
Langkah demi langkah menyusuri jalan yang menghubungkan gang dengan rumah yang berada di komplek tersebut, obrolan manis yang terlontar lontar dan candaan demi candaan sehingga membuat mereka tak hentinya untuk tertawa, setelah mereka puas menikmati pagi mereka kembali karena panas matahari yang semakin terik, kening yang mulai berkeringat dan badan yang sudah merasa kepanasan namun tak di sangka sebuah gerobak motor yang menjual buah segar menghampiri mereka
"Wah pas banget kalo panas panas gini enaknya yang segar segar" ucap andra dan dengan melihat tingkah lucunya kemudian viza memukul tangan andra dan viza menarik andra mendekati buah tersebut
" bayar sendiri sendiri ya" canda viza yang iseng terhadap andra namun andra seketika tertegun mendengar ucapan viza
"Hahaha sejak kapan buk bisa ngelawak juga" ejek andra dan mereka termasuk abang tukang buah pun ikut tertawa.
Setelah selesai mamilih dan membayar buah tersebut mereka kembali melanjutkan langkah yang tadinya terhenti, tak lama kemudian viza dan andra pun sampai di depan rumah buk anna, viza melihat buk anna dan suaminya juga duduk berduaan dan dengan isengnya viza dan andra mengejek dan menertawakan buk anna dan suaminya yang terlihat bernostalgia
"Cie ciee ternyata orang tua juga bisa kasmaran, eaakk" teriak viza dan andra dan seketika buk anna dan suami tertawa terbahak bahak viza menaruh kantong plastik yang berisikan potongan buah dan mereka semua menikmati gigitan demi gigitan dari buah tersebut.
Disaat mereka duduk bersama mengisi keasikan mereka bermain seperti anak kecil yaitu bermain ladu dan siapa yang kalah dia yang akan bergoyang selah waktu bermain andra pun kalah dan harus siap menerima hukumana di disaat viza menghidupkan musik dari ponsel genggamnya andra bergoyang mengikuti irama musik tersebut tawa pun semakin pecah sehingga membuat perut keram melihat tingkah andra yang begitu sangat lucu.
Kebhagiaan datang di dalam keluarga tersebut dengan permainan sederhana namun kebahagiaan yang di dapat lebih dari segalanya
"Ah udah ah aku capek ketawa mulu, pipi aku jadi keram ketawa mulu" rengek viza yang sudah tak tahan tertawa
"Iya ibuk juga, capek pipinya ibu" sambung buk anna suami yang melihat istrinya merengek pak abbas memegang pipi istrinya dan membuat andra dan viza cemburu melihat perhatian pak abbas ke istrinya begitu romantis sehingga mrngalahkan andra dan viza
"Kalian lanjut dulu bapak mau beres beres dulu" ucap pak abbas
"Mau kemana pak?" tanya andra
"Bapak ada janji sama teman jadi bapak mau pergi " jelas pak abbas
"Buk bapak mau cari istri lagi" sambung viza dengan candaan dan pak abbas dan buk anna tertawa mendengar suara lantang viza
Pak abbas berlalu pergi dan di ikuti oleh buk anna dari belakang dan meninggalkan mereka berdua
"Yaah di tinggal" ucap lesu viza melihat ke arah andra
"Jalan jalan juga yuk" ajak andra dan tanpa berpikir panjang viza langsung meng iyakan ajakan andra dan andra pun langsung meminta izin kepada buk anna dan suami setelah mendapatkan izin andra langsung menyuruh viza untuk bersiap siap terlebih dahulu dan buk anna kembali menyusul keluar dan dengan wajah sedih
"Loh ibuk kenapa kok tiba tiba mukanga sedih?" tanya viza yang terlihat khawatir
"Iya ibuk sedih karena di tinggal sendirian" rengek buk anna dan terdengar oleh suaminya dan kasihan pak abbas menyuruh istrinya untuk bersiap dan pak abbas mengajak istrinya pergi bertemu teman temannya.