Viza

Viza
Eps 52



Toni yang tiba tiba masuk ke dalam kamar dimana tempat viza di kurung dengan membawakan sepiring makanan dan segelas air putih untuk di berikan kepada viza, viza yang terlihat sangat pucat lemah tak berdaya seraya memegangi perutnya yang begitu lapar dan toni masuk memberikan makanan tersebut dengan cara di dorong dengan kaki nya seperti memberikan makan kepada binatang


"Eh ini makanan buat lu" ucap toni tanpa memperhatikan keadaan viza tersebut dan dia pun berlalu keluar dan mengunci kembali pintu tersebut, dan setelah toni keluar viza dengan lahap nya memakan makanan tersebut seperti orang kelaparan dengan air mata berjatuhan di pipinya


"Sabar za kamu jangan nangis ya, udah kamu makan aja" gumamnya menguatkan dirinya agar tak meneteskan air matanya


Suara sepeda motor terdengar sangat keras dari luar rumah tersebut yang ternyata toni pergi meninggalkan viza sendirian dan mengunci rumah tersebut, setelah viza menghabiskan makanan nya dia pun bersandar di dinding kamar tersebut


"Kenapa aku di pertemukan dengan orang orang yang jahat, emang salah aku apa" gumamnya


Viza berdiri memandangi ke arah luar jendela besi tersebut dengan mata yang sembab dan wajah yang begitu pucat melihat dengan pandangan yang kosong dan seseorang terlihat berjalan di depan jendela kamar tersebut dan dia pun berteriak meminta pertolongan namun orang tersebut hanya melihat tanpa mau menolong.


*


"Kemana aku harus pergi tak seorang yang mau menolong ku, sudah seperti gelandangan aku berjalan di jalanan dan aku tak satupun juga mengenal orang disini" ucap andra yang berjalan dengan wajah lusuh.


Andra terus bergerutu dengan kesalnya tak seorang pun yang di kenal nya dan semua barang dan sepeda motornya di bawa toni0 teman yang telah menghianati nya itu


"Gak mau tau caranya gimana lu harus ngerasaian siksaan apa yang akan lu dapat ton" ucapan nya dengan amarah


Andra terus berjalan seketika langkah nya terhenti sebuah mobil berhenti tepat di hadapan nya kemudian dia menoleh ke arah depan mobil tersebut dengan pandangan yang mulai kabur karna kelelahan seorang pun keluar yang tak asing yaitu wanita yang pernah menolong nya


"Kamu? Kenapa kamu berhenti dan menghalagi langkah ku?tanya andra


"Aku melihat mu berjalan di jalanan, atau memang hobi mu berjalan di pinggir jalan ya?" ucap wanita tersebut dengan senyuman sinis wanita tersebut berbicara sangat dingin dan wajah datar


"Sudah kamu cukup diam dan ikuti saja kemana aku akan membawa mu"menatap wajah andra dengan sinis


Andra pun terdiam seketika karna wanita tersebut lebih garang dari pada dirinya andra terus memandangi menghadap lurus kedepan dengan tubuh kaku dan sesekali melihat ke wajah wanita badas tersebut kemudian wanita tersebut membawa andra masuk ke bagasi rumah, pemandangan yang begitu mewah dan megah terlihat dari rumah wanita tersebut bak seperti istana


"Kamu membawa ku kemana? Ini dimana?" andra yang kebingungan dan wanita tersebut melihat ke arah andra dengan tatapan yang tajam


"Turun" ucap nya dengan memberikan kode mengalihkan matanya ke arah pintu mobil


"kalo bukan cewek udah habis lu sama gue" gumam andra


"Hei apakah kamu hanya ingin berdiam di dalam mobil itu?" ucap wanita tersebut yang sudah dulu keluar dari mobil itu


Andra turun dengan wajah polosnya mengikuti dari belakang wanita tersebut menuju pintu masuk rumah nya


"Waaahh bagus banget rumah nih cewek, bukan main" gumamnya


Setelah masuk ke dalam rumah tersebut wanita itu membawa andra ke sebuah kamar yang terletak di lantai dua rumah wanita tersebut


"Untuk sementara waktu kamu bisa tinggal di sini, bersihkan diri mu dan ganti pakaian mu di dalam lemari tersebut sudah ada handuk dan pakaian" ucap wanita itu dan berlalu meninggalkan andra


"Hei tunggu, terima kasih sudah membantu ku" ucap andra dengan suara pelan dan wanita itu hanya mengangguk kan kepalanya dan keluar dari kamar tersebut.