
" ibuk mau cerita apa? Sepertinya sangat serius?" tanya pak abbas kepada istrinya namun buk anna lebih dahulu meneteskan air matanya tanpa menjawab pertanyaan suaminya buk anna tak tau dan bingung harus memulai dari mana
"Ibuk gak sanggup cerita pak, bapak habisin saja dulu minum nya ibuk mau tenangin pikiran dulu" ucap buk anna berlalu meninggalkan suami nya.
Kemudian buk anna kembali masuk ke kamar viza dan sesampainya di kamar buk anna duduk di samping viza yang tertidur pulas dengan memandangi wajah viza dengan air matanya yang tak henti menetes dari pelupuk mata.
" malang sekali kamu nak" gumamnya dengan tangan mengusap pipi cantik viza
Terdengar rengekan viza yang sedang tertidur seperti meimpi buruk yang memanggil manggil ibunya buk anna yang mendengar rengekan viza membuat buk anna semangin menangis ter isak isak buk anna mengusap kening viza yang terasa sangat panas kemudian buk anna pun inisiatif mengambil air kompresan dan di letak kan di kening viza.
" badan kamu panas sekali sayang" seraya menempelkan kompresan di kening viza kemuadian viza terbangun dan langsung memeluk buk anna dan tangis pun pecah
"Ibuk aku ingin pulang buk" berkata dalam pelukan buk anna
"Ibuk mau ngantar kamu pulang nak, tapi apa kamu yakin, kalo menurut ibuk kamu kabari aja ibu kamu di kampung agar mereka tidak cemas memikirkan mu" saran buk anna dan buk anna pun menyuruh viza untuk kembali istirahat dan tak lama viza pun kembali tertidur tanpa di sadari suami buk anna pun telah lama berdiri di depan pintu kamar tersebut dan buk anna pun melihat suaminya dan mengikuti suami nya keluar sesampai nya di luar buk anna menceritakan semua kejadian tersebut dengan rasa tak terima pak abbas langsung mengusut kejadian tersebut
" klo seperti ini buk kita gak bisa membiarkan ini sudah tindakan kriminal buk" ujar pak abbas
*
Sementara toni dan loli sibuk mencari tau kemana viza lari toni yang berteriak hingga memarahi loli karena tidak becus menjaga sehingga viza kabur dari tempat tinggal tersebut.
"Dasar gak bisa di andalin lu tau gak, jaga anak itu aja gak becus lu" teriak toni
" lu jangan cuman bisa nyalahin gue kan lu sendiri yang ngajak gue mana gue tau kalo di akan kabur, lu jangan egois gitu dong" balas loli namun toni tak terima dengan ucapan loli toni mendorong nya sehingga terjatuh dan berlalu meninggal kan loli
"Dasar cowok gila, kalo gue tau jadi gini gue gak bakal mau bantuin lu" teriaknya, loli membanting pintu kamar tersebut dengan sangat keras.
Toni menyusuri seluruh jalan yang berada di sekitar rumahnya tersebut dan sesekali menanyai kepada orang orang yang berada di sekitar tersebut namun mereka hanya diam tanpa menjawab pertanyaannya dengan rasa kesal toni menendang sebuah botol di depannya.
"Masih beraninya lu kabur dari gue, gue gak bakal diam za kalo gue ketemu habis lu " gumamnya. Karna tak menemukan petunjuk apapun toni kembali ke rumah nya dan sesampainya di rumah dia melihat loli dengan asyik nya memain kan ponsel genggamnya kemudian toni melemparkan sebuah sendal kepada loli dan mengenai kepala loli.