Zeline Zakeisha

Zeline Zakeisha
Cara deketin cewek gimana?



...Jangan lupa vote, like & komen...


...Happy Reading...


.......


.......


.......


Suasana koridor sekolah pagi ini nampak begitu ramai karena siswa-siswi yang sudah berdatangan ke sekolah begitu pula dengan Celine dan Jasmine yang kini tengah berjalan di Koridor menuju ke kelas mereka sambil bercerita ini itu apalagi wajah berseri-seri milik Celine nampak begitu mempesona dimata para siswa yang melihatnya.


Hingga ketika Celine melihat tiga orang pemuda yang berjalan berlawanan dengannya itu seketika menghentikan langkah kakinya. "Morning Lan" sapa hangat Celine dengan nada cerianya membuat Jasmine dan dua orang yang berada di samping pemuda yang disapa 'Lan' itu mengerutkan dahi mereka heran.


"Morning" balas pemuda itu yang tak lain adalah Alan dengan senyum tipis lalu setelahnya melanjutkan langkah kakinya sebelum suara Celine menginterupsinya.


"Jam 07.00 malam ini gue tunggu lo di alun-alun kota" ucap Celine pada Alan yang menghentikan langkah kakinya seraya menoleh dan menganggukkan kepalanya.


"Oke, gue usahain gak terlambat" sahut Alan kembali melanjutkan langkah kakinya menuju kantin belakang sekolah bersama kedua sahabatnya yang terlihat bertanya-tanya dengan hubungan kedua orang yang sewaktu kemarin masih selalu adu bacot kalau bertemu.


Begitupun dengan Celine yang kembali melanjutkan langkah kakinya setelah mendengar sahutan Alan. "Lo sama tuh cowok udah baikan?" tanya Jasmine penasaran sambil menoleh kearah Celine.


"Hmm mungkin" jawab Celine yang tak terlalu perduli lagipula jika dipikir-pikir mereka berdua bertengkar hanya karena masalah sepele jadi ada baiknya jika itu dilupakan saja.


...Zeline Zakeisha...


Ting Tong ~


Suara bel apartemen yang berbunyi mengalihkan atensi seorang gadis yang tengah mengemil di depan sebuah televisi yang menampilkan sebuah program acara. Membuat ia beranjak dari duduknya guna membuka pintu apartemen.


"Siapa lo?" pertanyaan bernada dingin terdengar begitu gadis itu membuka pintu apartemen dan mendapati seorang pemuda berperawakan bak tokoh manga yang keluar dari dunia komik memandangnya dengan dingin.


Gadis itu terdiam untuk beberapa saat, "Kalandra tambah ganteng aja, sama kayak yang lainnya" batinnya menatap lamat-lamat wajah tampan rupawan milik sahabat lamanya.


Sebelum akhirnya tersadar dan berdehem pelan, "Acha, lo lupa?" tanyanya pada Kalandra yang melebarkan pupil matanya untuk sesaat setelah mendengar namanya, lalu kembali memasang wajah biasa saja.


"Oh lo, lama tak jumpa. Bisa gue masuk?" ucap Kalandra masih dengan nada seperti biasanya membuat Acha teringat jika mereka masih berada di depan pintu masuk dengan dengusan kecil Acha mempersilahkan Kalandra untuk masuk kedalam.


Ternyata sahabat lamanya ini tak banyak berubah masih sama dinginnya dengan Kalandra tujuh tahun yang lalu, Pikirnya.


"Kenapa lo bisa di apart Dylan?" tanya Kalandra saat mereka berjalan beriringan menuju ruang tengah.


"Gue kabur dari rumah dan ketemu Dylan yang berbaik hati mau nampung gue di apartemennya dengan syarat gue jadi pembantunya" jelas Acha menghentikan langkahnya di ruang tengah lalu melirik Kalandra yang hanya menganggukkan kepalanya sebagai tanggapan dari penjelasannya.


"Dylan ada di kamarnya lagi main PS sama Erland" beritahu Acha mendudukkan tubuhnya di sofa untuk kembali melanjutkan acara mengemil santainya. Sementara Kalandra langsung berlalu pergi menuju kamar Dylan yang berada di lantai dua yang mana ia tahu betul dimana letak kamar pemuda berdimple itu.


*Cklek


Pintu kamar berwarna abu-abu tua itu Kalandra buka tanpa mengutuknya terlebih dahulu, dan saat ia membuka pintu itu dan melangkah masuk kedalam bisa ia dengar berbagai macam umpatan ataupun hewan-hewan di kebun binatang terucap saling bersahutan.


Membuat ia memutar matanya malas, seraya menutup pintu dan setelahnya berjalan kearah kasur besar milik Dylan dan menjatuhkan tubuhnya di sana.


"Berisik!" sentak Kalandra melemparkan sebuah guling kepada kedua orang yang tersentak kaget karenanya.


"Yak! Sejak kapan lo disini?!" teriak Erland dan Dylan berbarengan sambil menoleh kearah Kalandra yang tengah menatap langit-langit kamar Dylan.


Pasalnya keduanya tidak menyadari kedatangan Kalandra yang masuk ke kamar itu. "Baru aja"


"Lo gak ada jadwal ngajar di sekolah?" tanya Erland heran karena temannya yang satu itu belakangan ini selalu sibuk.


"Gak, gue lagi free makanya bisa kesini" sahutnya tanpa menoleh pada kedua sahabatnya dan masih asik memandangi langit-langit kamar Dylan.


"Tante gak marah lo biarin cewek tinggal di apartemen lo?" tanya Kalandra tiba-tiba pada Dylan yang tadi hendak kembali berkonsentrasi pada permainannya seketika sedikit menegang.


"Belum gue kasih tahu"


Lalu setelahnya terjadi keheningan untuk beberapa saat tapi tidak benar-benar hening karena suara umpatan Dylan dan Erland yang kembali bersahutan. Hingga Kalandra kembali bersuara.


"Dy?"


"Hmm" sahut Dylan tanpa menoleh masih fokus pada permainannya.


"Cara deketin cewek gimana?" tanya Kalandra seraya bangun tidur terlentang nya menjadi duduk sementara Dylan langsung tersedak air liurnya sendiri ketika mendengar pertanyaannya. Hal yang tak jauh berbeda juga terjadi pada Erland yang tengah meminum soda kaleng tersedak hingga hidungnya sedikit perih karena terkejut akan pertanyaannya. Oh kalian pasti tahu bagaimana rasanya kan? Perih banget bangsat apalagi ini soda!


*UHUK UHUK!


"WHAT! Gue gak salah denger? Seorang Kalandra Septian Aldebaran bertanya bagaimana cara deketin cewek ke gue?!" ucap Dylan setelah ia tak tersedak lagi.


“Gue cuma nanya, kalau gak mau jawab ya udah” acuh Kalandra sambil kembali merebahkan tubuhnya dan menatap langit-langit kamar Dylan dengan pikiran yang melayang kemana-mana.


Dylan tersenyum lalu memilih meninggalkan permainannya untuk beralih naik keatas kasurnya dan ikut merebahkan tubuhnya di samping Kalandra. “Deketin cewek mah gampang Kal, asal lo pepet terus dan tahu apa kebiasaannya, semua kesukaannya itu gampang. Tapi itu juga belum tentu bisa luluhin tuh cewek karena itu tergantung sama cewek itu sendiri. Lagian cewek mana yang mau lo deketin? Gue penasaran siapa tuh cewek yang bisa narik perhatian lo kayak gini” ucap Dylan menatap langit-langit kamarnya juga dan Erland yang melihat kedua sahabatnya berbincang di atas kasur pun memilih untuk ikut bergabung dan mendudukkan tubuhnya di sisi Kalandra yang masih kosong, jadi posisinya Kalandra terhimpit oleh kedua sahabatnya.


“Iya Kal, gue juga penasaran cewek mana sih?” timpal Erland


“Sial! Virus si Dylan udah nyebar aja,” celetuk Erland membuat Dylan yang mendengarnya mendelik kepadanya tak terima.


“Heh! Gue gak punya virus ya! Jadi mana bisa nyebarin virus goblok!” maki Dylan melempar bantal tepat kearah wajah tampan Erland.


“Lah gue bener, lo kan punya virus gila dan sekarang Kalandra juga ikutan gila kayak lo, liat!” ucap Erland menunjuk kearah Kalandra menggunakan dagunya karena memang Kalandra yang masih senyum-senyum gak jelas.


Membuat Dylan yang melihatnya tanpa sadar mengangguk mengiyakan, “Bener, si Kalandra ikutan gila” gumamnya pelan.


“Dia cewek yang dingin, tapi kalau dia lagi kesel dia tuh keliatan gemesin banget” ucap Kalandra kemudian, setelah diam selama beberapa saat membuat kedua sahabatnya menatap wajahnya lekat-lekat.


“Kal lo yang bener aja, lo suka sama cewek dingin? Sedangkan lo juga kayak gitu, nanti kalau lo berdua nikah atau jalan berdua apa gak kayak kulkas berjalan?” ucap Erland memandang Kalandra yang kini mendatarkan mimik wajahnya.


“Enak aja lo, ya gak bakal lah. Dingin-dingin gini gue juga bisa berubah jadi soft dan hangat kalau sama orang yang gue suka, ya!” bantah Kalandra membuat kedua sahabatnya itu memandang dirinya tak percaya akan apa yang baru saja ia  ucapkan.


“Masa sih?gue belum pernah liat tuh elo berubah jadi soft dan hangat” ujar Dylan tak percaya membuat Kalandra mendengus.


“Ya kan gue belum pernah suka sama seseorang jadi mana tahu kalian gue kayak gitu” balas Kalandra menyahut malas membuat Dylan dan Erland mengangguk membenarkan, “benar juga sahabat satunya inikan hidupnya membosankan sekali, dari lahir sampai segede ini aja dia belum pernah yang namanya jatuh cinta apalagi pacaran,” batin keduanya


“Oke oke, balik lagi ke pertanyaan awal jadi siapa cewek yang bisa ngambil perhatian lo?” ucap Erland bertanya dengan penasaran.


Untuk beberapa saat Kalandra diam tak menyahut, pikirannya berkecamuk menimbang-nimbang apa ia harus memberitahu kedua sahabatnya ini atau tidak. Sebelum akhirnya menjawab “Lo berdua juga tahu” ucapnya membuat kedua sahabatnya bingung dan berpikir.


Keadaan kamar itu untuk sesaat berubah menjadi hening karena Dylan dan Erland tengah berpikir keras menebak-nebak siapa orang yang dimaksud oleh Kalandra.


Hingga suara Dylan memecah keheningan di tengah kamar luas itu dengan suara jentikkan jarinya.


Tak!


“Zeline Adek gue, ya?” celetuknya membuat Kalandra membolakan matanya dan pipinya yang entah sadar atau tidak kini sedikit bersemu merah hingga membuat Dylan dan Erland yang melihatnya tertawa.


“Di lihat dari raut wajahnya aja itu udah ngebuktiin kalo celetukan lo bener, Dy” imbuh Erland tertawa meledek kearah Kalandra yang kini memilih mendudukkan tubuhnya dan memalingkan wajahnya kesamping sambil berdehem canggung bercampur malu.


“Kalau lo yang jadi adik ipar gue sih, gue ikhlas lahir batin, Kal. Tapi kalau dia yang jadi ipar gue,gue bener-bener gak ikhlas” ucap Dylan menepuk bahu Kalandra dengan tatapan yang mendelik tak suka pada Erland yang mendengus ketika mendengar ucapannya.


”Sialan lo! Lagian gue juga ogah punya kakak ipar non akhlak kayak lo” cibir Erland berujar kesal


...Zeline Zakeisha...


Hari telah menjelang malam dan seperti yang telah Celine bilang tadi pagi kepada Alan kini kedua anak adam dan hawa itu telah duduk saling berhadapan disalah satu meja pedagang sate yang berada di alun-alun kota dengan makanan pesanan mereka yang telah tertata rapi di atas meja.


“Gimana makanannya enakkan?” tanya Celine di sela-sela makannya kepada Alan yang terlihat menikmati makanannya.


“Lumayan, ternyata lo pinter juga cari tempat makan yang enak” balas Alan tersenyum tipis kearah Celine yang mengangguk bangga.


“Iyalah inikan tempat langganan gue kalo pulang dari LA” ucap Celine membuat Alan menganggukkan kepalanya sebagai balasan. “Menurut lo kita ini udah bisa di bilang baikan, bukan sih?”


“Baikan? Setahu gue kita gak pernah berantem atau punya masalah tuh” sahut Alan membuat Celine sedikit merasa canggung, “hmm iya juga, tapi.. Akh bodolah” batin Celine


“Oh iy-” ucapan Celine terpotong saat suara dering ponsel miliknya yang berada di atas meja menarik perhatian kedua orang di sana. Melihat kearah layar ponselnya itu Celine pun dengan segera mengangkat telpon itu ketika melihat nama seseorang yang amat dikenalnya tertera di sana.


“Halo?”


“........”


“Oke. tunggu 20 menit lagi, gue sampai di sana”ucap Celine lalu sambung telpon itupun mati dan Celine pun terlihat memasukkan ponsel dan kunci motornya kedalam saku jaketnya. Kemudian menatap kearah Alan yang juga tengah menatapnya“Sorry Lan, gue harus pergi duluan soalnya gue punya urusan” ucap Celine seraya beranjak dari duduknya dengan tatapan yang menatap tak enak kepada Alan.


“Tenang aja makanannya tetep gue yang bayar kok, Gue duluan ya? Bye” tambahnya bersiap untuk berlalu dari sana sebelum tangannya dicekal oleh Alan diikuti oleh suara berat pemuda itu.


“Emang lo mau kemana?” tanya Alan dengan sebelah alisnya yang terangkat keatas. Entahlah ini seperti bukan dirinya biasanya ia akan acuh tak acuh dengan urusan seseorang yang dekat dengannya sekalipun itu sahabatnya sendiri tapi ketika Celine yang terlihat terburu-buru pergi meninggalkannya sendiri membuat rasa penasarannya timbul begitu saja.


“Lo gak perlu tahu” jawab Celine sambil melepaskan cekalan di pergelangan tangannya namun Alan malah kembali menahan dirinya membuat ia menjadi heran. “Ada apa lagi?”


“Gue ikut sama lo!” ucap Alan dengan nada tak mau dibantah ataupun menerima penolakan dari Celine yang terlihat diam untuk sesaat sebelum akhirnya menganggukkan kepalanya.


“Yaudah, ikutin motor gue”


Lalu setelah itu mereka berdua pun pergi meninggalkan tempat pedagang sate itu setelah Celine membayar semua makanan yang dipesan oleh mereka menuju tempat orang yang beberapa saat lalu menelpon Celine.


...Thank you for reading...


.......


.......


.......


.......


...To Be Continued...


Maaf ya kalo ini cerita di bab ini gak nyambung dan amburadul hehe 🙏😅