Viza

Viza
Eps 45



Dalam perjalan menuju rumahnya toni berpisah dengan orang orang pesuruhnya sesampainya di rumah toni bergegas membereskan semua barang barangnya dan membuang semua barang andra yang masih berada di rumahnya karna dia tak ingin orang tau atas perlakuannya karna dia tau andra tak selemah Viza yang sudah sama di perlakukannya. Kemudian toni mengeluarkan ponsel genggamnya dan menelfon salah seorang temannya untuk mengambil barang barang yang tak bisa di bawanya dan mengosongkan rumah tak lama kemudian datang lah temannya tersebut mereka pun bergegas pergi dan toni pun pergi ke tempat yang lebih aman yaitu tempat yang tak bisa di ketahui andra


"Mampus lu ndra, jangan main main lu sama gue" gumamnya seraya tersenyum mengangkat alisnya


Toni berpisah dengan temannya tersebut karna toni tak mau ada seorang pun mencurigai mereka, rumah yang di tempati toni tersebut memang bukan komplek perumahan melainkan terpencil dari keramaian karna dia tak mau orang lain tau atas perbuatannya. Di dalam perjalanan toni teringat bahwa dia lupa untuk mengambil ponsel genggam milik andra dan toni pun menghentikan jalannya lalu mengeluarkan ponsel genggam miliknya dan menelfon salah seorang pesuruh yang sudah mengeroyok andra tersebut


Tuut tuut


"Ada apa ton??"


"Lu balik lagi ke tempat andra d kurung dan ambil semua barang yg ada padanya termasuk ponsel genggam nya" ucap toni memerintah pesuruhnya tersebut dan langsung menutup ponsel genggamnya tanpa harus mendengar jawaban dari pesuruhnya


Lalu toni kembali melanjutkan perjalanan nya tak lama kemudian sampai lah dia ke tempat tujuannya yaitu tempat dimana dia akan bersembunyi.


*


"Aaaggghhh"


Anda yang terlihat sangat kesakitan namun masih mencoba untuk berdiri, kaki yang tak begitu kuat perlahan berdiri dan berjalan langkah demi langkah menuju pintu tersebut dan memcoba membuka pintu namun pintu tersebut terkunci kemudian andra langsung terduduk dan meletakkan tangannya ke dada karsa merasa dadanya yang sangat sakit, andra terdiam sejenak karna tak habis pikir atas perlakuan toni yang di anggap nya baik selama ini dan tak mengetahui atas sifat buruk toni terhadapnya


"Awas aja lu ton gue akan balas dendam" ucapnya seraya memukul tembok yang berada di sampingnya


"Dari awal gue udah curiga tapi karna kebodohan gue percaya aja sama lu, aagghh" ucap nya seraya berteriak


andra hanya bisa diam karna keadaannya yang sangat lemah atas pukulan demi pukulan orang pesuruh toni tersebut.


malam pun datang keadaan di ruangan tempat andra di kurung tersebut sangat lah gelap dan disinari oleh cahaya apapun keadaan yang sudah kuat andra mencoba untuk keluar dari tempat tersebut dengan memecahkan salah satu kaca jendela setelah berhasil andra keluar dan mencari pertolongan namun andra tak melihat seorang pun karna keadaan gudang tersebut jauh dari pemukiman.