Well Dominated Love

Well Dominated Love
Bab 21



Perjalanan bisnis di negeri Paman Sam telah usai. Semua berjalan dengan lancar dan sukses besar. Ini tidak terlepas dari semua pihak yang sudah membantu Nasha. Nasha sudah sampai di negaranya, namun wanita itu tak lantas mengabari Galaksi dan tidak langsung pulang ke kediaman Januartha.


Wanita itu pergi ke rumahnya untuk memberitahukan hasil dari kesepakatannya saat di negara paman Sam pada ayahnya.


Setelah Galaksi menerima kabar bahwa Nasha sudah kembali, pria itu sangat senang. Ia datang ke bandara untuk memberikan kejutan pada Nasha. Ia sudah menunggu Nasha selama dua jam namun pria itu tak kunjung melihat kedatangan Nasha.


Pria itu menunggu dengan gelisah. Galaksi langsung menelepon Andrian.


“Kamu bilang Nasha akan kembali, aku sudah menunggunya selama dua jam tapi aku tidak melihat kedatangannya. Apakah kamu sedang mengerjaiku?” tanya Galaksi dengan marah.


Di tempat lain, Adrian menelan salivanya. Pria itu jelas takut akan kemarahan Galaksi. Memang benar, ia mendapatkan informasi bahwa Nasha sudah kembali. Namun ia tidak tahu bahwa jadwal kedatangan Nasha dimajukan dan wanita itu langsung pulang ke rumahnya sendiri.


Ia baru mendapatkan informasi itu beberapa menit yang lalu dari Manda. Adrian sebenarnya ingin memberitahukannya pada Galaksi namun rupanya pria itu terlebih dahulu meneleponnya.


Pria itu memaki Adrian begitu mendengar bahwa Nasha berada di rumahnya. Galaksi langsung bergegas ke rumah Nasha. Begitu sampai di sana. Ia langsung mengetuk pintu dengan tak sabar.


Nasha yang berada di ruang tengah bersama ayahnya merasa terganggu dengan ketukan itu. Nasha langsung membuka pintu dan mendapatkan Galaksi dengan bunga di tangannya.


“Galaksi.”


“Apakah kamu tak bisa mengabariku?”


“Itu...aku...”


“Kamu sudah bertemu dengan ayahmu, sekarang aku akan membawamu."


Pria itu segera membawa Nasha pergi setelah berpamitan dengan ayahnya. Galaksi membawa Nasha ke kediaman Januartha.


Hal yang pertama kali yang dilakukan oleh seluruh anggota keluarga begitu Nasha kembali adalah memperhatikan ekspresi Galaksi. Sebab saat kepergian Nasha, pria itu sering sekali memasang wajah dingin dan masam. Ekspresi Galaksi saat itu sangat suram.


Amara begitu senang melihat ekspresinya begitu senang saat ini.


Kini Nasha yang duduk bersama seluruh anggota Januartha setelah makan malam dan tengah menikmati buah serta kopi yang disediakan sebagai makanan pencuci mulut.


"Kakak ipar, bagaimana pemandangan di sana? Apakah bagus? Huh aku ingin pergi ke luar negeri,” ucap Bintang.


“kakakmu sedang melakukan perjalanan bisnis, bukan sedang jalan-jalan.” Galaksi mendengus.


Bintang berdecap, “kakak kapan-kapan bisakah kita jalan-jalan hanya berdua. Pasti sangat menyenangkan.”


“Tidak bisa!” ucap Galaksi.


“Kenapa? Kak Nasha tidak keberatan dengan itu kan?”


Nasha mengangguk, “Ya.”


Di malam hari, setelah Nasha selesai dengan segala rutinitasnya sebelum tidur. Galaksi langsung memeluknya dari belakang. Pria itu bahkan menandai Nasha di lehernya.


Nasha segera menghentikan aksi Galaksi. Galaksi seperti serigala yang kelaparan beberapa menit yang lalu dan kini berubah menjadi kucing yang menyedihkan.


“Setelah seminggu, tidakkah kamu merindukanku?”


“Huh, aku sangat merindukanmu tapi aku sangat lelah.”


Nasha pikir kata-katanya tidak bisa menghentikan Galaksi, namun pria itu rupanya mengangguk dengan pelan setelah merenung sejenak. Nasha tersenyum.


Mereka berdua berbaring di ranjang.


"Apakah kamu sempat jalan-jalan di sana?” tanya Galaksi.


“Tentu saja, aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan langka.”


Malam itu, Nasha banyak bercerita tentang perjalanannya dan kisah Manda yang menyukai Ale. Mereka sesekali juga bertukar pandangan mengenai perusahaan. Mereka banyak menceritakan hal random. Nasha mengoceh kegirangan sambil terus menerus tersenyum dan Galaksi hanya mengamati dengan saksama.


Setelah pagi menyapa, Nasha membuka matanya. Ia melihat sinar matahari yang mencoba menerobos kamarnya. Ia mengulurkan tangannya untuk menggapai sinar itu.


Matanya lalu jatuh pada sosok pria yang masih memejamkan mata di sampingnya.


Ia mengamati wajah itu dan tersenyum.


“Morning,” sapa Nasha saat melihat Galaksi membuka matanya.


Galaksi langsung mengulurkan tangannya untuk membelai wajah Nasha yang mungil. Nasha meletakkan tangannya di atas tangan Galaksi. Tanpa memberikan peringatan, Galaksi langsung bangun dan mendekatkan wajahnya pada Nasha. Pria itu langsung ******* bibir mungil Nasha.


Nasha terkejut, pria itu malah memperdalam ciumannya dan menarik pinggang Nasha lebih rapat. Pria itu terlihat sangat merindukan Nasha. Kemarin malam ia berusaha menahan diri namun untuk saat ini ia tidak bisa lagi.


Dapat dikatakan Nasha adalah wanita yang mampu membuat seorang pria yang tadinya tenang dan berwibawa, mengeluarkan sisi liarnya. Ciuman Galaksi seolah tak berhenti, ia terus **********. Ia merasa bisa gila jika tidak mencicipi manisnya bibir wanita itu.


Di pagi hari setelah sarapan, Nasha langsung melakukan aktivitasnya seperti biasa sebagai wanita karir yang mengelola perusahaan besar.


Nasha tengah fokus dengan apa yang ia kerjakan namun fokusnya langsung buyar saat pintu ruangannya di buka dengan kasar oleh seseorang.


“Apa yang terjadi?” tanya Nasha dengan wajah bingungnya.


Manda langsung memberitahukan artikel yang baru saja ia temukan. “Wanita dengan sendok emas terpaksa menikahi pria kaya.”


Ada pula artikel lainnya. “Pria yang sesungguhnya dicintainya.”


Artikel itu menggiring opini tentang pernikahannya dengan Galaksi karena keterpaksaan dan artikel yang lainnya adalah sosok Ale yang sesungguhnya pria yang dicintainya. Artikel itu menggiring opini bahwa Galaksi adalah pria yang memaksa Nasha untuk menikahinya dan pria yang merebutnya dari Ale.


Suasana hati Nasha langsung berkabut. Otaknya terbanting dengan kenyataan yang tak masuk akal. Bagaimana bisa berita itu keluar begitu saja. Nasha begitu marah.


Manda begitu khawatir dan terus menenangkannya. Manda mengatakan kata-kata untuk menghibur Nasha.


“Aku harus meluruskan semua ini. Aku sekarang menjadi istri Galaksi. Jika keluarganya tahu bagaimana bisa aku menghadapi mereka.”


Semua orang membicarakan kehidupan Nasha. Tak jarang semua staf membicarakan Nasha dan juga Ale.


Sedari tadi banyak nomor asing yang berdatangan bahkan Manda sampai kewalahan. Mematikan telepon kantor tidak menyelesaikan masalah karena telepon kantor terus berdering.


Nasha tidak bisa berdiam diri. Ia langsung mengambil tasnya dan pergi ke perusahaan Galaksi. Suasana di kantor Galaksi tidak jauh berbeda. Semua pasang mata melihatnya sambil berbisik-bisik.


“Apakah Galaksi ada di kantornya?” tanya Nasha pada Adrian.


“Dia ada di dalam.”


Nasha tidak perlu repot-repot untuk mengetuk. Wanita itu langsung membuka pintu kantor Galaksi. Ia berjalan dan berhenti di depan Galaksi.


“Maafkan aku.”


Galaksi menghela napas dan bangkit dari kursinya.


“Mengapa kamu meminta maaf?”


“Apakah kamu tidak melihat beritanya? Orang yang dirugikan di sini adalah kamu.”


“Lihat dan aku tidak peduli dengan itu.”


“Tapi saham perusahaanmu akan terpengaruhi dan itu semua karena aku.”


Nasha menahan air matanya yang akan jatuh.


“Bodoh! Aku akan mencari jalan keluarnya lagi pula artikel itu tidak berdasar.”


“Tapi...”


“Aku akan mencari siapa yang menyebarkan rumor itu dan kemudian meluruskan semuanya.”


“Apakah kamu akan mengumumkan alasan mengapa kita menikah?”


“Ya.”


“Tidak!”


“Kenapa?”


“Karena dalam artikel itu sebagian benar adanya. Aku yang memaksamu menikah denganku lalu bagaimana jika keluargamu meminta kita untuk berpisah?”


“Tidak akan. Aku akan pastikan itu.”


Ketika mereka tiba di rumah pada malam hari. Nasha tidak berani masuk ke dalam rumah menghadapi mertuanya dan adik iparnya. Galaksi yang berada di sampingnya langsung mengambil tangannya dan menggenggamnya dengan erat.


Semua anggota Januartha berada di ruang tamu. Nasha ingin meminta maaf namun ibu mertuanya sudah berbicara terlebih dahulu.


“Kami sudah melihat beritanya. Kamu jangan merasa bersalah. Itu adalah tidak benar. Ayah mertuamu dan Galaksi akan mengambil langkah hukum untuk orang yang menyebarkan rumor itu.”


“Jangan khawatir tentang masalah ini.”


Saat ini Nasha berdiri di balkon menatap pemandangan malam. Pikirannya menerawang entah ke mana.


Galaksi yang baru saja masuk ke kamar, melihat wajah Nasha yang terlihat berpikir dan merasa tertekan langsung melemparkan pertanyaan.


“Apakah kamu mengkhawatirkan hal itu?”


Nasha langsung berbalik, ia berlari dan melemparkan tubuhnya ke dalam pelukan Galaksi.


“Sayangku sudah cukup lelah hari ini, bagaimana jika kita beristirahat.”


Nasha mengangguk dan tersenyum. Entah badai apa yang mereka akan lewati besok, selama ada Galaksi di sisinya ia akan melewatinya dan melawannya.