
Semua yang telah di saksikan oleh andra tak sedikit pun terlintas di benaknya untuk marah kepada toni , karna apa yang sudah di tawarkan toni tak sesuai dengan kenyataan
" ton lu coba deh jelasin sama gue apa yang udah di jelasin sama orang tadi " ujar andra yang mulai tergiur
" wah mantap juga nih anak" pikir toni
" gini ndra lu gak perlu banting tulang cari kerja di luaran sana , disini lu cukup investasi dengan jumlah yang ingin lu investasi , setelah itu lu bisa ngajak teman atau kelurga lu juga , dan semakin banyak lu ngajak orang disini semakin banyak keuntungan untuk lu " jelas toni
" oh gitu , ok gue pikirin dulu " jawab toni
Karena andra yang sudah ingin mendengarkan penjelasan dari toni , terlihat toni yang tampak tenang tanpa ada yang di takuti nya
Siang ini matahari sangat terik, toni pun mengajak andra untuk pulang ke rumah , di tengah jalan toni melihat orang jualan minuman
" ndra berhenti dulu , gue haus banget" ujar toni
Toni turun untuk membeli minuman
" ndra nih buat lu" melompatkan minuman ke arah andra
"Tanks ya" jawab andra
Dan mereka melanjutkan kembali perjalanan menuju pulang
Viza yang berjalan menuju halaman rumah buk anna
"Aduuuhh kenapa panas banget" rengek viza
Loli yang mendengar langsung mendekati Viza
" kenapa lu kayak gembel gitu ?" ledek loli
Kesal mendengar ocehan loli Viza pun tak menghiraukannya
" anak anak ayok kesini dulu" teriak buk anna
Karena mendengar teriakan buk anna mereka segerea menemuinya
" ada apa buk ? " tanya viza
"Tadi bapak bawain buah, kita bikin yang segar segar yuk , soalnya panas banget" ujar buk anna
Viza dan loli langsung membersihkan buah tersebut , dan bersiap untuk membuat jus
"Ssrruuttt ,, seger banget buk " loli yang langsung meminum jus buah
Mereka membawa minuman itu ke luar rumah buk anna
Viza mencoba menutup matanya karena menikmati segarnya jus dan angin sepoi sepoi di halaman rumah
" buk aku kangen sama ibu , tapi aku gak mau bikin ibu sedih kalo tau keadaan aku sekarang buk " tak di sangka air mata menetes di pelupuk mata Viza
" hmm lu kenapa za ? Kok nangis , jangan nangis dong za " bujuk loli mencoba memeluk Viza
Sesampainya di rumah andra langsung terkapar tak berdaya di kasur toni
Karna toni tak ingin mengganggu andra , toni mencoba tak mengganggu nya
" lu mikir dulu deh ndra , gue yakin lu pasti mau " pikir toni
Toni berjalan menuju dapur untuk mencari makanan , tapi tak ada satupun makanan di sana
Toni keluar membawa motor andra , di perjalanan toni teringat dengan Viza dan memutar arah menuju rumah yang di tinggali Viza dan loli
" eh lol lu denger suara motor gak ? " tanya viza
" mungkin pak abbas za, atau jangan jangan toni ? Wah gue gak mau dia tau kalo kita di sini " jawab loli
Viza dan loli berlarian masuk kerumah kembali , dan viza lihat dari jendela kamarnya ternyata dugaan loli benar itu emang toni
" lu benar lol itu emang toni , ngapain dia ke sini ya ? Apa dia udah tau ? Tanya viza
" mungkin kebetulan lewat za ? Jawab loli
tak lama pak abbas pulang , dan melihat toni berhenti di dekat rumahnya
Pak abbas mengetahui kalo toni sedang mencari Viza dan loli berpura pura tak mengatahui apapun
" nak kamu yang kemaren yang pernah nanya sama bapak ya?" tanya pak abbas
" eh bapak , iya pak , masih ingat sama saya pak" jawab toni
" ngapain ke sini nak ?? Tanya pak abbas
" gak kok pak saya tadi cuman lewat sini aja" jelas toni
Karna tak ingin pak abbas mencurigai nya toni dengan bergegas nya langsung pergi.