
Sesampainya di rumah buk anna kebingungan melihat motor dan dua orang anak gadis masuk menuju halaman rumahnya dan setelah motor tersebut berhenti di hadapan rumah buk anna beliau terkejut melihat viza karena belum waktunya viza pulang kerja namun buk anna melihat mata viza yang bengkak dan kaki viza di balut dengan perban yang masih berdarah, buk anna pun syok dan mengejar putrinya.
"Ya allah nak kamu kenapa" ucap buk anna yang begitu khawatir lalu membopong viza turun dari atas motor, lalu ayunda membantu viza juga, sesampainya di dalam rumah ayunda terkejut melihat seorang laki laki di rumah tersebut, ayunda tak melihat wajahnya karena kebetulan andra tidur dan hanya melihatkan punggungnya.
Sesampainya di kamar ayunda dan viza di tinggal buk anna karena buk anna ingin mgambilkan minum untuk viza dan ayunda, ayunda sempat mempertanyakan kepda viza siapa laki laki tersebut karena menurutnya tubuh laki laki tersebut begitu familia olehnya, namun viza menjawab kalo laki laki tersebut adalah temannya yang kecelakaan dan ayunda pun percaya lalu buk anna masuk ke kamar dengan membawakan minuman, karena tadinya ayunda tak sempat bersalaman kemudian ayunda menyapa dan bercerita dengan buk anna, ayunda menceritakan tentang kronologi kecelakaan viza yang mengakibatkan viza terluka, kemudian buk anna tau kalo viza dan ayunda pasti lapar buk anna pun meninggalkan ayunda dan viza dan buk anna berlalu pergi.
"Di minum dulu minumnya yunda, kamu pasti hauskan karena panas panasan ngantar aku pulang" ucap viza
"Santai aja kali za, lagian kan bukan orang lain yang gue antar tapi teman aku sendiri kan" jawab ayunda, viza tersenyum dan berterima kasih kepada ayunda karena sudah begitu baik kepadanya, karena ayunda tidak enak hati kemudian ayunda pergi ke dapur dan meninggalkan viza dengan niat ingin membantu buk anna untuk memasak, sesampainya di dapur buk anna memarahi ayunda karena buk anna tidak ingin merepotkan ayunda
"Aku malah senang kok buk bantuin ibuk" jawab ayunda dengan lemah lembut, dan buk anna pun tidak bisa menolak lagi dan membiarkan ayunda untuk membantunya, buk anna dan ayunda pun terlihat sangat sibuk memasak, namun setelah sekian lama di dapur makanan pun siap di sajikan di atas meja makan, ayunda kembali ke kamar viza dan membantu viza berjalan ke meja makan, sedangkan buk anna membangunkan andra dan membantunya juga berjalan ke meja makan, di saat waktu bersamaan andra dan ayunda berhadapan dan sontak mereka terdiam agak lama, lalu viza mengejutkan ayunda dan menyuruh ayunda duduk dan ikut makan bersama.
Di sana suana hening ayunda dan andra tak mengeluarkan sepatah kata dari mulut mereka, dan viza pun menyadarai lalu memperkenalkan andra kepada ayunda lalu kembali menikmati makan kembali
"Kok ayunda aneh gitu pas lihat andra ya, apa mereka udah saling kenal" pikirnya namun viza tak ingin bergelut dengan pikirannya lalu dia kembali menghabiskan makanannya, setelah beberpa menit kemudian mereka pun selesai makan dan ayunda kembali membantu buk anna membereskan meja makan dan mencuci semua piring kotor bekas makan mereka, andra yang mencoba berjalan sendirian kembali duduk di ruang tamu namun andra hanya diam dan tak menyapa viza sepatah katapun
"Kok andra aneh sih, gue udah gini kok gak di tanya gue kenapa, biasanya dia sangat perhatian" gumamnya, perasaan viza sangat sedih melihat perlakuan andra yang tak mengacuhkan nya, ayunda pun selesai dan mebntu viza kembali ke kamar lalu ayunda berpamitan dengan viza dan buk anna karena ia ingin kembali pulang kerumahnya karena hari sudah hampir gelap lalu ayunda berlalu pergi.