
...Jangan lupa vote, like & komen...
...Happy Reading...
.......
.......
.......
Zeline menghembuskan nafasnya pasrah ketika Kalandra kembali menyeretnya untuk masuk ke salah satu pusat perbelanjaan yang di datangi mereka.
Jadi kejadian ini bermula dari siang tadi ketika Zeline baru saja pulang sekolah dan mengganti bajunya menjadi pakaian santai tiba-tiba saja guru sekaligus sahabat kakaknya itu datang kerumahnya dan menyeretnya paksa ke sini tanpa mendengarkan persetujuannya. Jadi sekarang Zeline hanya bisa pasrah di tarik kemana saja oleh pemuda itu.
Namun semenjak mereka memasuki bangunan besar bertingkat ini mereka hanya berjalan tak tentu arah tujuan membuat Zeline malas setengah mati dengan kelakuan sahabat kakaknya ini.
“Kita sebenarnya mau kemana sih?”
“Gue juga gak tahu” balas Kalandra yang terlihat bingung sendiri membuat Zeline mendengus seraya memutar matanya malas. Benar-benar membuang waktu, batinnya.
Kemudian mengalihkan pandangannya kesamping kiri untuk mencari sesuatu yang menarik dimatanya namun tanpa disangka ia justru malah bertemu dengan tatapan tajam seseorang yang mengarah kepadanya seperti tengah mengawasi dirinya.
Sebelum akhirnya orang itu segera berbalik pergi menjauh dari pandangan Zeline, membuat Zeline yang masih memperhatikannya bergegas untuk menyusul sosok pria itu karena penasaran.
“Gue ke toilet bentar,” ucap Zeline melepaskan genggaman Kalandra sebelum pergi begitu saja tanpa menunggu jawaban pemuda itu.
Hal itu tentu saja membuat Kalandra hanya mampu melihat kepergiannya dengan alis mengeryit bingung setahunya arah menuju toilet umum di lantai dua mall tersebut berlawanan arah dengan jalan yang diambil Zeline.
Tapi karena ia tak mau ambil pusing akhirnya ia hanya mengedikkan bahunya acuh lalu kembali melanjutkan langkahnya untuk berkeliling mall tersebut. Sebenarnya ia tak tahu ingin pergi kemana yang jelas ia hanya ingin menghabiskan waktunya bersama gadis yang menyandang status sebagai adik dari sahabatnya.
.
.
.
“Shit! Kemana hilangnya tuh cowok?” ucap Zeline mengumpat seraya menghentikan langkah kakinya ketika ia sampai di area basement mall tersebut. “Gue yakin tuh cowok tadi lari kearah sini” gumam Zeline kembali seraya mengedarkan pandangannya ke segala penjuru basement yang bisa ia lihat.
Hingga sebuah pelukan dari arah belakang tubuhnya yang disertai suara bisikan tepat di telinganya mengagetkan dirinya.
“Looking for me Baby~” bisik orang tersebut dengan nada beratnya juga hembusan nafas pada daun telinga Zeline, membuat bulu kuduk gadis itu bergidik tegang.
“Lepasin gue brengsek!” sentak Zeline seraya memberontak di dekapan pria itu yang tersenyum miring dibelakang tubuhnya.
“Don't be rude, honey. Or I will punish you hmm?” ucap kembali pria itu dengan suara yang masih sama dan mengencangkan pelukannya pada tubuh Zeline agar tak terus bergerak memberontak.
Menajamkan matanya sesaat Zeline menghembuskan nafasnya pelan seraya menolehkan kepalanya pada sosok yang berdiri belakangnya. “Okey. Siapa lo? Kenapa ngikutin gue” tanya Zeline pada pria itu setelah menenangkan dirinya.
“Kamu akan tahu siapa aku nanti, sementara untuk hal itu aku hanya ingin melihatmu setelah sekian lama” ucap pria itu membuat dahi Zeline mengkerut memangnya mereka saling kenal atau pernah bertemu kah? Pikirnya.
“Hmm aku tak punya banyak waktu, kita akan bertemu lagi di lain waktu dengan pertemuan yang lebih berkesan” ucapnya lalu memberi kecupan singkat selamat tinggal pada pelipis Zeline sebelum ia berlalu pergi entah kemana, meninggalkan Zeline yang seketika membalikkan badannya untuk kembali mencari keberadaannya namun nihil yang di dapati gadis itu hanya basement yang kosong tak ada siapapun kecuali mobil-mobil yang berjejeran rapi di sana.
“Huft~ sudahlah, gue bakal lebih hati-hati lain kali” gumam Zeline seraya beranjak pergi dari area basement untuk menghampiri Kalandra.
………
“Lo habis darimana sih, Ze? Lama banget” sembur Kalandra dengan raut kekhawatiran yang tercetak jelas di wajah tampannya ketika Zeline sampai di depan toko es krim yang telah ia beritahukan di lewat pesan beberapa menit yang lalu.
“Sorry, tadi gue gak sengaja ketemu sama kenalan”
“Hmm yaudah ayo! Gue anterin lo pulang.” ucap Kalandra menarik Zeline untuk mengantarnya pulang.
“Kita gak jadi pergi?” tanya Zeline sedikit merasa bersalah entah karena apa.
“Gak jadi, lain kali aja.” acuh Kalandra sambil kembali melangkah dan menggenggam erat tangan Zeline untuk mengikutinya kearah basement mall. Moodnya untuk mengajak jalan dan menghabiskan waktu bersama gadis itu sudah tak ada ditambah lagi ia sebenarnya tak menyiapkan rencana apapun, karena saat siang tadi ia hanya ingin mengajak gadis itu jalan.
………
Sementara itu di rumah, Clara dan Galaksi kedua orang tua dari Zeline dan para saudaranya itu baru saja menapakkan kaki meraka setelah 3 hari tidak pulang karena perjalanan bisnis mereka.
“Anak-anak Mama pulang!!” teriak Clara dengan semangat saat ia masuk kedalam rumah yang nampak sepi. Membuat ia mengerutkan dahinya heran, tumben rumahnya sepi? Pikirnya.
Sampai sang kepala pelayan di rumahnya itu datang bersama beberapa pelayan yang lain menyambut kedatangannya dan menghampirinya untuk mengambil koper juga barang bawaannya yang lain.
“Selamat datang kembali Tuan, Nyonya.” sapa ramah mereka sambil membungkukkan tubuh mereka serentak sebelum para pelayan itu mengambil alih barang bawaan Clara dan Galaksi sementara Kepala pelayan siap beranjak pergi untuk menyiapkan air hangat untuk mandi kedua Tuan majikannya. “Tuan Nyonya, saya akan menyiapkan air hangat untuk mandi anda” ucap kepala pelayan itu seraya kembali membungkukkan badan sebelum undur diri namun gerakannya itu tertahan karena ucapan Clara.
“Tunggu sebentar! Dimana anak-anak?” tanya Clara sambil menggulir matanya kesana-kemari mencari keberadaan putra putrinya. Sementara Galaksi sudah berlalu dan duduk menyandar di sofa ruang tengah/keluarga.
“Tuan muda Dylan sudah berada di apartementnya semenjak anda dan tuan besar melakukan perjalanan bisnis dan belum pulang hingga saat ini. Sementara Nona Celine ia belum pulang dari sekolah sejak siang tadi hingga sekarang, sedangkan untuk Nona Zeline ia pergi bersama Tuan Kalandra teman Tuan muda, Nyonya” sahut kepala pelayan itu sedikit menundukkan kepalanya dengan sebelah tangan bersidekap sopan di atas perutnya.
“Hmm baiklah, kamu bisa lakukan pekerjaanmu.” ucap Clara menganggukkan kepalanya mengerti sambil berjalan menghampiri sang suami yang tengah memejamkan matanya di atas sofa, lalu duduk disampingnya dengan raut wajah bertanya-tanya. “Jika di pikir-pikir belakangan ini Kalandra dan Zeline makin hari makin dekat saja. Padahal selama ini hubungan keduanya tak sedekat ini, apa terjadi sesuatu diantara mereka?” batin Clara bertanya-tanya heran.
Sementara Galaksi yang merasa istrinya itu diam saja pun lantas membuka matanya dan menatap sang istri heran. “Kenapa?” tanyanya ketika melihat raut wajah sang istri yang tengah berpikir.
“Hmm kamu merasa gak sih kalau belakangan ini hubungan Kalandra dan Zeline semakin dekat saja tak seperti biasanya” ucap Clara menoleh pada Galaksi yang kini menegakkan duduknya sambil berpikir dan yah apa yang dikatakan istrinya itu kalau hubungan Kalandra dan Zeline semakin dekat tak seperti biasanya.
Jadi iapun menganggukkan kepalanya tanda menyetujui ucapan sang istri. “Yah memang, tapi bukankah itu bagus kalau mereka menjadi dekat. Celine juga dekat dengan Kalandra bukan? ”
“Iya tapi.. Jika kamu perhatikan perlakuan Kalandra kepada Celine dan Zeline itu beda kayak...” ucapan Clara menggantung membuat tatapan penasaran dari Galaksi yang mendekatkan wajahnya kearah Clara.
“kayak, apa sayang?” tanya Galaksi penasaran.
“Seperti saat kita menjadi pasangan kekasih dulu” ucap Clara sukses membuat Galaksi tertawa entah karena apa. Lalu memeluk tubuh sang istri gemas “Haha bukankah itu tambah bagus, kita tak perlu capek-capek mencari pasangan untuk Zeline dengan sifatnya yang dingin itu” ucap Galaksi membuat Clara mendengus kesal.
Tapi yang dikatakan Galaksi benar juga, jika Kalandra menjadi menantunya mereka tak perlu mengecek latar belakang dan bagaimana kepribadian pemuda itu karena mereka sudah tahu semuanya.
Baiklah mari tinggalkan pasangan di atas sana, sekarang ayo kita beralih kepada Celine yang kini tengah memasukkan beberapa digit PIN disalah satu unit pintu apartemen yang berada di lantai paling atas dimana apartemen itu adalah apartemen milik sang kakak.
Dengan masih mengenakan pakaian seragam sekolah Celine melangkahkan kakinya masuk kedalam apartemen itu setelah ia berhasil memasukkan pinnya. Membuka sepatunya sebelum berteriak memanggil sang kakak.
“ABANGGGG!! YUHUUU CELINE IS COM--ing” teriakan Celine memelan diakhir kata dengan matanya yang melotot, terkejut dengan apa yang ia lihat di depannya.
Sebelum akhirnya ia membalikkan badannya membelakangi sang kakak yang menoleh kearahnya dengan wajah terkejutnya bersama seorang gadis yang berada dibawah kukungannya di atas karpet.
“Ini masih sore bang! Ah~ sial mata gue yang suci ternodai” keluhnya seraya menutup kedua matanya menggunakan tangannya.
“I-ini gak kayak yang lo bayangin!” sanggah Dylan terbata seraya bangun dan menjauh dari gadis yang berada di bawahnya.
Gadis itupun tentu panik dan menjauh dari Dylan dengan wajah yang terlihat merah merona bak kepiting rebus. “Damn it! Truly embarrassing” rutuk kedua orang itu sambil memalingkan wajah dengan rona merah di wajah masing-masing.
...***Thank you for reading...
.......
.......
.......
.......
...To Be Continued***...