Viza

Viza
Eps 73



Rasa ketakutan mulai menyelimuti mereka berdua yaitu toni dan loli rasa ingin menyeseli namun semuanya sudah terlambat kejahatan yang pernah mereka lakukan berulang kali semua akan di bayarkan, andra dan pak abbas bersusah payah menahan emosi yang bergejolak.


Ketika toni di tanya perihal mejahatan yang pernah di lakukan terhadap andra dan viza toni mengelak dan tak tau di salahkan dia berteriak sehingga keributan pun di mulai andra tak bisa menahan amarahnya lagi, apalagi di sana di hadiri orang tua toni yang selalu membela toni, andra pun mengamuk dan dengan susah payah pak abbas menahan andra agar tak melayangkan tangan nya terhadap toni


Pak abbas terus memegangi tangan toni salah seorang polisi mengintrogasi toni dan loli supaya mereka bisa mengakui kesalahan mereka.


Orang tua toni tak terima dengan tuduhan yang di layangkan andra terhadap anak nya dan untuk meyakin kan mereka andra memiliki bukti yaitu bekas lebam di wajah viza yang sempat ia foto dan menujukkan kepada polisi dan orang tua toni karna bukti yang dimiliki andra cukup kuat dan akhirnya toni di masukkan ke dalam sel tahanan termasuk juga loli.


Orang tua toni memohon terhadap andra untuk mencabut tuntutan terhadap anaknya namun andra tak menghiraukan mereka, setelah itu di susul dengan kedatangan viza dan buk anna yang mana mereka telah di beri tahu andra sebelum andra tiba di kantor polisi.


Sesampainya viza di sana viza di minta untuk menjelaskan semua kejahatqn toni dan loli setelah sekian jam di ruangan tersebut viza pun keluar dan sebelum mereka balik kerumah viza meminta izin untuk melihat loli yang mana loli di tahan di sel yang berbeda dengan toni


" ndra antarin aku lihat loli dulu" ucap viza dengan nada suara sendu, andra pun meminta izin terhadap polisi tersebut untuk mengizinkan mereka melihat loli, dan mereka pun di antarkan ke depan sel


" sayang ibuk kok nangis, hei kamu gak boleh nangis mereka sudah sepantasnya untuk menerima semuanya" jelas buk anna


"Tapi buk aku kasihan sama mereka buk" ucap viza


"Kamu gak perlu kasihan sama orang yang seperti itu, karna mereka pantas mendapatkan itu" sambung pak abbas, viza pun terdiam tanpa bersuara namun air matanya terus mengalir, di dalam perjalanan pulang pak abbas membawa viza untuk singgah karna pak abbas ingin menenangkan hati viza dengan mengajak nya makan disebuah cafe namun viza menolaknya dan meminta untuk melanjutkan perjalanan menuju rumah karna tak ingin membuat perasaan viza semakin tak karuan pak abbas pun melanjutkan menyetir menuju rumah.


Setelah beberapa saat akhirnya mereka sampai di rumah viza tak berkata apapun dan menyilinap masuk ke kamarnya, buk anna mengikuti viza dari belakang karna pintu tak di tutup viza buk anna melihat viza menangis tersedu sedu dan itu membuat buk anna juga menangis dan di susul pak abbas untuk menenangkan istrinya agar tak merasakan sedih yang mendalam.


" sudah jangan ikut menangis kasihan viza jika dia mengetahui" seraya membawa buk anna menuju ruang tamu, buk anna berusaha menghapus air matanya namun masih tetap bercucuran.