
Pagi pun datang menyambut dengan cahaya matahari yang memasuki celah celah jendela namun terlihat Viza yang berjalan dengan membawa segelas susu dan roti menuju kamar tamu yang akan di berikan kepada andra dan di dalam kamar tersebut terlihat andra yang masih tertidur lelap dengan wajah membiru bekas pukulan setelah itu Viza menaruh sarapan tersebut di atas meja yang berada di samping kasurnya dan berjalan keluar namun langkahnya terhenti tiba tiba andra menarik Viza dan terjatuh di pangkuan andra kemudian andra merangkul Viza sehingga Viza tersandar di dada bidang andra
"Astaga kamu ngapain, nanti ketahuan sama ibu dan loli gimana?"
"Sudah, gak ada yang liat kok pintunya kan tertutup"ucap andra menoleh ke arah pintu
"Izinin aku gini dulu ya, aku nyaman dekat kamu"sambungnya
Viza pun terdiam dalam pelukan andra
"Udah ah ketahuan sama loli tamat riwayat mu" ucap viza mendorong andra sehingga andra melepaskan pelukan nya dan Viza pun bergegas keluar dengan wajah yang memerah dan dia pun masuk ke dalam kamarnya
"Kenapa lu masih pagi udah bertingkah aja" seru loli kebingungan dengan tingkah laku Viza
" oh iya tu si andra masih hidupkan? Bikin kaget gue aja malam malam ke rumah orang bukannya bawain makanan eeh malah bawa beban" ucap loli
"Ih lu apaan sih lol, jagan gitu dong jahat banget" jawab viza dengan wajah berubah drastis
Loli pun keluar meninggalkan Viza menuju dapur lalu dia mengambil segelas air dan membawa gelas tersebut menuju teras rumah sambil berjemur menikmati matahari pagi
Tingkah loli berbeda dari biasanya dia terlihat tidak menyukai andra dan mulai agak mendiam kan Viza perkataan yang mulai kasar terlontar dari mulut loli
"Loli lu di sini di cariin juga, gue di tinggal sendiri di kamar" ucap viza mendekati loli namun loli tak menghiraukan Viza dia kembali masuk ke dalam kamar dan meninggalkan Viza kembali
"Kok loli jadi aneh gitu ya" gumamnya kemudian tanpa di sadarinya andra berdiri di depan pintu tepat di samping Viza
"Kamu kenapa masih pagi udah ngelamun gitu" tanya andra
Karna tak ingin andra salah paham Viza tak menceritakan tingkah loli kepada andra dan dia memilih diam, kemudian andra membuka pembicaraan terhadap Viza
" lah kamu mau kemana?kan kamu belum sembuh"jawab Viza
"Siapa bilang aku belum sembuh buktinya aku masih kuat kuat aja" ucap andra yang berdiri tegap di hadapan viza, dia pun tak ingin menghalagi keputusan andra namun Viza tak begitu menyetujui keputusan andra taoi apa boleh buat Viza juga tak ingin membebankan buk anna.
*
kring kring...
Ponsel genggam milik toni berdering beberapa kali namun dia tak kunjung mengangkatnya kemudian setelah kurang lebih dari empat kali ponsel genggam nya berdering toni mengangkatnya
"Haloo, hmm ada apa? Ganggu aja masih pagi emang lu gak liat" ucap andra terlihat sangat marah
" lu santai aja dong"
"Ngapain lu nelfon gue pagi pagi gini?" tanya toni
"Ton lu kenapa gak becus gitu ngurus satu orang aja gak bisa" ucap loli
"Lu jangan bisanya ngomong aja, lu jangan ngurusin kerjaan gue emang lu udah becus"jawab toni kemudian toni menutup telfonnya
Ternyata dengan kejadian yang selama ini di alami Viza dan andra sudah rencana mereka berdua, mereka bersekongkol dari awal Viza di tipu mereka, namun tak ingin di curigai Viza loli berpura pura seakan akan kejadian yang menimpa Viza juga sama sepertinya namun Viza tak menyadarinya karna perlakuan loli yang baik kepadanya
"Gue pastiin kalian berdua akan menyesal selamanya" gumam toni
Kemudian toni mengirimi pesan kepada loli untuk menemuinya di suatu tempat setelah berjalan nya waktu tepatnya di sore hari loli yang pergi dengan sendiri tanpa berpamitan kepada siapapun menaiki sepeda motor yang tak di kenal sesampainya di suatu tempat loli bertemu dengan toni yang sudah lama menunggunya mereka pun menyusun rencan bagaimana cara mereka membawa Viza dan membalaskan dendam terhadap andra dan setelah itu mereka kembali berpencar dan pergi meninggalkan tempat tersebut.