Viza

Viza
Eps 80



Pagi ini langit terlihat mendung suasana senyap di temani dengan udara dingin aktifitas pagi sama seperti biasanya dimna viza dengan keluarga yang menikmati sarapan pagi dan setelah selesai viza yang kembali berbaring di kasurnya, viza terlihat murung dan sedih sering kali ia mengotak atik pesan di ponsel genggamnya untuk orang tua kandung yang telah lama menunggu kabar dari anaknya namun viza tak sanggup memberi kabar kepada orang tuanya karna ia tak ingin orang tuanya terpuruk dan hubungan keluarga dengan keluarga toni akan hancur, viza anak yang baik ia memiliki perasaan yang tinggi terhadap orang lain, setelah semua perlakuan toni terhadapnya namun ia masih memikirkan persahabatannya.


Air mata yang di sadari sudah berlinangan perasaan sedih yang tiba tiba di rasakannya,ia sangat merindukan suara dan hadir orang tua yang sangat di sayangnya namun di sisi lain ia juga tidak sanggup mendengar suara orang tuanya, lalu viza menaruh ponsel genggamnya di balik bantal yang ia tiduri dan memeluk guling di sampingnya kemudian ia menangis se jadi jadinya sehingga matanya bengkak karna tangisannya,


Mendungpun berubah menjadi butiran hujan yang jatuh dari atas langit sehingga suara hujan mengalahkan suara tangisannya, seringkali ia memegangi dadanya untuk menyematinnya agar tak menangis namun semua itu gagal air mata yang tak kunjung berhenti bercucuran.


Viza kembali ke kamarnya dan menyiapkan semua keperluan yang akan di pakai dan bawa untuk bekerja,ia memilih milih pakain mana yang akan di pakainya namun ia sedih karna tak ada satupun pakaian yang bisa di pakainya ia duduk di kauenya dan melamun melihat ke arah pakaian yang sudah berserakan di sampingnya, namun tak sengaja buk anna melihat viza dan mendekati nya viza langsung mengeluh kepada buk anna bahwa tak ada satupun yang cocok untuk di pakainya pertama kerja, buk anna tertawa lepas mendengar rengekan anaknya dan buk anna membujuk viza untuk membeli pakaian setelah hujan reda, viza pun langsung memeluk dan mencium buk anna, buk anna pun pun menyuruh viza untuk mandi terlebih dahulu dan buk anna pun berlalu pergi dari kamar viza.


Kemudian viza mengambil ponsel genggamnya dan menghubungi andra untuk memberi tahukan kabar baik karna ia akan bekerja namun andra tak kunjung mengangkat telfonnya dan setelah mengulangi beberapa kali namun tandra tak juga mengangkat akirnya viza lelah dan menaruh kembali ponselnya dan kembali bersiap siap karna ia akan pergi bersama buk anna.