
Waktu sudah menunjuk kan pukul 16:00 andra meminta izin untuk kembali ke rumah nya karena andra berfikir tak enak hati kalo pulang terlalu lama, karena dia tau diri telah di beri tumpangan tempat tinggal, andra bersalaman dengan buk anna dan pak abbas, sedangkan viza tertidur dengan pulas andra keluar dari ruangan tersebut dan di susul oleh pak abbas, pak abbas mengantar andra sampai ke tempat parkiran dan di sana andra kembali mengatur rencana mereka dengan berbisik di samping parkiran tersebut.
Kemudian andra naik ke atas motor tersebut berlalu meninggalkan pak abbas, setelah itu pak abbas kembali masuk ke dalam rumah sakit tersebut dan pak abbas kembali menyusul ke ruangan viza di rawat
"Udah pergi andranya pak?"
"Sudah buk, bapak tadi antar sampai ke parkiran, oh iya buk bapak mau pulang ke rumah dulu"
"Oh iya pak, ibu nitip ya bawain baju viza yang ada di kamar" ucap buk anna dan pak abbas berlalu pergi.
Pak abbas langsung bergegas masuk ke mobil nya entah apa yang beliau fikirkan dengan kecepatan tinggi pak abbas menancap gas mobilnya, sesampainya pak abbas di rumah nya pak abbas bersiap siap membereskan baju viza dan setelah selesai pak abbas langsung masuk ke kamar nya dan tak di sangka langit pun sudah gelap dan di sambut dengan suara azan magrib pak abbas lanjut untuk solat.
Pak menyuruh andra untuk pergi terlebih dahulu karna pak abbas harus mengantar pakaian viza ke rumah sakit, anda dan temannya tersebut langsung pergi ke tempat kediaman toni dan loli, sesampainya anda di sana ternyata serombongan laki laki telah berdiri di dekat rumah toni yang ternyata yaitu orang orang yang di suruh andra untuk membantunya menangkap toni dan loli, tak lama kemudian di susul oleh pak abbas dengan mobilnya mereka semua Memata matai toni dn tak lama loli pun keluar dari rumah tersebut seperti sedang bertengkar dan mereka semua langsung masuk dan mengepung rumah toni tersebut, loli pun terkejut melihat banyak orang yang berada di rumah itu dan lebih terkejutnya loli melihat andra dan pak abbas berdiri di belakang para laki laki tersebut loli mencoba kabur namun usahanya di hentikan oleh seorang laki laki yang tepat di hadapan loli, merasa takut loli berteriak sehingga suaranya terdengar oleh toni dan dia pun menyusul loli keluar alhasil toni juga terkejut karna dia telah dikepung oleh teman teman andra.
Toni dan loli di paksa masuk ke dalam rumah tersebut dan berlutut di hadapan andra dan pak abbas, karena merasa sakit hati terhadap toni andra langsung membalaskan dendamnya dengan menyeret toni dan memukul nya seperti apa yang sudah di lakukan toni dulu terhadap andra.
"Ini belum seberapa atas apa yang udah lu lakuin terhadap gue dan viza" dengan suara tegasnya
Loli mencoba berteriak untuk meminta bantuan namun dengan sigapnya salah seorang dari mereka menutup mulut loli dengan menggunakan lakban.