Viza

Viza
Eps 61



Langit semakin gelap seakan suasana terasa semakin tegang untuk toni dan loli, rasa takut mulai menghantui mereka, keadaan tangan yang di ikat dan mulut di tutupi dengan lakban, kaki loli memborontak seakan menolak di perlakukan seperti itu, dan toni seketika mendang kaki andra karna merasa sangat membenci andra, karna kesabaran andra sudah habis kemudian andra menyeret toni masuk ke dalam kamar kosong yaitu dimana viza pernah di kurung, dalam ke adaan terpisah toni dan loli di kunci di kamar yang berbeba.


Setelah itu pak abbas yang tak ingin istrinya curiga meminta izin kepada andra untuk pergi terlebih dahulu ke rumah sakit dan dengan rasa sangat berterima kasih andra memeluk pak abbas dan bersalaman dan di lanjut dengan teman teman andra.


"Ya sudah bapak berangkat dulu, nanti kamu jangan terlalu larut di sini nanti orang orang di sekitar ini bisa curiga terhadap kalian"


"Iya pak, andra habis ini langsung berangkat juga pak, biar dua orang dari mereka yang tinggal untuk berhaga di sini" pak abbaa berlalu pergi setelah mendengar ucapan dari andra


Dan sekarang mereka hanya tinggal melanjutkan membalaskan dendam terhadap toni dan loli, andra masuk dalam sebuah kamar tempat mereka mengurung toni dan sejadi jadinya andra mekuli toni sehingga toni hanya bisa pasrah terhadap pukulan yang di rasakannya setelah merasa puas andra keluar dengan tangan yang sudah memar.


Andra memang laki laki yang baik dan punya perasaan dia tak sekali pun melayang kan tangan nya kepada loli karna di tau sejahat jahat wanita mereka tak pantas untuk di pukuli.


Andra hanya masuk ke tempat loli di kurung dan hanya duduk di hadapan loli memperhatikan loli yang tak hentinya menangis karna ketakutan


"Gimana lol? Lu takut? Ini juga yang di rasakan viza gimana siksaan yang lu berikan terhadap dia, pernah gak sih lu mikir sedikit lu sama sama cewek gak seharusnya lu perbuat seperti kemaren sama dia"


"Gue pamit dulu, nanti kalian atur aja siapa yang akan tinggal malam ini di sini, bsok pagi gue balik lagi ke sini" jelasnya


*


sementara toni terbaring lemah di kamar tersebut, keadaannya yang lemah tak berdaya wajah di penuhi luka, mulut yang di tutupi dengan lakban seakan dalam hatinya tak terima atas apa yang sudah terjadi terhadapnya.


" Hebat lu sekarang ndra, beraninya lu bikin masalah sama gue, liat aja gue bakal balas dendam" gumamnya, dan salah seorang dari para teman andra berdiri di depan kamar tersebut mendekati toni dan kembali memukuli toni bertubi tubi sehingga toni tak sadarkan diri.


"Mmm mmm" suara dari kamar loli dan mereka pun masuk ke kamar loli dan melihat loli mencoba berteriak dalam keadaan mulutnya di tutup, dan mereka menambah lakban di mulut loli dan di tambah kaki loli juga di ikat, mereka membiarkan loli dengan ke adaan seperti itu.


Dan mungkin mereka meresa lelah mereka mereka melihat sekeliling rumah itu setelah di rasa aman mereka kembali mengunci pintu dan beristirahat di ruang tamu rumah tersebut.


Saat tengah malam terdengar suara mencurigakan dari kamar toni dan mereka pun terbangun melihat toni mencoba kabur melepaskan ikatan di tangan dan mereka dengan sigapnya menghentikan toni dan menambah ikatan tangan dan kaki pun ikut di ikat agar toni tak bisa kabur.