Viza

Viza
Eps 38



Matahari pagi yang terik seakan membuat Viza rindu dengan kampung halaman nya


Dia yang biasa nya mendengar teriakan dari sang ibu yang membangunkannya karna kesiangan kini tak lagi dia rasakan, hidup di perantauan yang penuh lika liku, sahabat yang biasa tempat keluh kesah malah menjerumuskan kedalam kehancuran semua di renunginya tanpa di sadarinya air mata pun menetes berderai di pipinya. Niat ingin mengabari keluarganya tapi apalah daya dia tak sanggup mengungkapkan keluh nya


"Ibu apa kabar ? Gadis ibu ini sangat lemah tak bisa berdiri dalam keterpurakan"gumamnya


Kebahagian yang sudah dirasakannya sekarang tak akan bisa di bandingkan dengan kebahagiaan yang di berikan kedua orang tuanya, karna tak ingin berlarut dalam kesedihan Viza berniat keluar dari masalahnya, viza ingin mencari pekerjaan walau dengan gaji yang pas pasan demi membahagiakan kedua orang tuanya, loli berjalan dengan langkah kecilnya ke depan Viza karna loli tanpa sengaja melihat Viza menangis di luar rumah


"Lu kenapa ? Nangis lagi ?" tanya loli yang ingin memastikan kebenaran yang telah di lihatnya


"Gak kok lol , gue cuman kepikiran sama keluarga gue tapi gue gak sanggup mendengar suara mereka apa yang telah terjadi sekarang dengan gue lol"jelas Viza


"Yang sabar ya, gue juga kangen sama orang tua gue za tapi harus gimana gue juga sama kayak lu "jawab loli


Karna Viza sebenarnya sudah memikirkan ingin mencari pekerjaan mengusul kannya kepada loli sang teman baiknya


"Lol gimana kalo kita cari kerja aja , kalo udah ada hasil baru kita kabari orang tua kita" usul viza


"Ok juga tuh za gue setuju sama lu" ucap loli


"Tapi caranya gimana kan semua barang sama berkas kita ada sama toni za"sambungnya


Viza yang baru kepikiran menghela nafasnya karna merasa kecewa terhadap perlakuan toni kepadanya dan loli


" kita coba aja dulu lol , pokonya bismillah, mana tau keberuntungan berpihak sama kita kan "ucap Viza kemudian Viza menemui buk anna yang ingin meminta izin atas apa yang sudah di rencana kan nya dengan loli , viza masuk kedalam rumah mencari keberadaan buk anna dan Viza melihat buk anna yang bersantai di halaman samping rumah nya lalu Viza mengajak loli untuk menceritakan kepada buk anna


"Buuk , ibuk"ucap viza mendekati buk anna


"Iya sayang ada apa nak "jawab buk anna


"Gini buk kita mau ngomong sama ibu boleh ?" tanya loli


"Iya sayang mau nanya apa ??," jawab buk anna


"Gini buk kita berencana ingin mencari pekerjaan buk , gak enak kami nyusahin ibuk sama bapak terus" jelas loli mendengar ucapan loli buk anna terdiam dan menunduk kan kepalanya tak di sangka air mata pun berlinang karna berfikir bahwa akan kesepian di tinggal mereka


"Ibuk kok nangis" rengek viza seraya memeluk buk anna


"Ibu gak masalah kalo kalian mau cari kerja , tapi ibuk gak ngizinin kalo kalian juga pergi dari sini " jelas buk anna yang meneteskan air matanya karna sudah mengangkap Viza dan loli seperti anak kandungnya sendiri


Viza dan loli kembali memikirkan gimana baik nya


"Gini aja za kita cari kerjanya tapi kita tetap tinggal disini , menurut lu gimana?" pendapat loli


"Hmm kita coba aja dulu lol , kasihan buk anna tinggal sendirian , kan kalo bapak siang gak di rumah" ucap viza


Mereka kembali duduk di teras depan rumahnya


*


badan yang masih terasa sangat lelah kembali membaringkan tubuhnya kembali ke tempat tidur nya, mengingat pekerjan yang sudah di saksikan sebelum nya menyurutkan niat nya untuk mencari pekerjaan yang lain saja, anda berpikir itu tak akan bisa sukses dari sana, karna pikiran yang masih bimbang dia mengambil ponsel genggam nya dan menghubungi salah satu teman nya yang juga berada di kota yang sama, dengan niat ingin menanyakan sebuah tempat tinggal agar dia tidak tinggal dengan toni, rasa hati yang tidak enak takut menyusahkan toni andra berniat untuk pindah dari rumah tersebut. Entah apa yang merasuki pikiran andra hingga berniat untuk pindah dari rumah toni


Toni kembali berjalan ke kamar dan di kamar terlihat andra yang masih berbaring, karna toni berpikir tak mungkin dia berlama lama untuk marah keuntungan dari andra dan berencana menanyakan perosalan pekerjaan yang telah di tawarkan nya karna dia berpikir salah seorang sahabat nya sudah lolos dari nya


Ceklekk


"Ehem gak tidur lu?" tanya toni


"Eh lu ngagetin aja " jawab nya yang sedari tadi memang termenung


"Hmm gini gue mau nanya sesuatu sih sama lu, tapi kelihatan nya lu capek banget ntar aja deh " seru toni


" gak kok lu mau nanya apa silahkan aja " jawab andra


"Hmm ok deh , oh iya udah kepikiran belom niat lu mau investasi kayak yang gue jelasin sama lu , kan kalo cepat lebih baik" seru toni


"Gue pikir dulu lah ton, lagian belum kepikiran gue ke sana habis gue capek banget" jelas andra


"Oh ok deh" jawab toni dan berlalu meninggalkan andra sendirian


Rasa penasaran kembali menghantui toni untuk melihat keberadaan sang sahabat yang sudah di kecewa kannya dan meninggalkan rumah dengan membawa kendaran andra yang terparkir di depan halaman rumah


Sesampainya di tempat tujuan tanpa sengaja Viza dan loli yang sedang duduk di teras depan rumah mereka dan dengan terkejutnya Viza melihat ke arah toni.