Viza

Viza
Eps 72



Pagi ini andra bangun lebih pagi dari biasanya, dia terlihat begitu rapi seakan dia akan pergi keluar tanpa sarapan terlebih dahulu andra pergi dengan diam diam tak memberitahukan kepada naura terlebih dahulu, andra memakai motor naura tanpa meminta izin karna takut ketahuan dia mendorong kedepan pagar rumah agar tak ada yang mendengar, andra pergi dengan wajah yang kurang bersemangat dia kemudian dia langsung melaju menuju rumah viza, sesampainya di rumah viza pintu rumah masih tertutup dengan rapat karna tak enak hati membangun kan viza andra menunggu di depan rumah dengan duduk di atas kursi teras rumah.


Setelah puluhan menit menunggu di saat andra yang tertidur di kirsi mendengar susah pintu yang terbuka, andra pun terbangun dan langsuang berdiri viza terkejut sehingga wajah nya pucat karna melihat andra yang tiba tiba sudah berada di depan rumahnya


"Ssttt, jangan berisik gak enak kedengaran sama ibuk" bisik andra


Buk anna keluar dengan tiba tiba karna mendengar suara viza yang lumayan kencang sehingga terdengar oleh buk anna, dan andra pun tersenyum malu karna tak sopan bertamu di rumah orang pagi hari


"Loh nak, ada apa pagi pagi ke sini?? Tanya buk anna karna kebingungan pak abbas pun keluar dan ternyata andra sudah membuat janji dengan pak abbas terlebih dahulu


"Eh kamu sudah datang, tunggu sebentar bapak mau beres beres dulu" ucap pak abbas, buk anna dan viza tambah kebingunan dengan andra dan suaminya dan karna penasaran buk anna mengikuti suaminya dari belakang sedangkan viza memaksa andra untuk duduk dan menyuruh untuk menjelaskan kepadanya


"Kamu cerita sama aku ada urusan apa sama pak abbas, tumben banget" tanya viza


"Mau tau aja urusan orang, masih kecil jangan ikut campur urusan orang gede" sindir andra dan merasa kesal viza meninggalkan andra sendirian di kuar dan ia langsung masuk ke dalam rumah.


" yaudah nak kita berdua aja sarapan nya, bapak nya udah pergi " ucap buk anna menggandeng tangan viza menuju dapur, sarapan yang sudah terletak di meja makan akirnya mereka langsung menyantap sarapan mereka.


*


Andra memasuki jalan menuju rumah toni toni tak butuh waktu lama andra pun tiba di depan rumah toni, mobil yang sudah di siapkan di depan rumah oleh teman teman andra, toni dan loli yang sudah duduk dengan tangan terikat di dalam mobil tersebut andra dan pak abbas pun turun memastikan toni dan loli berada di dalam mobil tersebut.


Andra dan pak abbas kembali naik dan mengendarai kembali sepeda motornya, mobil itu langsung mengikuti dari belakang dan tak di sangka andra membawa mereka ke kantor polisi untuk menebuskan semua kesalahan yang sudah mereka lakukan terhadapnya dan viza dulu.


Toni dan loli terlihat sangat ke takutan namun mereka tak berani bicara, wajah loli pucat dan selalu melihat ke wajah toni namun toni hanya diam tanpa bicara sedikitpun, rasa takut mulai melonjak karna karna sampai nya di depan kantor polisi andra memaksa toni dan loli keluar dari mobil tersebut dan menyeret mereka menuju ruang kantor, pak abbas dan andra yang sudah terlebih dahulu membahas perlakuan toni terhadapnya membuat andra memutuskan untuk membalaskan sakit hatinya.


"Lepasin gue ndra, gue gak mau masuk penjara " bisik loli dengan tatapan hmyang hampir meneteskan air mata namun andra tak menghiraukan loli ia terus membawa mereka.


Loli memberontak seakan menolak di bawa oleh andra namun pak abbas mendorong mereka berdua sehingga mereka ketakutan, tak lama berjalan sampai lah memereka di suatu ruangan yang mana mereka sudah di tunggu oleh bapak polisi.