
Nasha melihat Galaksi yang damai di ranjangnya. Sekelebat ia teringat perkataan ibu mertuanya.
Rupanya Galaksi mempunyai masa lalu yang kelam. Galaksi rupanya pernah akan menikah namun sang pengantin wanita meninggalkannya saat hari h.
Hari itu adalah hari di mana mimpi buruk Galaksi di mulai. Pengantinnya lari bersama sahabatnya sendiri.
Akibat peristiwa itu, Galaksi mengalami penyakit ptsd, gangguan stress pascatrauma. Gangguan yang ditandai dengan kegagalan untuk pulih setelah mengalami atau menyaksikan peristiwa yang mengerikan.
Kondisi ini bisa berlangsung berbulan-bulan atau bertahun-tahun, dengan pemicu yang dapat membawa kembali kenangan trauma disertai dengan reaksi emosional dan fisik yang intens.
Mata Nasha berkaca-kaca karena ia secara tidak sadar memicu kenangan buruk itu.
Galaksi salah paham dengan hubungan Nasha dan juga Juan. Lalu ia melampiaskannya di malam yang panas itu. Nasha tidak menyadari itu.
Ptsd terpicu kembali hari ini setelah melihat lukanya yang ia dapatkan.
Nasha mengambil napasnya dengan panjang. Sulit membayangkan seorang lelaki yang sombong dan terkenal pria dingin rupanya menyimpan masa lalu yang kelam.
Nasha perlahan mengulurkan tangan kanan dan membelai dahi Galaksi.
“Maafkan aku. Aku tidak tahu kamu telah dikhianati. Aku yang berusaha membuatmu terseret dalam masalahku. Haruskah aku berhenti sebelum kamu benar-benar terjebak dalam skenarioku?”
...♡♡♡...
Nasha bukan wanita yang gemar berpesta, tapi ia belajar menyukainya. Nasha bukan wanita yang suka dengan keramaian tapi ia belajar untuk menyukai hal itu.
Alasannya karena ia adalah Nasha Gustama. Nasha memanggul nama besar keluarganya. Nasha harus menyesuaikan diri dengan lingkungan yang asing.
“Nasha Gustama.”
Nasha berbalik dan senyumnya lantas luntur ketika ia menatap wajah pria itu. Cinta pertama Nasha yang membuatnya jadi gila. Pria yang pernah mengisi hatinya namun seketika menghancurkan segalanya dalam sekejap.
Andre Anderson.
Nama yang mematahkan hatinya. Karena dia, Nasha dijuluki wanita paling dingin. Tentu saja Nasha bukan wanita dingin pada awalnya. Ia menjadi seperti itu karena Andre Anderson.
“Jangan bilang bahwa kamu tidak mengenalku?”
Nasha sempat termenung di depan pria itu. Nasha berusaha untuk mengumpulkan ketenangannya. Nasha berhasil menyunggingkan senyumnya bahkan maju dua langkah sambil melihat matanya dengan lekat.
“Bagaimana aku tidak mengenalimu?”
Andre tergelak dan ketika pria itu bergerak maju, Nasha menggunakan seluruh kendali dirinya agar tidak mundur.
Saat pria itu hendak memeluk Nasha, entah dari mana Galaksi sudah berada di tengah-tengah mereka. Pria itu muncul entah dari mana.
“Apakah dia temanmu?”
Keberadaan Galaksi membuat mata Nasha seketika membulat secara sempurna. Kehadiran pria itu tepat waktu.
“Aku mendengar kabar bahwa kamu sudah menikah,” ucap Andre sambil melirik ke arah Nasha lalu melihat ke arah Galaksi. “Apakah dia suamimu?”
“Galaksi Januartha, suami Nasha.”
Galaksi mengulurkan telapaknya pada Andre. Sejenak, Nasha pikir Andre tidak akan menyambutnya.
“Andre Anderson.”
Mereka berjabat tangan. Jabatan tegas jika dilirik dari cara mereka bersalaman.
“Januartha?”
Nasha mendengar Andre mengulangi nama belakang Galaksi.
"Kamu pasti sudah tahu.”
“Ah, benar.” Mata Andre bergerak untuk menyusuri penampilan Galaksi.
“Nasha adalah wanita yang tidak mudah. Kamu pasti mempunyai kesabaran ekstra untuk menaklukkannya.”
“Istriku memanglah tidak mudah. Tapi dia sangat lah manis saat bersamaku.”
Nada posesif dalam suara Galaksi sedikit menenangkan Nasha dan ia tidak bisa mencegah senyum terkembang di bibirnya tatkala ia menatap kembali wajah Andre.
...♡♡♡...
Di sepanjang pesta, Nasha sudah tidak bisa menampilkan senyumnya. Lalu salah satu pelayan menawarkan minuman. Nasha tanpa pikir panjang langsung mengambilnya dan meminumnya hingga tandas.
Hari semakin malam, Nasha berjalan di lorong dengan sempoyongan.
Galaksi yang melihatnya langsung memeluk Nasha agar dirinya tidak jatuh. Galaksi menggerutu melihat Nasha yang mabuk. Galaksi melepaskan jasnya dab meletakkannya di bahu Nasha. Tubuh Galaksi langsung kaku dan ia menatap Nasha. Galaksi dapat melihat mata Nasha dengan jelas. Jaraknya terlalu dekat sehingga ia dapat merasakan nafas Nasha.
“Apa yang kamu lakukan?”
Tangan Nasha membelai wajah Galaksi. Pria itu seperti orang bodoh yang linglung. Nasha tersenyum sebelum ia jatuh ke dalam pelukan Galaksi.
Begitu sampai mereka tiba rumah, Amara langsung terkejut melihat Nasha berada dalam gendongan Galaksi. Galaksi tanpa repot-repot menjelaskan secara detail situasinya. Pria itu segera membawa Nasha ke dalam kamarnya.
“Wah aku sepertinya kakak benar-benar khawatir dengan kak Nasha,” ucap Bintang yang baru saja datang dan melihat kakaknya naik ke lantai atas.
“Pertanda bagus dan baik. Tampaknya cucu kecilku akan segera hadir.”
Galaksi membaringkan Nasha ke tengah Kasur dan duduk di ujung. Galaksi membuka sepatunya dan langsung menoleh ketika Nasha bergumam tidak jelas. Raut wajahnya menampilkan wajah ketakutan.
Galaksi terlihat bingung.
“Jangan! Berhenti!”
“Apa yang terjadi padamu?”
“An...dre..”
Mata Galaksi seakan tampak kecewa. Ada lubang dalam jiwanya.
Keesokan paginya, Nasha bangun dengan rasa sakit yang teramat di kepalanya.
“Kamu sudah bangun?”
Nasha langsung menoleh begitu mendengar suara Galaksi. Wanita itu melihat Galaksi sudah rapi dengan pakaian kerjanya.
“Apa kata orang-orang? Kamu tidak bisa melupakan cinta pertamamu. Bahkan dia muncul di mimpimu.”
Mata Nasha langsung membulat, tenggorokannya langsung tercekat.
“Aku sedang tidak ingin berdebat denganmu.”
“Kenapa? Apakah kamu terlalu malu?”
Nasha melihat pria itu. Nasha tidak mengatakan apa-apa namun jelas sekali ia terlihat kesal.
“Kamu mungkin tidak tahu tentang masa laluku jadi jangan menghakimiku dengan asumsi payahmu itu.”
Nasha langsung bangkit dari ranjangnya dan begitu ia mendapatkan langkahnya yang ketiga. Ia dapat mendengar suara pecahan vas bunga.
Wanita itu langsung melihat pecahan vas yang berserakan di lantai lalu melihat Galaksi. Galaksi memaki pelan. Pria itu menjauhkan jemarinya sementara, Nasha menunduk ketika ingatan itu kembali memenuhinya.
Pecahan vas terdengar nyaring di salah satu sudut kamar. Andre menatapnya dengan marah ketika Nasha menolak. Malam itu, Nasha mengetahui sifat asli Andre. Pria itu tidak peduli bila Nasha ketakutan. Andre menuduhnya sebagai wanita yang dingin. Pendapat pria itu mempengaruhi kehidupannya sehingga ia tidak bisa mengendalikan rasa ketakutannya.
Itu adalah alasan utama Nasha menjauhi pria dan menolak untuk menikah.
Nasha menoleh dan menangkap tatapan Galaksi. Ia tidak percaya ia mempercayakan kisah ini pada orang lain.
“Jika saya bertemu dengannya lagi, saya akan kasih pelajaran dia."
"Maaf karena aku menolakmu waktu itu dan luka ditubuhku ini aku dapatkan..."
"Maafkan saya, saya menyakitimu tanpa saya sadari."
Nasha memberikan tatapan penuh arti, “Apakah kamu akan membelaku?”
“Dalam hukum kamu adalah istri saya. Ketika orang lain menggertakmu, saya adalah orang yang paling depan membelamu dan melindungimu.”
Entah bagaimana perasaan Nasha langsung menghangat.
“Apakah kamu mulai mencintaiku?”
“Tidak,” jawab singkat Galaksi.
“Tidak masalah, aku tidak pernah berharap dicintai oleh orang-orang.”
Nasha tersenyum lantas ia berbalik sebelum ia benar-benar pergi, Galaksi menariknya dan Nasha mampu merasakan sapuan bibir Galaksi di bibirnya sendiri. Terasa hangat, manis juga tegas... tetapi yang lebih mengejutkan itu terasa lembut. Kelembutan yang membuat Nasha menyerah.