Viza

Viza
Eps 74



Suara motor yang begitu nyaring bunyinya terdengar memasuki perkarangan rumah andra dengan wajah kusut dan lesu turun mendekati buk anna dan pak abbas yang kebetulan sedang duduk di ruang tamu mereka, andra yang masuk langsung bersalaman dan sesekali menoleh ke semua ruangan namun ia tak melihat viza dan andra pun menanyakan kepada buk anna keberadaan viza


"Oh iya buk viza mana buk?" tanya andra


"Viza lagi di kamar nak, vizanya lagi nangis, kasihan dia" ucap buk anna


"Oohh biarin aja dulu buk, biarin dia ngeluarkan semua kesedihannya" ucap andra


Setelah itu mereka terlihat membicarakan sesuatu di lihat dari raut wajah mereka terlihat membicarakan sesuatu yang penting setelah lama berbicara dan kebetulan waktu sudah hampir menunjuk kan waktu magrib andra berpamitan untuk kembali kerumah nya, andra pun bersiap berdiri dan dalam hati menunggu viza untuk menemuinya namun viza tak kunjung di lihat dan andra pun kembali ke motornya dan berlalu pergi.


Buk anna berjalan dengan langkah kecil menuju dapur beliau melihat bahan makanan dari balik lemari es namun stok makanan juga kebetulan habis sedangkan langit sudah mulai gelap tak memungkin kan jika harus membeli bahan makanan dan buk anna menyuruh suaminya untuk membelikan makanan cepat saji untuk viza dan dengan bergegas pak abbas pun berlalu pergi


"Sayang ibuk kok kesini tidur di kamar aja, ntar ibuk akan bawakan ke kamar makannya" bujuk buk anna dan tanpa mengeluarkan sepatah kata pun viza hanya diam dan balik badan kembali ke kamarnya.


Sesampainya di kamar viza tak bisa menahan air matanya yang bercucuran seakan masih tak menyangka dengan tindakannya yang membalaskan kejahatan sahabatnya, ia terus menciba menenangkan hatinya agar tetap tegar namun kesedihan tak kunjung hilang, tak kama kemudian buk anna masuk ke kamar viza dengan membawakan makanan dan buah buahan untuk viza dan meletakkan di atas meja yang tepat berada di samping kasur viza dan setelah memastikan viza memakannya buk anna berlalu pergi, viza melanjutkan makannya dengan air mata masih bercucuran di pelupuk matanya.


"Ibu gak tega lihat aku seperti ini nak, bagaimana orang tua kandungmu tau pasti mereka akan lebih terpukul" gumamnya melihat dari kejauhan, buk anna berbalik badan kembali ke dapur, sesampainya di dapur buk anna mencurahkan semua isi hatinya dengan menangis sejadi jadinya karna merasa kasihan terhadap viza yang nasib nya begitu malang selalu di timpa oleh masalah.


Pak abbas tanpa sengaja melihat istrinya menangis tersedu sedu, namun pak abbas tak ingin mengganggu istrinya dan pergi dengn lambat tanpa terdengar oleh istrinya, pak abbas duduk di teras depan rumahnya terlihat merenung dan raut wajah sedih, tanpa di ketahuinya viza keluar dengan menyapa pak abbas dan membawa piring bekan makannya, ia langsung menyuruh pak abbas untuk makan namun dengan suaranya yang masih serak, tanpa menolak pak abbas langsung berdiri dan berjalan bersamaan dengan viza, buk anna yang mendengar suara berjalan mereka beliau langsung menghapus air matanya dan berpura pura tegar dan tersenyum di hadapan mereka.