Zeline Zakeisha

Zeline Zakeisha
Gadis tunanetra Cantik



...Jangan lupa vote, like & komen...


...Happy Reading...


.......


.......


.......


Sebuah mobil berjenis Lykan Hypersport berwarna putih terlihat melaju dengan kecepatan sedang ditengah padatnya jalanan siang ini. Diiringi suara musik yang mengalun dari radio mobilnya membuat ia menikmati perjalanannya.


Dan ditengah-tengah ia menikmati alunan musiknya tiba-tiba saja seorang gadis melintas di depan mobilnya membuat ia dengan reflek segera menginjak pedal remnya mendadak dan gadis di depan mobilnya itu terjatuh.


Erland, si pemilik mobil itu tentu bergegas keluar mobilnya saat ia melihat seseorang itu yang sepertinya tertabrak olehnya. Dan saat ia sudah didepan mobilnya ia melihat gadis itu hanya terduduk dengan sebuah tongkat yang tergeletak tak jauh dari gadis itu.


Seraya menghampiri gadis tersebut Erland pun bertanya, “Kamu gak papa? Ada yang luka?” ujarnya panik sambil memperhatikan seluruh badan gadis tersebut yang sepertinya masih shock akibat apa yang baru saja ia alami sebelum akhirnya menjawab sambil tersenyum tipis.


“Ah.. Enggak. Aku baik-baik aja, aku cuma shock karena tersenggol body mobilmu saja” ujarnya terdengar sangat lembut di telinga Erland yang kini terdiam ketika mendengar suaranya dan senyum tipis di wajah gadis itu.


Tangan gadis itu kemudian terlihat meraba-raba aspal seperti tengah mencari sesuatu membuat Erland tersadar dan seketika mengambil tongkat yang tak jauh dari kakinya lalu menyodorkan tongkat tersebut kepada gadis itu. “Terimakasih” ucap gadis itu setelah menerima tongkatnya lalu bangkit berdiri diikuti oleh Erland.


“Kamu bener baik-baik aja? Atau kita pergi ke rumah sakit aja buat mastiin keadaan kamu” ucap Erland memastikan keadaan gadis bergaun putih selutut dengan kardigan pink dan tas selempang rajut.


Gadis itu kembali tersenyum lalu menggelengkan kepalanya. “Tidak perlu, aku benar baik-baik saja. Maaf aku berjalan kurang hati-hati aku kira sudah tak ada kendaraan yang lewat lagi tadi” ucap gadis itu justru meminta maaf kepada Erland yang seharusnya meminta maaf kepada dirinya.


“Enggak-enggak harusnya aku yang minta maaf karena udah nabrak kamu, dan umm.... maaf bukankah seharusnya kamu melihatnya jika masih ada kendaraan yang berlalu lalang di depan mu?”


“Aku tidak bisa melihat tuan, makanya aku mengira tadi itu sudah sepi” ucap gadis itu dengan senyuman yang senantiasa terpatri di wajahnya. Mendengar hal itu membuat Erland terkesiap dan melihat lagi kearah tongkat yang dipegang oleh gadis tersebut.


“Erland bodoh! Jelas-jelas dia megang tongkat harusnya lo tahu kalo dia tunanetra bodoh” rutuknya dalam hati mengumpati dirinya sendiri.


“Ah~ maaf. Gimana kalau aku anterin, kamu mau kemana?” tanya Erland menawarkan sekaligus membayar rasa bersalahnya terhadap gadis yang berdiri didepannya.


“Tidak. Tidak usah aku bisa sendiri” tolak gadis itu melambaikan tangannya panik menolak tawaran Erland yang kini tersenyum melihatnya.


“Tak apa, ayo biar aku antar saja” ucap Erland menarik pergelangan tangan gadis tersebut dan membawanya untuk masuk kedalam mobilnya. Lalu disusul dirinya yang juga masuk kedalam mobil di kursi kemudi.


Kemudian iapun melajukan mobilnya pelan karena demi apapun ia telah membuat sedikit kemacetan karena berhenti ditengah jalan. “Jadi kemana kamu akan pergi?” tanya Erland kembali dengan menoleh sekilas kearah gadis yang duduk disampingnya.


“Toko bunga yang berada di samping Cafe xxx” ucapnya membuat Erland menganggukkan kepalanya mengerti. Lalu tanpa banyak bicara iapun melajukan mobilnya menuju ketempat yang telah di sebutkan gadis itu. Beruntung sekali ia tahu betul dimana cafe itu berada jadi tak perlu bingung mencarinya melalui maps.


Dan tak butuh waktu banyak akhirnya mobilnya berhenti di depan sebuah toko bunga yang dimaksud gadis yang duduk di sampingnya itu. “Baiklah kita sudah sampai, ayo!” ucap Erland membukakan pintu untuk gadis tersebut setelah ia turun terlebih dulu tentunya.


Gadis itu turun lalu melihat kearah depan dimana ia menyangka jika Erland berdiri di depannya padahal pemuda itu berdiri tepat di sampingnya. “Terimakasih, maaf merepotkan” ucap gadis itu membuat Erland menganggukkan kepalanya meski tak terlihat oleh gadis tersebut.


“No problem. Mau aku antar masuk sekalian?” tanya Erland membuat gadis itu menggeleng lucu.


“Tidak usah, aku bisa sen-” ucapan gadis itu terpotong karena suara seseorang yang baru saja keluar dari dalam toko memanggil namanya.


“Shireen! Kenapa lama sekali?” ucap seorang wanita dewasa yang menghampiri mereka.


“Maaf kak, tadi anak-anak panti rewel biar aku jangan pulang dulu, dan pas mau nyebrang ke buat ke halte buat nunggu bus kesini aku hampir ketabrak makannya lama” jelas gadis yang diketahui bernama Shireen itu pada wanita yang terlihat seperti kakak dari gadis tersebut.


“Ketabrak! Kamu gak papa kan? Gak ada yang luka kan?!” pekik wanita itu panik dan khawatir sambil memutar-mutar tubuh Shireen memeriksa apakah ditubuh gadis itu terdapat luka atau tidak.


“Aku gak papa kok, cuma kesenggol body mobil doang karena pengemudi mobilnya sempet ngerem mendadak” ucap Shireen menenangkan. Wanita itu terlihat menghembuskan nafasnya lega lalu memeluk Shireen erat. “Jangan buat Kakak khawatir Shireen, kakak gak punya siapa-siapa lagi selain kamu setelah mama sama papa pergi” gumam wanita itu membuat Shireen tersenyum dan membalas pelukan sang kakak.


“Iya kak, maaf. Shireen janji gak bakal bikin kakak khawatir lagi.” ucap Shireen mengusap punggung sang kakak lembut.


Hingga.... “Ekhemm!” Erland berdehem karena ia merasa terabaikan di sana. “Kalau begitu aku pamit eu.. ”


“Shireen” ucap Shireen melepaskan pelukannya dan menatap kebelakang tubuh Erland yang tersenyum tipis. “Kalau begitu aku pamit Shireen, lain kali hati-hati.” ucap Erland yang mendapat anggukan dari Shireen lalu setelahnya melemparkan senyum tipisnya kepada wanita tadi sebelum ia berlalu dari sana.


“Nama yang cantik untuk gadis yang cantik” gumamnya dalam hati seraya melajukan mobilnya menjauh dari depan toko bunga itu meninggalkan gadis bernama Shireen bersama kakaknya.


Setelah mobil Erland menjauh wanita yang diketahui kakak gadis tersebut pun bertanya pada sang adik. “Siapa pemuda itu?” tanyanya seraya mengandeng lengan sang adik untuk masuk kedalam toko.


“Orang yang tak sengaja hampir menabrak ku. Aku lupa tak menayangkan namanya” sahut Shireen.


...Zeline Zakeisha...


“Dia menghilang selama itu? Tapi gue gak pernah tahu bahkan publik pun tak tahu kabar menghilangnya. Benar-benar keluarga Cahya Galaksi dan Xavier” ucapnya melemparkan berkas-berkas tersebut keatas meja sambil menyadarkan punggungnya kesadaran kursi. Kepalanya mendongkak menatap langit-langit ruangannya.


“Bener kata Dylan, Lo penuh dengan misteri dan kejutan Zeline yang mana hal itu bikin gue makin tertarik dan ingin menyelam semakin dalam dikehidupan lo” batinnya dengan senyum miring.


*Cklek


Suara pintu mengalihkan atensi Kalandra dan menatap seseorang yang masuk kedalam ruangannya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. “Berapa kali gue bilang kalau masuk ke ruangan gue ketuk pintu dulu Kaisar!”ucap dingin Kalandra ketika melihat sang pelaku yang merupakan adiknya sendiri.


“Gue udah ketuk tiga kali, tapi gak ada jawaban dari lo jadi, yaudah gue masuk aja” acuh Kaisar seraya mendudukkan dirinya di sofa ruangan sang kakak yang mendengus ketika mendengar balasannya.


“Mau apa lo kesini?” tanya Kalandra menutup berkas yang tadi ia baca lalu menyimpannya di laci meja dan menguncinya. Namun tatapannya tertuju kepada sang adik yang duduk nyaman di sofa dengan mata terpejam.


“Gabut”


“Cih. Kalau gitu pergi main sama temen-temen lo bukannya kesini”


“Kalau temen-temen gue ada, gue juga ogah kali kesini”


“Temen-temen lo pada kemana emang?” tanya Kalandra seraya membaca salah satu berkas di mejanya sebelum menandatanganinya.


“Tahu lah, pergi kencan palingan” ucap Kaisar acuh lalu mengambil ponselnya dan membuka room chatnya dengan gadis yang sedang ia dekati beberapa minggu ini.


Lalu berseru senang saat melihat gadis itu mengiyakan ajakannya, membuat ia dengan segera beranjak dari duduknya. “Bang gue pergi dulu, bye!” seru Kaisar keluar dari ruangan Kalandra dengan semangat.


Meninggalkan Kalandra yang menatap kepergiannya dengan alis bertaut heran. “Bocah itu makin hari makin aneh aja kelakuannya.” batinnya menggelengkan kepalanya tak habis pikir akan segala tingkah adiknya selama ini.


.


.


.


.


Sekitar pukul 20.00 PM Zeline terlihat keluar dari kolam renang setelah 15 menit puas berenang di malam yang cukup cerah hari ini. dengan hanya memakai bathrobe Zeline berjalan masuk kedalam mansion nya untuk kembali ke kamarnya tak lupa tangannya sibuk mengeringkan rambut panjangnya yang basah.


Hingga langkahnya sampai di ruang tengah mansion nya terlihat kakak perempuannya; Celine, tengah berbincang dengan Kalandra dan Luke. Jika Luke sahabat Celine yang datang ia tak masalah karena pemuda itu memang suka kesini Sesekali tapi jika Kalandra ia cukup bosan melihat orang itu karena hampir tiap hari dia datang kerumahnya hanya untuk bertemu dengannya dan mengganggunya.


Memutar matanya jengah Zeline berjalan santai kearah sofa dan duduk di sana tanpa perduli penampilannya saat ini. Membuat Celine yang melihatnya menatap tajam kearahnya. “Zeline ganti baju lo sama yang lebih bener jangan cuma kayak gitu!” ucap Celine yang hanya dilirik oleh Zeline.


“Lo gak bosen dateng kesini mulu?” tanya Zeline menatap Kalandra yang juga tengah menatap kearahnya tak kalah tajam dengan Celine.


“Gue gak bakal bosen dateng kesini apalagi buat ketemu sama lo” sahut Kalandra tersenyum miring lalu mendekatkan wajahnya ke wajah Zeline yang dengan reflek memundurkan kepalanya karena wajah keduanya yang berjarak hanya beberapa senti saja.


*Deg deg deg


Denyut jantung Zeline tiba-tiba saja berdetak lebih cepat dari biasanya saat wajah keduanya berjarak sedekat itu. “Sial! Ada apa sama jantung gue?!” batin Zeline lalu membuang wajahnya kearah samping dan mencoba bersikap seperti biasanya.


“Cih. Tapi gue bosen liat muka lo!” ujar Zeline beranjak pergi dari ruang tengah meninggalkan orang-orang yang yang berada di sana.


Kalandra yang melihat sikap Zeline hanya tersenyum geli seraya memperhatikan tubuh kecil Zeline yang berjalan menjauh dari sana. “Salting lo lucu banget, Ze” batinnya.


“Ya ampun Bang Kala. Lo ngagetin gue aja, gue kira lo mau cium adek gue tadi” ucap Celine menghembuskan nafasnya setelah tadi ia menahan nafasnya untuk sesaat.


Sementara Luke hanya mendengus kasar dengan tangan terlipat di depan dada dan wajah yang memaling menatap datar kearah layar televisi yang menyala. “****! Gue selalu satu langkah dibelakang cowok ini.” dengusnya dalam hati.


Celine melirik kearah Luke yang hanya diam setelah kejadian tadi, begitupun dengan Kalandra yang juga melirik kearah Luke “Lo gak bakal bisa ngelangkahin gue, Luke. Jadi nyerah aja.” batin Kalandra bersmirk.


...Thank you for reading...


.......


.......


.......


.......


...To Be Continued...