Viza

Viza
Eps 54



Lagit yang gelap dan kamar yang tak di beri penerang cahaya sedikit pun suasana yang begitu sunyi seperti tak ada kehidupan viza yang sedari tadi duduk terdiam dengan tangisan yang tak bersuara, air mata tak hentinya bercucuran berpacu keluar dari pelupuk mata gadis malang itu tak di sangka sahabat yang telah menghancur kan mimpinya.


Suara candaan terdengar dari luar kamar tawa yang begitu bahagia terdengar dari loli dan toni suara mereka terdengar mulai mendekati pintu kamar


Tok tok tok (suara ketukan pintu)


"Hei apa lu udah siap dengan kejutan kita?" tanya loli dengan nada sombongnya


Loli pun perlahan mendekati viza dan kemudian berdiri tegap hadapan viza yang terduduk di lantai kamar dan tangan loli pun dengan sigapnya menggenggam rambut bagian belakang viza


"Aaakk sakit lol" teriak kesakitan


"Trus gue harus kasian sama lu? Jangan mimpi lu za selama ini gue udah sabar sama lu" jawab loli menegaskan kepada viza


Kemudian toni menarik tangan viza keluar dari kamar dan loli memberikan sebuah kertas yang berisikan pengarahan untuk nya namun viza menolah kemauan toni dengan rasa kesalnya loli kembali menarik dan menyeret viza sehingga viza terhempas jatuh ke lantai sehingga kepalanya membentur dan menyebab kan luka kecil di keningnya, dan viza selalu berteriak minta tolong namun tak satupun orang yang menolong


Toloooong...


Toloooong...


"Aaaaa tolong aku" tangis viza dengan histeris


"Lu percuma teriak gak bakalan ada yang nolong lu, hahaha" ucap loli


Toni mengeluar kan ponsel genggam milik viza yang di sitanya dulu kemudian dia menghubungi ibu viza dan viza pun berteriak agar toni tak memberi tahukan kepadanya ibunya karna dia tau ibunya akan terpukul atas apa yang selama ini di alaminya


"Ton tolong ton jangan kasih tau orang tua gue ton, gue gak mau orang tua gue tau atas semua yang telah lu lakuin sama gue" viza memohon dan bersujud ke kaki toni dengan lancangnya toni menendang viza


Tangis yang tak hentinya membuat toni berubah pikiran dan toni kembali menyimpan ponsel genggam tersebut dan loli menyuruh viza untuk berdiri dan loli mendorong viza kembali masuk ke kamar tempat dia di kurung namun loli lupa untuk mengunci pintu tersebut dan mereka pergi dengan meninggalkan viza begitu saja.


Suara motor mulai terdengar dan viza mengintip dari lubang kecil dari balik jendela dan dia melihat loli dan toni keluar mengendarai sepeda motor dan dengan sigap nya viza membuka pintu tersebut dan dia pun berlarian dengan kaki tanpa beralaskan


"Pokoknya aku harus pergi sejauh mungkin dari sini aku gak mau ini terjadi lagi" gumamnya dengan air mata tak henti jatuh di pipinya


Dia terus berlari sehingga kakinya terluka dan dia kembali berdiri memegangi lututnya untuk bertumpu dan dia kembali berlari sehingga dia bertabrakan dengan seorang wanita tua yaitu yang tak asing yaitu buk anna yang sedang berjalan


"Aduuh..


Kamu hati hati dong jalannya, gak liat orang segede ini" ucap buk anna tanpa memerhatikan ke arah viza


"Maaf buk maaf aku gak sengaja" viza memohon maaf kepada buk ann


Karna mendengar suara yang tak asing buk anna menoleh ke arah viza dan buk anna pun terkejut yang berhadapan dengan nya adalah viza buk anna memperhatikan viza dari atas sampe bawah yang mana kening yang terluka dan kaki penuh darah buk anna pun syok dan buk anna pun memberhentikan sebuah mobil dan membawa viza ke rumah sakit namun viza menolah untuk di bawa dan viza hanya meminta untuk membawanya ke rumah buk anna.