
Tak terasa waktu begitu sangat cepat berlalu dan waktu pun sudah menunjukkan waktu sore hari andra yang masih ketiduran tanpa bergerak sedikitpun membuat viza khawatir dan berniat untuk membangunkan andra, sempat terfikir bahwa andra tak akan bangun dan sontak viza langsung mengguncang bada andra lalu andra terbangun dengan nyawa yang masih blum terkumpul
" ha ada gempa" ucapnya yang langsung duduk dan seketika ia juga merasakan sakit karna luka yang masih memerah
"Hahaha ayok kabur ada gempa ndra" viza tertawa melihat andra dan teringat ia sangat puas melihat wajah lucu andra
"Udah ah ayok bangun, udah sore juga masih aja tidur, aku sempat periksa nafas kamu aku pikir kamu udah gak ada" sambungnya dengan ucapan ngasal nya dan andra pun menatap wajah viza dengan tatapan sinis karena viza membuatnya sangat kesal
Tiba tiba pak abbas datang dengan membawakan pakaian ganti untuk andra lalu pak abbas membantu membopong andra masuk menuju kamar mandi dan membantu andra untuk melepas pakaian karena susah jika harus di lakukan andra sendiri, viza pun berjalan menuju dapur dan menyiapkan masakan, suara sangat berisik jika viza yang berada di dapur buk anna pun berjalan menghampiri viza yang sedang sibuk di dapur
"Astaga nak kamu mau perang atau mau masak suaranya sampe kedengaran ke depan rumah" ucap buk anna
"Hehe tenang buk aman kok" jawab viza dengan cengengesan
"Kamu bisa sendirian kan, ibu mau beresin halaman depan dulu" ucap buk anna
"Bisa dong buk" jawbnya dan buk anna pun berlalu pergi, setelah itu andra kembali di bopong pak abbas menuju ruang nonton dengan wajah kesakitan dan viza mgintip dari bali dapur dan kebetulan andra juga melihat ke arah nya viza kembali membuat andra kesal karena ia mengejek andra d ngan pura pura kesakitan juga dan andra langsung mengalihkan wajahnya
" ya ampun hampir aja kebakan" ucapnya dengan wajah pucat.
Beberapa saat kemudian masakannya pun telah selesai dan tersusun di atas meja makan wajah nya sangat puas dan senang lalu ia menari nari kecil sambil bernyanyi menuju kamarnya, sesampainya di kamar ia langsung mengambil handuknya dan membersihkan diri masuk ke dalam kamar mandi.
Buk anna juga selesai membersihkan halamannya dan masuk ke dapur beliau pun tersenyum viza berhasil memasak dengan masakan yang sudah berada di meja makan.
Buk anna menyusul andra yang sedang fokus menonton beliau duduk di sebelah andra dan memastikan luka andra sudah di bersihkan, beliau mengoleskan obat di luka andra membuat andra teriak kesakitan
"Aduh sakit buk" rengek nya lalu viza keluar dengan handuk yang berada di kepalanya
"Lebay amat" ucap viza, buk anna tersenyum melihat dua anaknya yang sedang berbalas ejekan, buk anna menyuruh viza untuk mengambilkan makan untuk andra dan viza menolak karena ia juga merasa kesal terhadap andra,
"Viza gak boleh gitu, ayok ambilkan andra makan" ucap buk anna
"Iya buk" jawabnya dengan wajah di tekuk, viza membawakan piring dan gelas yang berisikan nasi dan air putih untuk andra viza langsung menaruh di samping andra dan langsung meninggalkan andra ia berjalan menuju meja makan dan makan dengan sendirian.