
Ruangan yang telah kosong di lanjut dengan perjalanan menuju luar rumah sakit, anda yang menenteng banyak barang barang viza begitu terlihat sangat bahagia karna dirinya sudah bisa pulang dan melakukan aktifitas barunya. Mereka terus berjalan menuju tempat parkir yang dimana suami dari buk anna sudah menunggu mereka di mobil buk anna masuk ke dalam mobil dan andra memasuk kan barang barang tersebut, pak abbas pun kebingungan viza yang masih berdiri di luar
"Kok kamu gak ikut masuk nak" tanya pak abbas
"Iihh bapak kayak gak pernah muda aja" jawab buk anna mencubit lengan suaminya, dan pak abbas langsung memahami maksud dari istrinya dan mengacungkan jempolnya kepada andra, viza pun tersenyum malu malu.
Setelah itu pak abbas berlalu pergi dan meninggalkan mereka berdua, dan anda pun langsung menggandeng tangan viza menurut tempat motornya di parkir, viza mulai merasakan jedag jedug di jantung karna perlakuan andra terhadap nya.
"Lah kok dingin" ucap andra yang tiba tiba merasa tangan viza yang dingin, viza pun tersipu malu dan melepaskan gandengan dari andra
"Cieee tangannya mulai dingin" ledek andra, karna tak terima di ejek viza mempercepat jalan nya sehingga andra tertinggal di belakang.
Akhirnya mereka sampai di tempat motor andra di parkir dengan wajah viza yang masih cemberut, andra pun naik ke atas motornya sebelum mereka pergi andra memakai kan helem ke kepala viza agar tak terjadi seauatu terhadap viza dan perjalanan pun di lanjut.
Di dalam perjalanan pulang andra mengajak viza makan terlebih dahulu, dan anda juga mengajak viza jalan jalan mencari udara segar, andra berhenti di suatu pantai yang air lautnya begitu indah, dimana tempat itu yang pernah di kunjungi andra pertama mengajak viza jalan jalan, viza pun tersenyum mengingat kenangan yang pernah mereka lalui di sana
"Ehem yang senyum senyum sendiri, ingat kenangan sama aku dulu ya" ucap anda kembali meledek viza, dan karna kesal viza tak mau turun dari motor tersebut dan tanpa segan andra langsung mengendong viza turun dari motornya
"Apaan sih kamu, malu tau di liat banyak orang, kan aku bisa turun sendiri" rengek viza
"Habis di ledek dikit wajahnya langsung cemberut" jawab andra, melihat wajah viza yang lucu akan ke kekasalannya andra mencubit hidung viza dan menggandeng viza menuju tempat duduk.
Suara berisik dari dalam kamar loli yang sangat mengganggu telinga, karna merasa terganggu penjaga tersebut masuk ke dalam kamar tersebut dan melihat loli yang meresahkan dengan menendang nendang pintu kamar tersebut, penjaga tersebut membuka lakban yang masih merekat di mulut loli
"Lepasin gue, kalian gak berhak menyekap gue seperti ini" teriak loli
"Diam lu gak usah banyak omong, masih untung andra baik kalo gak lu udah gue antar ke kantor polisi"jawab penjaga dengan tegas, seketika loli terdiam
"Takut kan lu, jadi gak usah banyak tingkah lu, ini karna lu cewek aja klo cowok udah habis lu" sambungnya
Loli terdiam dan tanpa di sadari nya air mata menetes di pipinya,
"Gak perlu nangis nagisan lu disini, skarang bisa lu nangis kemarin pas lu nyekap viza gak lu pikirin perasaan nya gimana" dan penjaga tersebut kembali memasangkan lakban kemulut loli.dan loli di suruh untuk pindah ke tempat toni di kurung, dan sesampainya di sana loli melihat toni yang masih tergelak lemah dengan wajah babak belur karna di pukuli, loli pun kembali histeris niat ingin menolong tapi apalah daya tangan nya juga ikut di ikat dan mulut juga ikut di lakban loli hanya bisa menangis menyesali semua perbuatannya, si penjaga merasa kasihan terhadap loli dan toni salah seorang dari mereka membawakan sebuah makanan dan penjaga berlalu pergi.
Loli berusaha membangunkan toni dengan menendang nendang kaki toni dan seketika toni terbangun, dan mereka berusah membuka lakban yang ada di mulut mereka hingga berhasil dan dengan cara mereka bisa memakan makanan tersebut, perut yang begitu lapar namun terhalang dengan tangan yang terikat.
"Gue lapar banget ton, tapi gak bisa dengan leluasa memakannya" menoleh ke arah makanan tersebut
"Makan sebisa lu aja, gak usah ngerengek ke gue, lu cuman bisa nyusahin" ucap toni
"Lu punya mulut di jaga, ini semua juga karna gara gara lu gue jadi gini, lu jangan bela diri lu aja, gue juga terjerumus dalam masalah lu tau gak" ucap loli dengan lantang seraya meneteskan air mata.