Viza

Viza
Eps 91



Dalam perjalanan ayunda balik kerumahnya lalu ponsel genggamnya berdering kemudian ia berhenti di persimpangan jalan dan melihat siapa yang menghubunginya setelah di lihat sebuah nomor baru yang tidak ada nama di kontak ponselnya dan ia langsung mengacuhkannya dan melanjutkan perjalanan.


Sesampainya ayunda di rumah ia masih penasaran siapa yang menghubunginya lalu ayunda pun mencoba menghubungi nomor tersebut dan ternyata tak di angkat, kemudian ia meletakkan ponselnya dan mengambil handuk lalu mandi, setelah mandi ia menghubungi viza yang kebetulan sebelum pulang kerumah mereka sempat bertukar nomor telfon, ayunda menanyakan akan nomor tersebut namun viza tak mengetahuinya,kemudian mereka beralih ke pembicaraan lain ayunda menanyakan keadaan viza dan tak di sangka waktu pun berlalu mata yang mengantuk membuat ayunda mengakhiri panggilannya.


Viza yang masih duduk di lantai samping kasurnya, viza terlihat sedikit murung, atas apa yang di tanyakan ayunda viza mencoba menutupi karena sebenarnya ia tau nomor ponsel yang di tanyakan ayunda yaitu nomor ponsel dari andra, viza kemudian menangis meneteskan air matanya apa yang sebenarnya terjadi tentang dia ayunda dan andra, viza tak hentinya menangis karena sikap andra yang juga tak mengacuhkannya, karena kelelahan viza tertidur di lantai tersebut di saat tengah malam andra yang kebetulan lewat depan kamar viza melihat pintu kamar viza yang masih terbuka, kemudian andra melihat ke kamar dan ternyata viza tertidur di lantai dengan mata yang masih basah karena air mata, lalu adra melihat ke sekeliling rumah tersebut untuk memastikan bahwa tak ada yang akan melihatnya kemudian andra mencoba masuk dan memindahkan viza ke atas kasurnya dan andra ikut sedih karena ia tau karena nya viza menangis sampai matanya membengkak kemudian andra keluar dan menutup pintu kamar viza namun tanpa di sadari andra kaki yang bekas luka berdarah kembali namun ia membiarkannya dan kembali ke tempat tidur nya


Ayunda adalah teman andra yang juga pernah sama sama menaruh perasaan namun andra meninggalkan ayunda begitu saja dan setelah sekian lama andra bertemu kembali dengan ayunda yang di mana juga berteman dengan wanita yang di cintai andra saat sekarang ini, andra tak tahu harus bersikap seperti apa karena andra sama sama ingin menghargai perasaan ayunda dan viza tanpa di sadarinya sudah melukai hati ayunda dan viza.


Suara azan subuh terdengar viza terbangun lalu mengambil wudhu untuk sholat dan setelah itu viza langsung sholat setelah sholat viza menyiapkan baju kerjanya lalu ia mandi selsesai mandi viza melihat jam di ponselnya yang ternyata masih sangat pagi kemudian viza pergi ke dapur untuk menyiapkan sarapan pagi untuk semua orang yang ada di rumah tersebut setelah semua makanan siap ia kembali ke kamar dan mengambil sepatunya dan tas yang masih berada di atas kasur di saat ia keluar kamar ia berpapasan dengan andra karena viza masih sedih mengingat kejadian semalam ia tak mengacuhkan andra dan langsung menuju meja makan sesampainya di meja makan buk anna sudah berada bersama suaminya di sana dan buk anna menyuruh viza sarapan takut viza akan terlambat di saat andra juga ingin duduk di sampingnya viza beranjak dan memilih sarapan di teras rumah buk anna pun kebingungan namun tak berani untuk menegur viza.