
Saat jalan yang sangat sepi tanpa terlihat kendaraan selain kendaraan yang di tumpangi viza, semua yang berada di dalam mobil tersebut turun dalam keadaan cemas dan ketakutan karna melihat sosok aneh yang membuat mobil berhenti mendadak salah seorang pemuda tersebut berjalan menuju depan mobil dan melihat ke arah bawah mobil tersebut namun dia tak melihat apapun dari bawah sana, viza yang ketakutan tak lepas menggenggam tangan andra karna rasa takut yang bercampur aduk di karenakan dia perempuan satu satunya di antara para laki laki tersebut, namun setelah memastikan pemuda tersebut menyeruh semua orang masuk ke dalam mobil kembali dan dengan niat ingin melanjutkan perjalanan namun tiba tiba mobil mereka tidak bisa hidup keanehan demi keanehan selalu menimpa mereka.
Ibuk anna yang mulai khawatir dengan anaknya yang tak kunjung pulang ke rumah karna sudah tengah malam, buk anna panik dan selalu menghubungi viza namun nomor yang di tuju tak kunjung aktif buk anna menangis karena merasa sangat cemas terjadi sesutu dengan anaknya, pak abbas yang panik mencoba menghubungi andra namun keadaan juga tetap sama nomor andra juga tidak aktif.
Pemuda tersebut selalu berusaha mencoba menghidupkan mesin mobilnya namun tak kunjung bisa setelah beberapa kali keberentungan berpihak kepada mereka mobil yang tadinya mati sekarang bisa di nyalakan kembali dan mereka melanjutkan dan melaju sangat kencang karna takut akan terjadi sesuatu lagi, setelah melalui banyak masalah akhirnya mereka sampai di sebuah bengkel yang masih buka dan tak jauh dari rumah buk anna, viza dan andra turun dari atas mobil dan pemuda tersebut membantu menurunkan motor tersebut kemudian andra langsung mendorong motornya menuju bengkel dan viza mencoba mengecek ponsel genggamnya dan ternyata ponselnya dalam keadaan mati dan ia berusaha mnghidupkn namun tak kunjung bisa, andra berterima kasih atas bantuan yang sudah di berikan para pemuda tersebut dan mereka berlalu pergi
Dan andra tersenyum kepada viza karna ia tau ketakutan apa yang di rasakan viza dan setelah memastikan pemilik bengkel memperbaiki motornya andra mengajak viza untuk duduk di kursi yang di sediakan pemilik bengkel, di saat mereka duduk seraya menunggu motor di perbaiki buk anna tak sengaja melihat ke arah bengkel tersebut dan menyuruh suaminya untuk menepikan kendaraan di depan bengkel dan buk anna turun dengan tergesa gesa menghampiri viza lalu memegangi seluruh wajah viza karna terlalu khawatir viza hanya tersenyum dan menjelaskan kronologi yang sebenarnya terjadi, andra yang merasa bersalah kepada kedua orang tua viza memohon untuk meminta maaf karena tidak tepat janji untuk mengantarkan viza pulang kerumah, pak abbas yang melihat andra sontak menepuk pundak andra karna pak abbas tau andra adalah anak baik baik dan selalu mempercainya.
Namun rasa bersalah tak kunjung menghilang dari perasaannya andra menyuruh viza untuk pulang dengan buk anna dan pak abbas namun viza menolak karena ia juga tidak bisa meninggalkan andra begitu saja, viza dan keluarga menemani andra untuk memperbaiki motornya setelah sekitar satu jam motor andra pun sudah bisa menyala dan andra meminta viza untuk pulang bersama orang tua angkatnya dan andra berpamitan untuk pulang.