Viza

Viza
Eps 89



Wajah yang berseri seri yang teramat bahagia terlihat dari wajah viza dan ayunda, tak terasa makanan di mejapun habis di lahapnya viza terlihat sangat bahagia di saat ia menemukan teman yang sangat baik dan peduli terhadapnya, mereka menceritakan keluh kesah yang pernah di alami antara viza dan ayunda, ayunda penasaran akan kehidupan viza, ia terkagum melihat kecantikan viza dan sifat yang lemah lembut, ayunda memaksa viza untuk menceritakan tentang percintaan dan sahabatnya sontak membuat wajah viza berubah disaat ia mendengar kata sahabat, karena persahabatan nya di hianati oleh sahabatnya sendiri, ayunda tak ingin melanjutkan perbincangannya karena ia telah membuat hati viza sedih lalu ayunda mengalihkan pembicaraan di saat ia melihat jam di tangannya yang menunjukkan waktu masuk kerja, kemudian ayunda mengajak viza untuk membayar makanan lalu pergi.


Ayunda kembali menghibur viza dengan tingkah laku yang sangat lucu, viza kembali tertawa, dalam hati ayunda pun sangat senang bisa menghibur kembali temannya yang bersedih, ayunda sebenarnya ia sangat penasaran namun rasa penasarannya di simpan dalam dalam karena tak ingin melukai hati viza, tak di sangka mereka sampai di depan kantor lalu mereka masuk dan menyapa beberapa orang yang seiring dengan mereka, sesampainya di ruangan kerja viza kembali fokus dan melanjutkan pekerjaannya sedangkan ayunda di panggil oleh seorang senior.


Viza yang melakukan pekerjaan viza juga di panggil oleh salah seorang senior juga, senior tersebut terlihat tidak menyukai viza di lihat dari tatapan nya viza ketakutan melihat ke arah senior tersebut ia di tatap dengan tatapan tajam dan mata yang besar


"gue salah apa sih kok seniornya natap gue gitu amat kan takut "gumamnya


"Hmm sabar viza kamu bisa kok, jangan takut"sambungnya, ia mencoba menenagkan dirinya agar tidak takut lalu viza mengikuti kakak senior tersebut lalu viza di bawa ke sebuah gudang dan ternyata ayunda juga berada di sana viza dan ayunda di suruh untuk menyuruh banyak barang di gudang tersebut dan mereka melakukannya dengan senang hati.


Viza menangis kesakitan dan karena tak tega ayunda langsung memeluk viza dan menghapus air matanya, ayunda memang teman yang sangat baik ia peduli akan kesusahan viza.


Setelah itu ayunda pergi ke ruangan kerjanya dan mencari seniornya lalu memintakan izin agar viza di perbolehkan pulang karena luka di kaki viza cukup parah, karena senior tersebut baik dan ramah viza di beri izin dan ayunda berlari menuju ruang kesehatan, karena ayunda yang membawa sepeda motor ayunda mengantar viza pulang kerumahnya.


Dalam perjalanan viza hanya terdiam tanpa berbicara ayunda pun mencemaskan viza karena sepanjang jalan viza tak bicara kepada ayunda.