
Sesampainya di rumah sakit pak abbas langsung membantu andra masuk ke ruangan rumah sakit tersebut wajah andra tampak sangat kesakitan dan pak abbas langsung menemui dokter agar cepat memberikan tanganan terhadap luka yang di alami andra, sesampainya dokter di sana dokter tersebut langsung membersihkan luka andra membuat andra berteriak kesakitan dan setelah itu dokter langsung memberikan obat perda kepada andra dan tak lama kemudian pengobatan pun selesai dan pak abbas kembali membawa andra masuk ke mobil dan pulang ke rumah.
Viza yang masih dalam keadaan cemas lalu di kejutkan dengan mengingat bahwa hari ini ia masuk kerja dan ia langsung mencari buk anna dan mengadukan kepada buk anna dan buk anna tersenyum dan menenangkan viza tak lama kemudian terdengar suara mobil dari luar viza berlarian keluar dan mengatakan kepada pak abbas bahwa ia akan masuk kerja hari ini, dan sontak membuat pak abbas menepuk kepalanya karna ia juga lupa, lalu pak abbas langsung menghubungi temannya tersebut dan dengan baik hatinya di beri waktu untuk viza untuk menunda dulu ke tempat kerja setelah mendengar viza pun sudah mulai lega.
Setibanya di dalam rumah viza memberikan perhatian lebih kepada andra dengan mengobati luka andra yang masih berdarah, anda terus memandangi wajah viza dengan tatapan yang begitu dalam, namun wajah viza tertutup oleh rambut sehingga menghalangi pandangannya, kemudian andra merapikan rambut viza dan membuat viza terkejut sehingga menyentuh lukanya andra pun berteriak kesakitan, buk anna menyiapkan tempat untuk andra beristirahat di salah satu ruang yang berada di depan televisinya andra pun di tuntun oleh viza untuk beristirahat, dan karna andra sempat meminum obat tidur yang di berikan dokter membuat matanya sangat mengantuk dan viza bersama buk anna meninggalkannya.
"Kasian andra, ibuk jadi gak tega liat nya nak, gimana untuk sementara dia tinggal disini dulu, kasian juga kalo di biarin sendiri siapa nanti yang mau ngobatin lukanya" ucap buk anna
" aku gak tega liat kamu gini ndra, maafin ya kalo gara gara aku kamu jadi celaka" gumamnya yang terlihat bersedih, lalu viza memegangi perutnya yang merasa kmbung karna belum sarapan apapun dari pagi kemudian ia kembali lagi ke dapur mengambil piring dan makanan yang berada di atas meja makan kemudian ia melahapnya tanpa sengaja buk anna yang berdiri melihat viza dan tertawa
"Aduh sayang kamu makan nya pelan pelan" ucap buk anna sambil mengelus kepala viza dengan sangat lembut, setelah makanan habis viza menaruh piring kotornya dan kembali masuk ke kamar sesampainya di pintu kamar viza mendengar suara andra yang kesakitan lalu viza melihat ke arah andra dan ternyata andra tertidur kembali lalu viza masuk kembali ke kamarnya, di dalam kamar viza mengeluarkan pakaian yang akan di pakainya masuk kerja lalu ia menyetrika agar pakaian terlihat rapi dan setelah semua rapi ia melanjutkan membersihkan kamarnya yang berserakan setelah memastikan semua rapi ia beristirahat dengan memainkan ponsel genggamnya.