
Sesampainya di depan kamar loli berteriak memanggil Viza dari arah dapur kemudian Viza menghentikan langkahnya dan memutar tubuhnya menuju dapur sesampainya di dapur ternyata loli d ngan lahapnya memakan cemilan yang di bawa andra
dengan wajah tersenyum ke arah Viza menyuruh Viza untuk menemaninya di sana
"Astaga loli itukan tadi di bawain buat gue bukan buat lu, kol di habisin" teriak viza mengangkat kantong yang berisikan sampah cemilan
"Lu gak boleh makan yang kayak ginian, lu masih sakit" jelas loli yang merasa bangga berhasil menghabiskan semua cemilan tersebut
"Aaa ibuk" rengek viza
Mendengar suara Viza buk anna pergi ke arah mereka karna takut terjadi sesuatu terhadap Viza karna buk anna masih syok terhadap kejadian yang sudah di saksikannya
"Kenapa sayang kok teriak teriak?" tanya buk anna
"Liat tu buk, itu semua di bawain buat aku tapi malah di habisin" rengek viza seperti anak kecil
"Yaudah nanti ibuk belikan sudah jangan nangis" jawab buk anna
"Hahaha kayak anak kecil aja lu za, udah tua juga" sambung loli
" biarin" jawab viza berlalu meninggalkan loli
*
sesampainya anda di rumah terlihat toni yang sudah rapi menunggunya di depan pintu rumahnya dengan wajah yang sedikit kusut
"Kenapa lu, baju aja yang rapi tapi wajah lu kayak kantong kresek bekas" ucap andra
"Lu lama banget tadi juga di tungguin" jawab toni
"Perasaan sebentar, kenapa marah marah" ucap andra
Andra kemudian memutar balik arah motornya dan siap untuk mengantarkan toni
"Ya sabar gue kunci pintu dulu" jawab toni dengan nada agak kesal
Setelah selesai toni berjalan ke arah andra dan duduk di belakang andra, toni yang cemberut ternyata memikirkan dia yang akan di marahi atasan nya karna masih belum bisa meyakinkan andra untuk bergabung dengan mereka
"Kenapa luh keliatan kesal gitu?" tanya andra
"Gak kok" jawabnya
"Oh iya lu kapan hatinya gabung sama gue nih, udah lama banget jangan jangan lu bohongin gue ya" sambungnya
"Bukannya gue gak mau atau gimana setelah gue pikir pikir gue gak cocok kerja kayak ginian ton, sebenarnya gue udah dari kemaren mau bilang sama lu tapi gue gak enak ngomongnya karna ku udah baik banget sama gue" jelas andra
Karna mendengar perkataan andra toni dengan wajah yang begitu merah menahan kemarahannya, karna dia berfikir akan sama seperti Viza sahabat yang sudah di tipunya
"Lu yang cepat bawa motornya ntar gue terlambat" jawab toni
Dengan kecepatan tinggi andra membawa sepeda motornya menuju tempat yang di arahkan toni, awal niat toni yang baik setelah mendengar perkataan andra toni merubah fikirannya menjadi buruk
Toni mengarahkan andra menuju tempat yang sepi dan di sana serombongan laki laki berbadan besar sudah menunggunya sesampainya di sana toni menyuruh andra untuk menemaninya karna andra yang masih tak curiga mengikuti toni dari belakangnya dan di iringi dengan serombongan laki laki tersebut menuju gudang kosong
Sesampainya di dalam gudang tersebut toni mendorong andra sehingga andra terjatuh ke tengah gudang tersebut
"Eh lu kok jadi gini sama gue ton, emang apa salah gue ?" tanya andra karna sudah merasa tak nyaman dengan perlakuan toni
"Gue udah lama sabar sama lu ndra, mentang mentang gue bikin lu tapi lu seenaknya aja sama gue" jawab toni
Andra masih merasa bingung dengan penjelasan toni yang di anggapnya tak masuk akal kemudian andra berdiri dan membalas perlakuan toni terhadapnya andra mendorong toni hingga terjatuh karna melihat pertengkaran tersebut para laki laki yang ternyata pesuruh toni menyeret andra ke sudut gudang tersebut d ngan secara bersamaan mereka tertubi tubi melayangkan pukulan ke wajah dan perut andra sehingga bercucuran darah keluar dari hidung andra, toni hanya diam berdiri menyaksikan adegan yang berada di depannya. Andra tak sanggup untuk membalas pukulan dari mereka karna jumlah mereka yang banyak setelah mereka berhasil membuat andra tak sadarkan diri kemudian mereka semua pergi meninggalkan andra seorang diri dan toni pun membawa sepeda motor andra.
Andra terbaring dengan wajah penuh luka dan darah dengan rasa yang begitu puas toni tertawa dan merasa bangga terhadap dirinya.