Well Dominated Love

Well Dominated Love
Bab 25



Nasha memaksakan senyumannya. Mata Galaksi melebar melihatnya. Pria itu sedikit ragu bahwa wanita di depannya adalah istrinya, Nasha. Perlahan Nasha mendekat dan menutup pintu kamar tersebut.


“Kenapa? Jelek ya?” tanya Nasha sambil memainkan rambut pendeknya.


“Ada denganmu? Kamu kenapa? Kenapa kamu memotong rambutmu?”


“Apakah terlihat tidak bagus?” tanya Nasha dengan cemberut.


Galaksi langsung menggeleng. “Cantik tapi ini tidak seperti kamu.”


Galaksi memandang Nasha dari atas kepala sampai ke ujung kaki dan berakhir di wajah mungil Nasha.


“Nasha—“


Menurut Nasha, Galaksi terlalu banyak menggunakan mulutnya untuk berbicara dan berkomentar tentang penampilannya yang baru. Ia kemudian menutup cepat jarak yang terbentang di antara mereka. Keduanya bertautan, pas dan alami. Nasha memejamkan mata dan menghembuskan napas gemetar ketika pria itu penuh dengan semangatnya **********.


Malam panjang dipenuhi dengan suasana yang panas. Mereka berdua saling melepaskan semua energi di tubuhnya dan saat berada di puncaknya mereka saling berteriak seolah melepaskan dahaga.


Nasha menatap Galaksi yang masih terbaring di sampingnya. Ia menelan salivanya. Ia memupuk semua keteguhannya.


“Ayo kita bercerai.”


Tubuh Galaksi langsung kaku. Dalam gelap, ia menatap wanita yang ada di depannya tanpa ragu. Ia dapat menatap air mata Nasha yang jatuh.


“Aku menganggap tidak mendengar apa-apa.” Hanya itu yang akhirnya bisa keluar dari mulut Galaksi. Nasha hanya ingin menggodanya, membuat lelucon konyol seperti ini untuk mengganggu Galaksi. Karena ini bukan kali pertama Nasha meminta cerai padanya.


Dengan segera Galaksi langsung menyalakan lampu kamar tidur dan ruangan itu langsung terang benderang.


“Apakah karena kamu dinyatakan tidak punya anak?”


Ketika Galaksi mengatakan itu, Nasha terkejut ia tidak percaya dengan apa yang ia dengar. Nasha mempertanyakan bagaimana pria itu tahu. Lalu Galaksi menceritakan bahwa saat Nasha dalam perjalanan bisnis karena ia merindukan wanita itu, ia pergi ke ruang rahasia kecil dan tanpa sengaja melihat buku catatannya.


Hati Nasha sangat terasa sakit, tubuhnya gemetar hebat. Pikirannya langsung kosong dan satu-satunya perasaannya adalah tertekan karena sudah menyakiti Galaksi.


“Karena aku mencintaimu semua yang aku lakukan karena aku cinta kamu. Anak-anak itu memang penting tapi kamu jauh lebih penting. Lagi pula keturunan adalah anugerah dari atas. Manusia tidak bisa menghakimi seseorang. Jika yang di atas menitipkan kita seorang anak itu adalah keajaiban jika tidak itu tidak akan menjadi masalah.”


“Tapi aku takut seiringnya waktu kamu akan berubah.”


“Jangan bodoh. Itu tidak akan terjadi jadi jangan ada kata perceraian. Ini sudah kali keduanya aku tidak mau ada kali ketiganya.”


“Tapi kita...keluarga...”


Galaksi menghela napas dan mendesah. “Jika kita benar-benar tidak bisa memiliki anak sendiri dalam tiga atau lima tahun, kita bisa adopsi.”


“Apakah tidak apa-apa?”


“Kenapa tidak?”


Nasha menundukkan kepalanya dan kemudian menangis. Galaksi langsung memeluk Nasha dengan tatapan tertekan dahinya menempel pada dahi Nasha.


“Nasha jangan seperti ini, tolong berhenti di sini. Aku mohon padamu jangan pernah lagi berbicara tentang perceraian. Kata itu lebih menyakitkan dari pada kamu menikamku dengan pisau.”


Galaksi mengulurkan tangan dan dengan lembut menyeka air mata Nasha. Tatapan Galaksi dipenuhi oleh rasa sayang. Nasha dengan tidak berdaya mencoba untuk tersenyum.


...♡♡♡...


Pernikahan antara Manda dan Ale sudah dikonfirmasi akan diadakan seminggu lagi. Ibu Ale benar-benar tidak menyetujui pernikahan putranya dengan Manda. Ia ingin menganggalkannya namun sebelum ia bisa bertindak, paginya ia mendapatkan sebuah kabar bahwa Ale dan Manda sudah menikah dan sudah mendapatkan akta nikah.


Kepalanya langsung pusing dan lemas.


Di tempat lain, ketika Nasha menerima undangan. Ia langsung pergi ke kantor Galaksi dengan cemberut. Bukan karena ia akan kehilangan pengagum seperti Ale tapi karena yang akan dinikahi Ale adalah Manda. Ia takut bahwa Manda tidak akan bahagia dengan Ale.


“Apa ini?”


Galaksi mengawasi Nasha membawa undangan.


“Ale dan Manda akan menikah.”


“Apakah itu keputusan mereka sendiri?”


“Ya, Manda suka dengan Ale.”


“Lalu pria itu?” tanya Galaksi.


Galaksi mengangguk. “Bukankah hubungan kita dulu juga seperti itu tapi lihatlah kita sekarang jadi jangan mengkhawatirkan mereka.”


Hari h untuk acara pernikahan Manda dan Ale sudah tiba. Itu adalah hari yang cerah. Nasha dan Galaksi datang ke hotel di mana Manda dan Ale mengadakan resepsi.


Nasha tidak merasa asing dengan tempatnya karena pernikahannya dengan Galaksi waktu itu juga diadakan di sinu.


Acara belum mulai dan Manda masih duduk di ruangan. Nasha datang ke ruangan tersebut dan melihat betapa gugupnya Manda. Nasha tersenyum dan berjalan ke arah Manda. Wanita itu benar-benar cantik dengan gaun putih tulang yang membungkus tubuhnya.


“Cantik. Apakah ini adalah Manda temanku?”


Manda tersenyum. “Apakah kamu ingin bercanda denganku? Huh, aku benar-benar gugup.”


“Tenang setelah ini, gugupmu akan semakin besar saat kamu keluar dari sini. Semua akan melihatmu.”


“Nasha!”


Nasha tertawa dan Manda juga tertawa. Setelah beberapa detik, Nasha dengan serius menatap Manda.


“Semoga kamu bahagia selalu.”


“Nasha, sebenarnya Ale menikahiku itu karenamu.”


“Aku?”


“Kamu tahu bagaimana ibu Ale. Ia tahu bahwa Ale menyukaimu jadi dia mencoba untuk menyatukan kalian meskipun jalan yang diambil salah. Selama Ale masih lajang, ibunya akan membuat masalah.”


Meskipun dari awal pernikahan Ale dan Manda yang terbilang kilat ini mungkin karena dirinya sendiri namun ketika mendengar dari bibir Manda sendiri. Hati Nasha terasa sakit.


“Tidak peduli siapa yang dia sukai sebelumnya, masa depannya ada bersamamu. Ia akan jatuh cinta padamu.”


Nasha keluar dari kamar Manda. Ketika ia melewati lorong, tanpa sengaja ia berpapasan dengan Ale.


“Nasha.”


Sorot mata Ale ada kesedihan di sana.


“Selamat atas pernikahanmu. Tolong perlakukan Manda dengan baik.”


Setelah itu, Nasha bersiap untuk pergi ke ruang pesta yang ada di lantai bawah.


“Nasha, tahukah alasan menikahi. Karena aku ingin melihatmu bahagia. Melihatmu bahagia adalah satu-satunya alasan aku bisa hidup.”


Nasha meringis mendengar ucapan Ale. Ia berusaha untuk tidak membiarkannya meresap ke hati. Nasha melangkahkan kaki namun ia langkahnya langsung terhenti saat Ale memeluknya dari belakang.


“Biarkan aku memelukmu sebentar sebelum aku melepasmu.”


Pernikahan Ale dan Manda hanya didatangi beberapa orang. Ale tidak ingin terlalu banyak orang yang menghadiri pernikahannya.


Nasha tersenyum saat melihat Manda memegang lengan Ale. Wanita itu terlihat cantik dan serasi dengan Ale.


“Pria itu berpura-pura bahagia.”


Nasha langsung menoleh ke arah Galaksi.


“Apa? Pria itu baru memberitahumu kan kenapa dia menikahinya?”


“Kamu melihatnya, saat kami berbicara?”


“Ya, dan aku hampir memukulnya saat dia memeluk istri orang lain.”


Nasha dan Galaksi tidak pulang ke vila setelah menghadiri acara pernikahan Manda melainkan pergi ke sebuah penthouse yang rupanya sudah disiapkan jauh-jauh hari oleh Galaksi.


“Penthouse siapa ini?”


“Kita. Kita akan tinggal di sini. Hanya ada kita.”


“Tapi bagaimana dengan ayah dan ibu.”


“Mereka sudah tahu dan mereka sudah menyetujuinya.”