Zeline Zakeisha

Zeline Zakeisha
Terjebak



...Jangan lupa vote, like & komen...


...Happy Reading...


.......


.......


.......


Tok Tok Tok!


“Tuan di depan mansion ada seorang gadis yang ingin menemui anda, katanya ada hal penting yang ingin ia bicarakan dengan tuan. Haruskah saya mengizinkannya masuk?” pria berjas hitam dengan Earpiece yang terpasang di telinganya itu mengetuk pintu bercat putih di mana ruangan itu adalah ruang kerja milik tuanya.


Sementara pemuda di dalam sana yang mendengar penuturan sang bawahan lantas beranjak dari meja kerja dan membuka pintu. “Biarkan dia masuk dan suruh para pelayan menyiapkan makanan spesial untuk siang ini.” ucap pemuda itu yang langsung di angguki oleh sang bawahan dan memberi arahan pada temannya yang menjaga di depan mansion agar membukakan pintu dan membiarkan seseorang itu masuk.


Dan saat ia sampai di anak tangga terakhir pemuda itu tersenyum tipis tidak! Mungkin lebih tepatnya menyeringai.


“Akh~ Honey kenapa kau jauh-jauh datang ke sini, tahu kau akan ke sini mungkin aku akan mengirimkan seseorang untuk menjemput mu,” ucap pemuda itu merentangkan tangannya lebar seolah memberikan isyarat pada seseorang itu agar memeluknya.


Tapi hanya di balas decihan pelan dan tatapan sinis dari orang tersebut. “Berhenti memanggilku Honey! Itu menjijikkan. Dan orang-orang yang kau suruh itu payah jadi lain kali suruh seseorang yang benar-benar tangguh jika ingin membawaku dengan paksa.” sarkas orang tersebut hingga membuat pemuda itu tertawa karena ucapannya.


“Oh oh baiklah, aku akan mengingat itu untuk lain kali. Jadi baby, apa yang membawamu ke sini?” tanya pemuda itu berjalan mendekat kearah Zeline yang masih bergeming di tempatnya berdiri.


Kemudian menarik lembut lengan gadis itu kearah sofa di ruang tamu. Menepis kasar tangan pemuda yang memegang lengannya seraya berucap, “Kau tahu jelas akan maksud kedatanganku ke sini, Tuan Jayden Alexander.”


Yah pemuda itu adalah Jayden.


Kembali mengulas senyum miringnya Jayden lantas memajukan sedikit tubuhnya mendekat kearah Zeline. “Senang rasanya ketika kamu masih mengingatku,” Tangannya terulur untuk menyentuh pipi halus nan lembut Zeline namun sebelum itu terjadi tangannya sudah di tepis lebih dulu oleh Zeline.


“To the-”


“Tuan makan siang telah siap.” ucap seorang pelayan wanita yang tiba-tiba muncul dari arah dapur menghentikan ucapan Zeline yang belum selesai terucap.


Bangun dari duduknya Jayden pun mengulurkan tangannya kepada Zeline. “Ayo makan siang terlebih dahulu, aku tak bisa membicarakan hal yang sangat penting jika sedang lapar” ucap Jayden namun sama sekali tidak di anggap oleh Zeline.


“Gue gak punya waktu buat makan siang sama lo di sini, gue cuma mau ngomongin masalah-”


Lagi ucapan Zeline berhenti karena jari telunjuk Jayden menempel di bibir ranumnya. “Kita bisa bicarain itu setelah makan, Babe” sanggah Jayden membuat Zeline kembali menepis tangannya lalu mendengus sebelum berjalan lebih dulu kearah ruang makan tanpa sepatah katapun meninggalkan Jayden yang tersenyum penuh kemenangan.


Lalu ia memberi isyarat jari telunjuknya pada pemuda yang tadi mengetuk pintu ruangannya untuk mendekat kearahnya.


“Iya tuan?”


“Kau benar-benar sudah mengoleskannya?"


“Ya, sesuai dengan yang Anda perintahkan.“


Mendengar hal itu membuat Jayden mengulas senyum miringnya dan menatap punggung sempit Zeline yang tiba-tiba saja menghentikan langkahnya dan sedikit menolehkan kepalanya kearah Jayden dengan lirikan tajam menghunus.


“Gak usah buat trik murahan dan rendahan, gue gak bakal ke jebak!” ujar dingin Zeline membuat Jayden terkekeh mendengarnya dan berjalan menyusul gadis itu.


“Aku tahu itu, kau tak perlu khawatir.” balas Jayden menarik Zeline untuk melanjutkan langkahnya menuju ruang makan. Namun baru saja Zeline duduk di kursi depan meja makan, tiba-tiba saja dering ponsel miliknya membuat ia mendengus.


Semula ia memilih mengabaikannya tapi deringan itu terus berulang-ulang hingga membuat ia geram sendiri.


“Angkat saja, mungkin itu penting.” suruh Jayden seraya mulai menyuapkan makanan ke dalam mulutnya sementara Zeline beranjak dari duduknya dan berjalan sedikit menjauh dari meja makan guna mengangkat telpon.


📞Line'Sister is Calling...


Menarik nafasnya sejenak lalu menghembuskannya Zeline pun mengeser ikon hijau ke atas untuk mengangkat dan menempelkan benda pipih persegi itu di daun telinganya.


“Yak! Bocah nakal! Di mana lo hah?! Lo gak masuk sekolah... Lagi. Ke mana lo pergi hah?! Gue jpnyari lo di kelas tadi tapi temen-temen sekelas lo bilang kalau lo gak masuk sekolah udah hampir lima hari sama hari ini. Lo sebenarnya pergi ke mana, sih?!” Omel Celine dari sebrang sana membuat Zeline menjauhkan handphonenya dari telinganya.


“Emang lo izin buat apa hah? Kan gue udah suruh lo buat sekolah sementara Mama gue yang jagain. Terus kalau pun lo udah izin sama kepala sekolah tapi lo gak izin sama Papa ataupun gue karena gak masuk sekolah! Satu lagi kemarin malam lo pergi ke mana sampek gak pulang?!” Sembur Celine dengan omelannya pada Zeline yang kini memijit pangkal hidungnya karena mendengar omelannya.


“Gue nginep di Penthouse ab-”


“Gak usah bohong tadi pagi gue udah nelpon abang nanyain keberadaan lo ada di sana atau gak, dan dia bilang lo emang datang ke sana tapi cuma sampai pukul sembilan malam aja setelah itu lo pamit pulang jadi, jujur sama gue sekarang lo ada di mana?” Tanpa mendengarkan ucapan Zeline hingga selesai Celine sudah lebih dulu menyela hingga Zeline terdiam sebelum menghela nafasnya.


Kepala Zeline menoleh kebelakang melirik kearah Jayden yang duduk manis di meja makan sambil menikmati makan siangnya dan sesekali melirik kearahnya dengan seulas senyum tipis.


“Sekarang gue lagi ada urusan Kak, kita bicara lagi nanti setelah urusan gue selesai.”


“Gak! Lo harus kasih tahu gue sekarang, kalo gak gue bakal laporin ini sama Papa dan lo harus inget sore nanti Mama pulang jadi gue harus mastiin lo ada di mana dan pulang tepat waktu sebelum Mama sampai di rumah, ya!” tekan Celine tak mau tahu.


“Gue inget itu, gue pastiin sebelum Mama sampai rumah gue udah ada di rumah sama lo, gak usah khawatir. Udah ya? Gue tutup telponnya, bye kak” Ucap Zeline langsung menutup telponnya sepihak hingga membuat Celine di sebrang sana mendengus sebal.


.


.


.


“Yak! Zeline Zakeisha Galaksi! Sialan tuh anak main tutup telponnya seenak jidat aja!” gerutu Celine menatap kesal layar ponselnya yang menunjukkan sambungan telponnya dengan sang adik telah terputus.


Jasmine yang duduk di sampingnya hanya menatap Celine dengan pandangan polosnya sambil terus menyuapkan snack yang berada di pangkuannya sejak 30 menit yang lalu.


“Kenapa?“ tanyanya bersuara saat Celine melemparkan handphonenya dengan kasar ke atas meja ruang tengah Mansion megahnya.


Menatap kesal TV yang menyala di hadapannya Celine lantas merebut snack berukuran besar dari pangkuan Jasmine dan memakannya dengan sedikit emosi.


Sementara Jasmine si pemilik snack, yang di rebut secara paksa oleh Celine lantas protes tak terima. “Hey! Itu punya gue! Kalau lo mau tuh ambil yang lain kan di atas meja masih banyak,“ sebal Jasmine hendak kembali merebut snack dalam pelukan Celine namun tangannya justru di tepis kasar oleh Celine seraya mendelik tajam kearahnya hingga membuat bulu kuduknya merinding.


“Ni anak lagi PMS ya? Nyeremin amat,”  Batin Jasmine memilih untuk mengalah dan membiarkan snack kesukaannya itu di ambil alih oleh Celine sementara ia mengambil snack lain yang berada di atas meja.


...◆:*:◇:*:◆:*:◇:*:◆...


Beranjak dari duduknya di sofa single yang berada di ruang tamu Jayden, Zeline lantas mengerjapkan kedua kelopak matanya yang terasa berat sejak beberapa menit yang lalu di saat ia dan pemuda yang duduk di depannya itu masih membahas sebuah kesepakatan tentang sesuatu.


“Gue harap lo nepatin semua kesepakatan yang kita bahas tadi.”


“Ck.Sial ada apa sama gue? Kenapa tiba-tiba gue ngantuk berat kayak gini?” batin Zeline mencoba mempertahankan kesadarannya yang perlahan mulai terenggut.


“Tentu, kamu bisa percaya padaku. Aku akan menepati semuanya.” balas Jayden dengan smirknya yang tercetak jelas saat melihat gelagat Zeline yang sepertinya mulai terpengaruh dengan efek obat tidur yang telah di oleskan oleh para bawahnya di alat makan Zeline tadi.


“Jayden bajingan dia pasti naruh sesuatu di makanan tadi, sebelum kesadaran gue hilang gue harus buru-buru keluar dari sini.” batin Zeline seraya menggelengkan kepalanya pelan dan melangkahkan kakinya untuk pergi dari sana setelah berucap,“Kalo gitu gue pergi,"


Dan tepat setelah ia menyelesaikan ucapannya itu kesadarannya hilang membuat tubuhnya ambruk kedalam pelukan Jayden yang dengan sigap menangkap tubuhnya.


Telapak tangan pemuda itu yang tak menahan tubuh Zeline terangkat, membelai wajah cantik rupawan Zeline.


“Akh~ Kau memang mempesona Baby, bahkan ketika tidur pun kecantikanmu bertambah berkali-kali lipat.” gumamnya lalu mengangkat tubuh Zeline ala bridal yang mana terasa sangat ringan di gendongannya, membawa Zeline yang tak sadarkan diri itu menuju ke lantai dua mansionnya di mana kamar utama yang merupakan kamarnya berada di sana.


...Thank you for reading...


.......


.......


.......


.......


...To Be Continued...