
Perasaan memang tak bisa di bohongi terlihat dari tatapan andra yang dalam memandangi viza , karna merasa malu Viza meketak kan sendoknya dan menyuruh andra untuk menyuapnya sendiri
"Jangan di liatin gitu kan maluuu" rengek manja Viza
Andra yang hanya bisa tersenyum melihat Viza yang mengalihkan pandangannya membuat andra semakin ingin menggoda Viza
" kamu kenapa ngadap nya ke sana kan aku di sini " sindir andra
" iyaa gak papa" jawabnya yang masih merasa kesal dengan andra, anda hanya bisa tersenyum melihat viza yang mengaluhkan pandangannya andra kembali menyuap makanan, setelah beberapa suap yang sudah di rasanya kenyang andra kembali memandangi wajah Viza , karna sudah tak tahan Viza yang langsung berlalu dari hadapan andra
"Eh eh tungguin " teriak andra yang terpanting panting karna mengejar pelayan untuk membayar makanannya , berlari menuju arah Viza dan mengandeng tangan Viza tak meninggalkan nya lagi
"Lepasin ah " ucap viza yang masih kesal
"Jangan ngambek gitu dong ntar cantik nya hilang " ucap anda seraya merayu Viza
" kalo hidung belang ya gitu ngomongnya " balas viza
" sebelah mana yang belang coba di hapusin dong " jawab andra
Tak terima karna selalu mendengar perkataan ngasal andra Viza melepaskan tangan andra yang masih memegang tangannya, dan viza dengan langkah kecil nya mencoba berjalan sangat cepat meninggal kan , karna tak terima Viza meninggalkan nya andra berlarian dan menarik tas Viza dari belakang
"Iiihh lepasin gak ?" ucap viza yang mengerutkan keningnya
" kalo gak ?" balasnya
" kalo gak aku lempar sama sepatu nih " jawab viza seraya melepaskan spatu yang di pakainya
"Iya iya " balasnya
" lah dia kemana?" batin nya
Viza kembali mundur mencari setiap sudut dalam mall tersebut tapi tak menemukan sejak andra, dengan tiba tiba andra berdiri di belakang Viza dengan membawa 2 eskrim yang mengisi kedua tangannya, andra mencoba mengejutkan Viza dari belakang
"Haaaaa " ucapnya
"Yaaakkkk " teriak viza
Andra langsung memberikan satu eskrim vanila karna andra sangat yakin kalo para cewek menyukai rasa vanila, tanpa berpikir panjang Viza mengambil eskrim tersebut dari tangan kanan andra seraya tersenyum kepadanya
"Udah jangan ngambek lagi , masak iya baru pertama jalan udah marah marahan " bujuk andra
"Habis kamu sih bikin kesal aja , aku tu gak suka di gituin " jawabnya
"Di gituin gimana ? Orang gak ngapa ngapain cuman megang tangan kamu , itupun gak sengaja , kalo lebih dari itu ntar pas udah halal aja " ucap andra
"Hidiihh udah mikirin halal aja , emang aku mau ? Amit amit punya suami kayak gini" sindir viza yang ingin membuat andra kesal
" hmm kamu belum tau aja aku ini suami idaman " balasnya
"Idaman ? Tuh idaman banci kaleng" sindir viza menujuk ke arah samping andra
"Haduuhh gue udah gak mau ketemu sama bencong lagi udah trauma gue "ucapnya yang mengingat kejadian saat keluar dengan toni , viza yang berjalan lebih dulu darinya andra langsung mengejar Viza kembali.
"Heyy ganteng mau kemana tungguiinn" ucap bencong yang memanggil andra , viza yang begitu puas mengerjai andra dan tertawa sampai sakit perut