Viza

Viza
Eps 69



Angin pantai terasa begitu sejuk dan pemandangan air pantai yang indah nyaman di pandang langit yang mulai menyembunyikan mataharinya dengan meninggalkan cahaya sehingga siapapun yang melihat menjadi terpukau termasuk viza dan andra


Mereka mengelilingi tepi pantai dengan pelan mereka terlihat begitu sangat bahagia seakan dunia milik mereka berdua tak dan menghiraukan siapapun yang melihat mereka berdua, viza begitu menikmati kesehariannya bersama andra, andra mampu mengalihkan dunianya dari yang biasanya penuh penderitaan.


"Kamu bahagia gak seharian sama aku kayak gini?" tanya andra dengan suara pelan


"Aku bahagia banget ndra, aku bangga sama kamu, kamu selalu bisa bikin aku bahagi dan melupakan semua masalah masalah yang aku alami" jelas viza dengan tatapan bangganya dan seketika itu viza langsung memeluk andra dari belakang.


Andra berhenti untuk memarkirkan motornya setelah itu mereka berjalan menuju tepi pantai dan duduk melihat ke arah laut menikmati matahari tenggelam, andra terus memandangi wajah viza karna dia merasa beruntung bisa bersama viza


"Aku bangga sama kamu za, dalam keadaan terpuruk kamu masih bisa tersenyum di depan aku, padahal aku tau dalam hati kamu sangat terpuruk" gumamnya, anda melihat rambut viza yang menutupi wajah viza karna angin dan ia pun merapikan rambut viza, setelah mereka berlama dan langit pun sudah gelap andra membawa viza untuk balik ke rumah karna andra juga tidak mau di anggap laki laki tidak baik oleh buk anna yang membawa perempuan bermalam


"Kita balik ya za ntar kita kemalaman pulangnya" ucap andra dan viza menuruti perkataan andra, sesampai nya di parkir andra seperti biasa yang memasangkan helem viza dan mereka berlalu pergi.


*


Penjaga mengambil sebuah kompresan untuk loli namun langkahnya terhenti penjaga tersebut terjatuh karna kakinya di pegangi oleh toni yang juga terlihat lemah dengan wajah yang babak belur


"Aakkk....


Seketika penjaga tersebut menendang toni, toni memcoba memberikan isyarat bahwa ia sangat lapar namun sang penjaga memukulnya toni tak mampu membalas karna ia memang sudah tak berdaya,


Tak lama salah satu penjaga pun datang dengan membawa makanan dan penjaga tersebut melepas ikatan di tangan toni dan loli dan menyuruh mereka untuk memakan makanan tersebut, toni langsung melahap tanpa harus berpikir panjang ia begitu terlihat sangat kelaparan, sedangkan loli hanya dia dan memandangi makanan tersebut dengan tatapan layu, dan tak tega melihat loli penjaga tersebut penyuapi makanan tersebut secara perlahan.


"Mangkanya kalian kalo jadi orang jangan jahat, baru tau kan sangitnya kayak gimana?" ocehan salah seorang penjaga, namun loli dan toni tak menghiraukan, toni terlihat begitu lahap menyantap makanan tersebut


" aku haus" bisik loli dan dengan sigap penjaga tersebut memberikan loli minum dan setelah minum penjaga melanjutkan menyuapi loli setelah beberapa menit makanan pun habis dan mereka terlihat kenyang dan penjaga tersebut kembali mengikat tangan mereka berdua dan menyuruh loli untuk beristirahat setelah loli meminum obatnya.


penjaga pun keluar dan mengunci pintu kamar tersebut dan salah satu penjaga mengeluarkan ponsel genggamnya dengan niat ingin menghubungi andra namun setelah beberapa kali menghubungi andra tak kunjung menjawab.