
Karna rasa dendam yang masih di rasakan nya Viza kemudian mendekati toni dan melemparkan sebuah kayu ke arah wajah toni sehingga membekas kan goresan luka
Karna tak terima dengan perlakuan Viza toni turun dari atas motornya dan mencengkaram tangan Viza dengan sangat kuat, loli yang melihat perlakuan toni yang ingin main kasar terhadap teman nya loli berteriak meminta pertolongan karna buk anna yang masih berada di dalam rumah berlarian menuju suara teriakan yang di dengarnya
"Toloong tolongg" teriak loli dengan keras terdengar sampai ke dalam rumah
"Heh siapa kamu ? Beraninya kamu berbuat kasar terhadap anak saya" teriak buk anna dengan wajah yang begitu marah mendekati toni
Buk anna seketika menampar wajah toni dengan kencang sehinga tangan nya terlepas dari tangan Viza rasa amarah yang makin melonjak Viza berteriak histeris sehingga masyarakat sekitar menyusul suara Viza segerombolan bapak bapak dan ibuk ibuk berlarian
"Ada apa ini?" teriak mereka
Tolong pak dia sudah berani main kasar terhadap kami " menunjuk ke arah toni karna merasa kesal mereka memukul toni hingga babak belur
"Aaaggghhh tolooong ampuun" seru toni yang kesakitan menahan pukulan dari meraka
" itu belum seberapa atas sakit yang yang gue derita karna ulah lu" teriak viza yang di iringin dengan air mata karna mengingat kejadian yang membuat nya trauma
" sudah audah hentikan , biarkan dia pergi" ucap buk anna berusaha melerai pukulan pukulan terhadap toni dan mereka semua berhenti untuk memukulnya
Wajah yang sudah bonyok dan hidung yang bercucuran darah toni berdiri dan berlalu meninggalkan mereka semua, sesampai nya di rumah di terbaring di ruang tamu dengan badan dan wajah penuh dengan luka, badan yang berdaya dan rasa sakit luar biasa yang di rasa nya membuat nya berpikir untuk membalaskan nya terhadap viza.
Suara ******* akibat menahan rasa sakit terdengar oleh andra yang tak jauh berada dari ruang tamu, tepat nya di samping ruang tamu letak kamar nya, andra berjalan menuju ruang tamu dan terkejut meluhat keadaan toni
"Kenapa lu ? Kok lu jadi gini" ucap andra
Karna rasa simpati dan kasihan terhadap toni andra mengambil p3k untuk mengobati toni seraya mengobati luka toni andra mencoba menanyakan apa yang sudah terjadi terhadap teman nya
Buk anna mengajak Viza masuk ke dalam rumahnya dan mencoba menenangkan Viza yang tak henti menangis karna merasa kesal terhadap toni, rasa sakit di hatinya yang masih melonjak menghilangkan kesadaran dan memukul mukul kepalanya karna tidak tau kemana harus di lepas kan nya loli teriak histeris melihat Viza dan mencoba menenagkannya dan tak di sangka Viza pingsan tak sadarkan diri
" astaga sayang " seru buk anna mendekap Viza ke pangkuan nya dan loli berusaha mencari minyak kayu putih untuk Viza
"Za bangun za " ucap loli seraya mengoleskan minyak tersebut ke hidung dan kepala viza
Buk anna menangis tersedu sedu melihat Viza yang tak sadarkan diri di dalam pangkuan nya
"Loli kamu panggil sopir suruh siapkan mobil" seru buk anna
" iya buk"jawab loli berlalu meninggalkan mereka , dak tak lama mobil sudah terparkir di depan rumah dan loli yang berlarian mendekati Viza dan mencoba menggendong viza , wajah yang begitu sangat cemas dan air mata tak hentinya menetes di pipi loli mencemaskan akan kesehatannya seorang teman nya itu loli di bantu pak sopir masuk ke dalam mobil dengan kecepatan tinggi mereka sampai di salah satu rumah sakit di kota itu
"Sayang bangun nak" buk anna yang berusaha membangunkan Viza sesampai nya di rumah sakit loli meminta bantuan kepada petugas rumah sakit untuk membawa Viza ke ruangan UGD.
"Dokter tolong anak saya dok"buk anna memohon terhadap salah seorang dokter yang akan menangani Viza
Setelah satu jam berlalu Viza pun tak kuncung terbangun dari pingsannya loli yang terlihat mondar mandir sedari tadi mencemaskan keadaan Viza
"Sayang kamu duduk di sini dekt ibuk kita doain aja supaya gak terjadi sesuatu" ucap buk anna menenangkan loli dan loli berjalan dan duduk di sebalah buk anna sekita dua jam dokter keluar dari UGD dan Viza yang masih terbaring di bawa oleh suster menuju ruang inap
"Suster gimana keadaan anak saya" ucap buk anna mengiringi para suster
"Anak ibuk gak apa apa , hanya syok saja buk"jelas nya
Rasa cemas dan khawatir berlebihan dan air mata tak hentinya bercucuran di pelupuk mata melihat keadaan anak tersayangnya lemah tak berdaya yang tak sadarkan diri hadapannya.