
Tak membutuhkan waktu yang lama toni dan andra akhirnya tiba di rumah nya .
Toni tak sempat masuk kedalam rumah karena terlintas di fikirannya apakah Viza dan loli masih berada di tempat mereka tinggal sekarang
" ndra lu masuk duluan ya , gue pinjam motor lu bentar mau ke rumah teman gue , gak lama kok" ujar toni
" ya udah lu pake aja , gak apa apa kok " andra memberikan kunci motornya
Toni pun langsung pergi , setelah sampai di sana toni tak melihat Viza atau pun loli di sana , beberapa menit menunggu toni melihat loli yang berdiri di depan pintu , setelah fikirannya toni tenang toni kembali pulang karena besok pagi toni akan membawa andra ke sebuah presentasi .
Paginya toni membangunkan andra ,
" ndra bangun lu , katanya lu mau ikut sama gue " ucap toni
" hmmm bentar lagi gue bangun " mengkerut kan keningnya karena masih mengantuk
Toni berjalan menuju kamar mandi , beberapa menit toni mandi andra terbangun
"Tok tok tok , ton masih lama lu gue mau mandi juga " wajah yang terlihat kusut
" iya iya bentar " tak lama kemudian toni keluar
" gue deg deg an banget , kalo dia gak emosi untung tapi kalo emosi habis gue " gumam toni
Toni berdiri di depan kaca yang sedang merapikan rambut nya , dan terlihat dari depan kaca andra berjalan dengan gagah nya
" waaaahh silau nih mata gue " canda toni
" maksud lu muji atau ledek gue nih ? Tanya andra
Suara motor yang sudah kembali terdengar menanda kan kalo sudah pagi , loli yang terbangun melihat ke luar jendela
Melihat ke samping terlihat Viza tidur yang begitu nyenyak
" bangun za udah pagi loh , gak enak sama yang punya rumah udah numpang bangunnya siang lagi " ledek loli
" apa sih lol gue masih ngantuk banget nih , 5 menit lagi deh gue bangun " rengek viza yang masih memejamkan mata
" ih lu cewek tapi bangun aja gak mau , pemalas banget sih lu " jawab viza
Viza yang tak menghiraukan loli kembali menikmati tidur nya
Loli keluar menuju dapur terlihat buk anna memotong sayuran dan tergesa loli mendekati buk anna
" ibu loli bantu ya " ujar loli
" kok kamu cepat banget bangun nak , tidur aja ibuk bisa kok sendiri" jelas buk anna
" jangan buk buk biar loli bantu aja , lagian udah siangan loli udah gak ngantuk" jawab loli
Tak lama Viza berjalan menuju dapur
" eh ibuk , maaf buk Viza baru bangun , badan viza sakit semua buk " jelas viza
" kalo gak enak badan kamu tidur aja gih , ibuk sama loli aja yang di dapur " bujuk buk anna
" viza juga mau bantu ibu " rengek viza
Karena merasa gemes ibuk anna mencubit pipi Viza
" aduuuh anak gadis ibu " mencium kening Viza
" iiihh ibuk kok cuman Viza aja loli juga mau buk " rengek loli
" lu iri aja sama gue kan ? Huh " ledek viza
Buk anna tersenyum melihat tingkah keduanya
" hehe udah udah " jawab buk anna dan mencium kening loli
Loli yang sedang memotong sayuran dan Viza yang sedang mencuci piring kotor
" oh iya buk , kok anak ibuk gak pernah kelihatan buk ? Tanya viza
" anak ibu kerja di luar kota nak , anak ibu cuman satu " jelas buk anna
" waaah pasti ibu bangga " jawab loli
" ibuk gak punya anak gadis , mangkanya ibuk senang ada kalian di sini " jelas buk anna
Toni dan andra sampai di tempat presentasi , toni mulai merasa takut kalo andra akan marah kepadanya
Sesampainya di gerbang toni melihat andra yang bersikap biasa saja ,
" ayook ton lu kok bengong sih , itu udah mulai loh " ajak andra
" waah " tercengang melihat andra
Karna tak mau berlama lama toni mencari tempat duduk untuk andra , tapi tak terlihat di wajah andra kalo dia merasa marah , karena pernah bilang kalo dia juga pernah di ajak sebelum nya
" ton tapi gue agak bingung sih , mereka di sini semua rapi banget tapi kok tempat nya gini ya ton " tanya andra
" udah lu dengar dan lihat aja " toni sudah merasa cemas
Setelah masakan buk anna masak Viza membawa ke meja makan dan menyiapkan semua perlengkapan makan
" hmmm jadi lapar loli buk " ujar loli mencium masakan buk anna
Karena merasa kesal Viza memukul kepala loli
" aduuh sakit tau " rengek loli
" habis lu belum apa apa udah mau makan aja " ledek viza
" biarin , awas lu kalo ikut makan " ledek loli
" hehehe dasar kalian ya , kerjaannya ribut terus jawab buk anna yang tersenyum melihat mereka berdua.