
Dorrr...
Suara pintu yang di dorong sangat keras dan membuat VIZA ketakutan
"Toni jadi ini rencana lu? Gak habis fikir gue sama lu ton, emang salah gue sama lu apa?" teriak viza
Toni pun mendekati viza dan memegang rambur bagian belakang kepala viza sangat erat dan membuat viza kesakitan
"Eh lu dengerin gue ya? Lu gak usah teriak teriak karna gue gak tuli gue masih bisa dengar lu" ucap toni dan Viza berusaha melepaskan genggaman tangan toni di kepalanya dan sesekali memukul toni
Karna merasa kesal toni pun mendorong viza sehingga membuat kepalanya viza terbentur keras ke dinding
"Masih mau ngelawan? Hah?" ucap toni dengan bangga nya
Viza hanya bisa terdiam dan menangis tas apa yang sudah di lakukan toni terhadap nya dan toni pun keluar memanggil teman temannya untu membawa Viza ke suatu tempat
"Kalian bawa dia" ucap toni memerintah teman teman pesuruhnya, viza pun berteriak dan menolak untuk di bawa dan karna merasa terganggu dengan teriakan viza toni pun memaksa viza dengan menjambak rambut viza, dan dengan paksaan viza berjalan mengikuti toni dari belakang dan di pegangi oleh pesuruh toni.
Setelah beberapa menit berjalan sampai lah mereka di sebuah mobil yang sudah menunggu dan viza pun di paksa masuk dengan cara di dorong dia pun merasa ketakutan karna hanya dia satu satunya wanita di dalam mobil tersebut Viza pun tak henti menangis dan memohon kepada toni untuk melepaskan nya namun toni tak mendengarkannya dan menyuruh Viza untuk diam sesampai nya mereka di suatu tempat Viza pun di paksa turun dan masuk ke dalam rumah yang tak begitu besar yaitu tempat yang di tinggali toni dan mereka pun pergi meninggalkan toni dan viza.
Toni mengunci Viza di salah satu kamar rumah tersebut dengan kamar yang begitu gelap, viza hanya bisa pasrah dan menuruti keinginan toni dan dia pun tertidur karna merasa sangat lelah.
*
"Buk ibuukk" teriakan loli terdengar dari luar kamar buk anna, buk anna yang tak kunjung keluar dari kamarnya itu membuat loli merasa khawatir dan beberapa kali mengetuk pintu kamar buk anna
Tok tok tok
Namun buk anna pun tak menjawab loli setelah di selusuri di kamar tersebut buk anna yang sudah tak berada di kamarnya loli pun panik dan mencari buk anna ke luar rumah nya namun buk anna juga tak di temukan, kemudian loli pun kembali ke dalam rumah tersebut seketika wajah yang awal nya begitu cemas berubah drastis menjadi senyuman licik dia pun berencana masuk ke dalam kamar buk anna secara diam diam dan sesekali menoleh ke arah pintu dia lun membuka lemari baju buk anna dan melihat sebuah kotak perhiasan yang berisikan kalung dan gelas emas dan dia pun mencuri perhiasan tersebut dan mengendap keluar dari kamar tersebut tak lama setelah itu terdengar suara dari luar rumah dan dia pun bergegas menyembunyikan perhiasan tersebut
" Astaga gue gak boleh ketahuan, kalo sampe ketahuan habis gue" gumamnya
Setelah menyembunyikan perhiasan tersebut seseorang terdengar berjalan ke arah kamarnya loli dan loli pun bergegas keluar dan dia terkejut buk anna yang tiba tiba muncul di hadapan nya
"Eh ibuk, ibuk dari mana daribtadi aku cariin gak ketemu" ucap nya yang berusaha menutupi kelakuannya
"Ya ampun maafin ibuk ya, ibu gak ngomong sama kamu tadi ibu keluar bentar " jelas buk anna
" habis ibuk gak ngomong dulu sama aku" ucapnya seraya memeluk buk anna
" ya sudah ibuk ke kamar dulu" ucap buk anna melepaskan pelukannya dan berlalu meninggalkan loli, sesampai nya buk anna di kamar dia berteriak sangat keras dan loli pun pergi ke mengikuti buk anna
"Kenapa buk?"
" Perhiasan ibuk hilang nak" jawab buk anna menangis tersedu sedu karna mengingat perhiasan itu adalah hadiah pemberian suaminya
"Ya ampun buk, ibuk tarok nya dimana? Atau jangan jangan?"
"Jangan jangan apa lol, kamu jangan bikin ibuk tambah bingung deh" teriak buk anna yang menaikkan suara nya satu oktaf
"Ibuk kok marahnya sama aku, jangan jangan perhiasan ibuk di ambil sama vizaangaknya dia kabur " ucap loli yang menuduh viza yang dimana itu adalah perbuatannya
Buk anna langsung terdiam dan mengambil ponsel genggam dan menghubungi suami nya yang memang sudah beberapa hari tak berada di rumah karena tak ingin terdengar oleh loli buk anna pun meninggalkan loli sendiri di kamar tersebut.