
Matahari mulai tenggelam langit mulai menunjukkan cahaya gelapnya viza andra dan viza terlihat bahagia dalam perjalanan menuju pulang karna sudah menikmati angin segar di tepi pantai, wajah viza begitu bahagia seakan dia sudah tak memikirkan masalah yang pernah membuatnya terpukul
"Ndra makasih ya kamu udah baik sama aku" ucap viza
"Gak usah bilang makasih selagi aku bisa jagain dan bahagia in kamu " jawabnya,mendengar jawaban dari andra viza terlihat tersipu malu
Tiba tiba ponsel genggam milik andra berdering dan andra pun berhenti untuk mengangkat nya ternyata dari teman nya yang di suruh untuk menjaga toni dan loli andra lupa bahwa ia ada janji untuk menemui toni dan loli
" halo ndra, lu dimana? Gak jadi kesini??"
"Oh iya iya bentar lagi gue ke sana" lngsung menutup telponnya
Viza pun mencurigai andra karna tak ingin viza tau tentang rencananya andra mencoba mengalihkan kecurigaan dari viza
"Kamu mau kemana ndra?" tanya viza
"Ini aku ada perlu sama teman yang lain" jawabnya
"Oohh kamu gak ada rencana lain kan??" anda tertawa mendengar pertanyaan viza dan karna kesal viza mencubit pinggang andra, andra pun tertawa dan mengambil tangan viza dan menaruh di pinggangnya, andra menyuruh viza untuk berpegangan dengan erat.
Kemudian andra pun mengendarai sepeda motornya dengan kencang dan tak butuh waktu lama mereka pun sampai di rumah buk anna
"Iya sampe tapi akunya hilang kehilangan nyawa tau gak ?" jawab viza dengan cemberut
"Hehehe kan sekarang masih hidup kan " ucap andra meledek viza, tanpa berlama lama andra berpamitan untuk pergi.
Andra terlihat ngebut ngebutan di jalan agar dia cepat sampe di rumah toni, sesampainya di sana andra langsung menyembunyikan motornya agar tak di curigai orang sekitar dan andra pun masuk ke dalam rumah toni, karna mendengar suara andra toni langsung berteriak meminta untuk melepaskan ikatan di tangan dan kakinya
"Wooyy lepasin gue" teriak nya karna mendengar teriakan itu andra masuk dan menendang toni
"Beraninya lu bilang lepasin, ini belum seberapa di banding perlakuan lu sama gue, lu ingat gak ??" jelas andra
Toni kembali berteriak dia berfikir bahwa bisa di dengar oleh orang orang sekitar rumahnya itu kemudian teman andra masuk dan menutup mulutnya dengan lakban kembali dan sesekali memukul nya, loli ketakutan di depan matanya toni di pukul hingga wajah toni memar karna pukulan.
Andra menyuruh teman nya untuk menghentikan pukulan terhadap toni dan menyuruh nya keluar dan andra menutup pintu tersebut yang sedangkan dia masih berada di dalam kamar tersebut andra kembali membalaskan dendamnya dan memukul toni tanpa hentinya sehingga toni tak dapat melakukan perlawanan, loli hanya bisa menangis dan menutup matanya dia tak sanggup untuk mengeluarkan suaranya karna dia takut andra juga akan berbuat kasar terhadapnya.
Andra menoleh ke arah loli karna melihat loli begitu ketakutan andra mengehntikan pukulannya dan berlalu pergi, loli menangis se jadi jadinya apa yang di lakukan nya terhadap viza berbalik arah kepadanya, loli terus menangis dan merangkak ke arah toni loli mencoba membantu toni namun tangan dan kaki nya terikat
"Ton lu gak apa apa kan ton" seraya menangis toni hanya terdiam diam dan matanya hanya tertutup tanpa memberikan isyarat kepada loli.