
Alden menghilang sejak kejadian pemukulan Sam. Pria itu tidak pernah muncul lagi di klinik dan Rea bahkan tidak bisa menghubungi ponselnya. Rea sempat khawatir, tapi dia juga sedikit lega karena jika Alden muncul, dia akan kembali berkelahi lagi dengan Sam.
Sekarang, yang Rea herankan adalah Samuel Sebastian. Ya, Sam benar-benar menjalankan perannya dengan baik. Dia mengantar jemput Rea, dia juga kadang mengantarkan Rea makanan. Perlakuan Sam dari hari ke hari selalu membuat Rea meleleh. Jangankan Rea, orang yang melihatnya pun sampai iri dengan perhatian yang diberikan oleh Sam.
Dan puncak kegilaan Sam terjadi di ini. Rea terkejut karena Sam membawa Rea ke butik. Butik yang tidak biasa. Rea bisa melihat banyak logo terkanal yang menempel pada dress-dress di depannya.
"Dandani dia dengan cantik." ucap Sam sambil menyerahkan Rea pada salah satu karyawan di sana.
"Baik, silahkan anda tunggu di sana." Pelayan menunjuk salah satu sofa empuk yang kosong.
Setelah Sam duduk, pelayan menutup tirai untuk mulai mendandani Rea. Dan sembari menunggu, Sam memutuskan untuk memilih-milih setelan yang pas pada tablet yang telah disediakan di meja.
Hari ini mereka harus tampil dengan baik karena meraka akan datang pada pesta pernikahan Sandra Dan Michael. Sam tidak ingin membuat Rea malu di depan teman-teman dan koleganya.
*
*
*
Setelah 3 jam menunggu, pelayan akhirnya keluar dari balik tirai.
"Sudah selesai, Tuan."
Sam memberi kode supaya mereka membuka tirainya. Sam penasaran bagaimana wujud Rea setelah dia menunggu begitu lama.
Dan, akhirnya Sam dapat melihat Rea. Gadis itu begitu cantik dengan make up ala Korea yang natural dengan rambut Curly. Dari segi makeup, Sam memberikan nilai 100/100. Sam kini beralih memandang gaun yang di kenakan oleh Rea. Raut wajahnya berubah seketika.
"Tolong ini di ganti.." ucap Sam kepada salah satu orang yang berdiri di samping Rea.
"Aku suka gaun ini." Protes Rea. Gaun bewarna nude yang pres body itu begitu cocok di badan Rea.
"Itu tidak cocok, Re. Cepat ganti." Kata Sam sambil mendorong Rea masuk ke dalam ruang ganti. Sam terpaksa berbohong karena alasan sebenarnya adalah Rea terlalu seksi menggunakan gaun itu.
Sementara menunggu Rea memilih pakaian yang lain, Sam berganti juga dengan jas yang sudah dia pilih. Dia harus menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya karena acara akan di mulai 1 jam lagi.
Rea kembali setelah 15 menit. Kali ini dia menggunakan dress merah dengan model Sabrina.
"Gimana?" Rea berputar untuk memastikan penampilan nya.
Sam menelan ludah. Dia sudah kehabisan waktu sekaligus kata- kata karena menggunakan dress ini pun Rea masih terlihat seksi.
"Ya sudah, ayo." Akhirnya Sam mengalah. Dia membuka kan pintu butik untuk Rea.
Mereka hari ini akan pergi menggunakan mobil pribadi Sam. Mobil dengan 2 pintu, yang pintunya terbuka ke atas bukan ke samping.
"Sam.. ini apa?" Tanya Rea heran. Sam membawa mobil senilai 12 miliar. Rea sungguh tidak percaya jika Sam sekaya itu.
"Ini becak. Silakan masuk tuan putri. Hati-hati kepala." Ingat Sam karena mobil lamborghini nya ini pendek.
'Duk'
Pengingat Sam menguap percuma karena kepala Rea sudah terbentur.
"Lain kali aku akan pakai gerobak supaya kamu tidak terbentur lagi." ejek Sam.
"Ya.. tertawa saja sesukamu." Ucap Rea jengkel.
Sam segera menjalankan mobilnya dan tidak mau berdebat lagi.
*
*
*
Pernikahan Sandra terbilang mewah karena dia adalah Selebgram. Calon suami Sandra juga seorang pengusaha kaya. Sam sengaja menyesuaikan penampilannya karena nanti dia akan bertemu dengan sepupu dan 2 temannya. Dia sudah menggunakan soft lens, jas mahal dan juga model rambut yang sesuai. Begitu turun dari mobil, Sam dan Rea menjadi pusat perhatian orang disekitarnya.
"Jangan jauh-jauh." Ucap Sam pada Rea yang sudah menengok ke kanan kiri.
Rea mengangguk saja karena dia sedang terkagum dengan bertapa mewahnya kondangan kali ini. Untung saja Sam membawanya ke butik. Kalau tidak, dia akan terlihat seperti gembel.
"Itu sepupu aku Reno." tunjuk Sam pada seorang pria dan wanita yang mendekat.
Rea tidak terlalu tertarik dengan circle keluarga Sebastian. Dia sudah berjanji pada dirinya sendiri, setelah masalah ini selesai, dia akan mencari pria biasa saja.
Tidak lama, seorang wanita yang sangat seksi menghampiri mereka juga. Wanita yang bernama Ericka itu memeluk Sam dengan erat. Dan Sam terlihat senang bertemu dengan nya. Tidak sampai di situ, Ericka mengajak Sam dan Reno untuk pergi menemui seorang pria bernama Juna.
Saat ini hanya tersisa Rea yang bengong bersama seorang wanita yang datang bersama Reno, yang bernama Aeris. Mereka berdua memandang kekasih masing-masing dengan ekspresi yang sulit dijelaskan. Setelah cukup lama mengamati, Aeris yang kesal karena melihat Reno dengan Ericka memutuskan untuk berkeliling mencari makanan.
Tidak beda jauh dari Aeris, entah kenapa hati Rea menjadi kacau. Dia mengambil minuman yang di bawa pelayan dan meminumnya sekali teguk. Rea menahan pelayan itu untuk pergi, karena dia ingin mengambil gelas kedua. Rea kembali meneguk dengan cepat.
Rea tidak sadar jika dia sudah meminum 4 gelas alkohol dengan kadar yang cukup tinggi. Pelayan itupun segera berlalu karena Rea terlihat sudah tidak baik.
Rea merasakan kepalanya berat dan pusing. Dia bahkan tidak bisa melihat di mana Sam.
Akhirnya Rea memutuskan untuk mencari kamar mandi untuk mencuci wajahnya dengan harapan itu akan membuat dirinya kembai sadar.
Dia berjalan sempoyongan dan menabrak orang-orang yang lewat.
Seseorang yang memang mengamati mereka sejak tadi di sudut ruangan tidak melewatkan momen itu. Dia mengikuti kemana Rea pergi.
Setelah dirasa cukup aman, orang itu berhasil menarik Rea dan memapah Rea menuju tempat yang sepi.
"Siapa kamu?" tanya Rea masih belum bisa melihat dengan jelas.
"Ini aku, baby.. Alden." bisiknya di telinga Rea.
"Alden..mantan aku.. ya.. dia mantan aku." Rea mulai bicara tidak jelas.
Alden tersenyum licik. Dia merangkul pinggang Rea dan mendekatkan wajahnya.
Selama pacaran, Alden tidak pernah menyentuh Rea. Dia gadis baik-baik dan Alden memang benar sayang pada Rea. Tapi melihat Rea bersama Sam, Alden menjadi kesal. Alden harus merebut Rea kembali. Sangat kebetulan dia mendapati Rea yang sudah setengah mabuk. Malam ini dia tidak akan melepaskan Rea dan akan membuat Rea menjadi miliknya.