
Sesampainya di kamar loli pun mengambil selimutnya dan tertidur sendirian di kamar tersebut, dan tak di sangka hari pun sudah malam rumah yang begitu sangat gelap karna tidur yang begitu nyenyak sehingga tak tak menyadari bahwa lampu rumah mereka yang masih mereka hidupkan
Loli pun berdiri menuju pintu kamarnya dan meraba kontak lampu yang berada di samping pintu kamar nya seraya berjalan menuju luar dan memanggil buk anna
"Buk ibuk udah bangun belom loli takut nih buk, soalnya di sini gelap" teriak loli
Buk anna pun bergegas keluar menghampiri loli dan menghidupkan lampu rumah nya seraya merangkul loli dan membawanya menuju dapur untuk mempersiap kan makan malam mereka.
Buk anna yang sedang memasak merasa janggal dengan susana yang tak biasa di rasanya karna rumah yang begitu sepi dan buk anna teringat dengan Viza karna tak muncul sedari tadi
"Oh iya sayang viza dimana ya? Kok ibu gak ngeliat dia" tanya buk anna
"Hmm mungkin lagi di kamar buk, kan dari tadi aku tidur" jawab loli yang merasa gugup atas pertanyaan buk anna
"Ooh gitu, nanti aja bangunin dia kita masak dulu aja" ucap buk anna dengan wajah polos
Loli pun kebingungan harus memberi alasan apa terhadap buk anna, di satu sisi lain dia juga tersenyum licik terhadap rencananya karena tak ingin di curigai loli pun mengalih kan pembicaraan nya dengan buk anna sehingga buk anna pun melupakan tentang viza.
Setelah semua masakan yang di masak selesai buk anna keluar menuju kamar viza tanpa di ketahui loli karena dia berada di kamar mandi dapur dan tak lama kemudian buk anna berteriak memanggil nama loli dan loli pun terkejut dan menyusul buk anna menuju kamar
"Ibu kenapa kok teriak teriak?" tanya loli
"Aku gak tau buk mungkin dia keluar buk tanpa mintak izin sama ibu" jawab nya dengan kebohongan yang di lontarkannya
"Atau jangan jangan dia kabur buk, soalnya kemaren dia pernah bilang sama aku kalo dia mau pergi katanya gak mau tinggal disini" sambungnya
"Lah kok gitu? Alasan dia ngomong gitu apa? Ibu kan gak pernah marahi atau ngekang dia" jawab buk anna
"Ya gak tau buk, mungkin dia gak bahagia disini buk, emang ya udah di baikin malah gak terima kasih " jawab loli yang terus menjelek kan viza
Mendengar perkataan loli buk anna pun jadi terhasut dan merasa marah terhadap viza karna buk anna yang menganggap VIZA yang tak tau diri karna telah di urus dan di anggap seperti anak kandung, buk anna pun meneteskan air mata karna kekesalannya buk anna pergi meninggalkan loli dan masuk ke kamar nya karna loli yang sangat licik mencoba mengambil hati buk anna dan membawakan makan malam kepada buk anna.
*
Viza yang sudah tersadar dari pingsannya yang begitu lama dan dia mencoba merangkak mencari sesuatu yang bisamemberikan dia penerangan karna di rumah tersebut begitu sangat gelap suar jangkrik yang memekak kan telinga membuat viza merasa takut, dia pun berteriak meminta pertolongan namun tak seorang pun mendengar teriakan nya dia pun merasa setiap sudut di sekitarnya itu dan akirnya dia menemukan sebuah korek api dan dia pun mencoba untuk menghidupkan nya namun dia memdengar suara kaki yang mondar mandir berjalan di sekitar luar rumah itu sesekali mengetuk ngetuk pintu tersebut dan itu membuatnya sangat ketakutan dan dia pun merangkak dan tersandar di dinding rumah tersebut dengan kedua tangan nya menutup mulutnya agar tak mengeluarkan suara
"Ibu aku takut bu" gumamnya, kemudian suara itupun seketika tak terdengar dan Viza mencoba memastikan dengan mengintip di celah celah pintu dan dia pun melihat seorang laki laki yang tak jelas wajah nya berdiri di depan pintu tersebut dengan sebatang rokok yang sedang di hisapnya.
"Ya allah lindungi aku" gumamnya dengan air mata yang bercucuran di pipinya dia begitu sangat ketakutan dan tangan yang sudah menggigil
Seseorang kembali berjalan di sekitar rumah tersebut dan menendang pintu depan rumah itu dan sontak membuat Viza terkejut dan membuatnya terduduk dan terdiam di sudut dinding yang gelap, dan viza pun mendengar suara laki laki yang tak asing di dengarnya dan dia berfikir bahwa itu adalah toni dan dugaan nya pun benar tiba tiba toni membuka pintu depan itu dengan membawa sebuah penerang dari layar ponsel genggam miliknya.