itu.


“Ya bos, dari informasi yang dapat saya lacak dia merupakan putra dari seorang mafia yang menguasai wilayah Amerika Selatan. Dari yang dapat saya cari orang ini telah mencari anda selama 3 tahun dan dari pergerakan lainnya juga saya mendapatkan jejak jika ia tengah mencari keberadaan tuan muda Dylan sejak 5 tahun lalu.” jelas Revan membuat Zeline menghentikan langkah kakinya mendadak.


“Aku pikir kita belum pernah bertemu ataupun terlibat dengan pemuda itu kenapa ia mencariku?” tanya Zeline sedangkan hatinya entah mengapa merasa gusar. “Damn it! Orang yang menjadi ancaman keluarga gue dan yang selama ini ngincar bang Dylan ternyata juga ngincar gue.” umpatnya dalam hati.


“Anda dengan dia pernah bertemu di acara lelang beberapa tahun lalu Bos,” tutur Revan membuat Zeline memutar ingatannya. Sepertinya pemuda yang waktu itu berdebat dengannya memperebutkan Pistol yang membunuh Jesse James, meski pada akhirnya ia yang memenangkan pistol tersebut.


“Hais terserahlah. Terus awasi saja orang itu dan suruh anak buah yang lain untuk lebih memperketat penjagaan terhadap semua anggota keluarga Galaksi!” titah Zeline membuat Revan menganggukkan kepalanya patuh.


“Daftar barang yang akan di lelang malam ini apa kamu sudah mendapatkannya?” tanya Zeline seraya duduk di sofa single yang berada ditengah ruang tamu sikunya terlihat menumpu pada sisi sofa untuk menjadi penopang kepalanya dan matanya terlihat melirik kearah Revan yang kini menyodorkan sebuah amplop coklat dimana didalamnya berisi semua daftar barang lelang.


Membuat ia membukanya dan membaca satu persatu deretan daftar tersebut. “Malam ini kita harus mendapatkan berlian merah ini.” jari Zeline menunjuk satu kata yang berada dibarisan tengah daftar dengan senyum miringnya.


Sementara Revan hanya ikut tersenyum dan menganggukkan kepalanya mengerti. Apa yang sudah Zeline pilih dan inginkan maka benda itu harus menjadi miliknya.


...Thank you for reading...


.......


.......


.......


.......


...To Be Continued...


Eh asli ini part paling amburadul kayaknya. Author benar-benar minta maaf nih ya kalo makin kesini makin gak nyambung cerita nya🙃 Soalnya nih nya aku tuh kalo nulis udh masuk ke pertengahan suka malah jadi acak-acakan entah kenapa gitu😞 jadi kalo makin gak nyambung sorry ya 😊 harap dimaklum pokoknya mh🙂