Viza

Viza
Eps 43



Pagi yang cerah menyambut dengan cahaya matahari yang memasuki dari celah jendela kamar sehingga membuat Viza dan loli terbangun karna silaunya. Kepala yang masih agak terasa pusing membuatnya tak seperti biasa yang biasanya pagi hari ceria sekarang berubah menjadi agak lesu, karna menyadari loli tak membiarkan Viza untuk bangun dari tempat tidur, loli berjalan menuju dapur untuk mengambilkan Viza sarapan


"Pagi buk" ucap loli


"Pagi sayang... Vizanya mana?"


"Viza masih pusing buk jadi aku bawain sarapan aja ke kamar" jelas loli seraya mengambil sarapan kemudian loli kembaki ke kamar dan menyuapi Viza.


Selagi asik menyuapinya Viza kemudian membuka pembicaraan mengenainya tentang mencari pekerjaan


"Lol kita jadi kan cari kerjaan?? Gak mungkin kan kita gini terus apalagi udah lama banget kita gak ngabarin orang tua kita" ucap viza seraya sarapan yang berada di dalam mulutnya


"Ya jadi lah za, gue juga mikir kayak gitu masalah kita di sini udah terpuruk banget, gak mungkin juga kita berlarut terus dalam masalah ini, kalo lama lama di diamin orang tua kita pasti cemas za apalagi kita gak ada saudara di sini" jawab loli dengan nada bicara yang sangat serius


"Yang sekarang lu jangan mikir yang lain lain dulu fokusin aja sama kesembuhan lu, tentang masalah cari kerja ntar kita mikirin sama sama" sambungnya


Tanpa sengaja buk anna mendengar pembicaraan mereka itu membuatnya merasa sedih karna mengingat kemalangan yang menimpa mereka namun buk anna tak ingin mengganggu mereka dan buk anna pun berlalu pergi.


Akhirnya viza pun selesai sarapan karna merasa gelisah kemudian Viza keluar berjemur untuk menikmati matahari pagi dan kemudian di sambut dengan kedatangan andra karna sudah berjanji untuk menemui Viza di sana Viza terlihat sangat bahagia melihat ketampanan andra yang sangat gagah mengendarai sepeda motornya menuju depan rumah Viza


"Cepat banget nyampenya? Masih pagi loh" tanya viza dengan wajah yang menahan rasa bahagianya itu


"Gak boleh? Ya udah aku balik lagi aja" jawab andra yang berhenti tepat di hadapan Viza


"Ih jangan jangan udah nyampe juga, baperan banget " ucap viza menahan andra untuk tetap berada di dekatnya.


Kemudian tiba tiba loli muncul di depan pintu dengan tatapan sinis kepada andra dan bejalan dengan langkah yang kecil seraya menatapi andra


"Kenapa lu? " tanya andra yang membalas dengan tatapan sinis


"Pagi pagi udah ke sini aja bawa apa lu? Hah?" ucap loli mendekatinya karna dia melihat kantong kresek yang berisikan cemilan yang di bawa andra


"Ini bukan buat lu, tapi buat orang yang lagi sakit" jawab andra tiba tiba memberikannya kepada Viza namun dengan sigapnya tangan loli mengambil cemilan tersebut dan berlari menuju dalam rumah


"Udah ini buat gue aja, vizanya gak boleh makan yang kayak ginian" tanpa menghiraukan mereka loli berlalu meninggalkan mereka berdua


"Awas aja lu" ucap andra yang merasa kesal


Viza tertawa terbahak bahak melihat kelakuan temannya, melihat viza yang sangat bahagia membuat andra terpana menatap ke wajah cantik Viza


"Kok ngeliat nya gitu amat" ucap viza yang menyadari tatapan andra kepadanya karna merasa malu Viza mengalihkan pembicaraannya dan menyuruh andra untuk turun dari motornya dan duduk di kursi yang berada di teras rumahnya kemudian buk anna keluar dari dalam rumah dan melihat andra yang duduk di luar bersama Viza


"Eh nak andra udah di sini" ucap buk anna dengan senyuman dan kemudian andra mendekati buk anna untuk bersalaman.


Tiba tiba loli keluar dengan membawa minuman untuk andra tapi masih dengan tatapan sinis terhadap lawannya.


"Wiih peka juga lu kalo gue ini tamu" ucap andra


"Huh" loli mengalihkan pandangannya dan pergi meninggalkannya


"Ya ampun kayak anak kecil ada deh"ucap Viza melihat mereka tak bisa akur


"Yaudah diminum minumannya nak, ibuk ke dalam dulu"ucap buk anna berlalu meninggalkan mereka.


"Oh iya kamu kemaren kanapa masuk rumah sakit? Kamu belum cerita loh" tanya anda dengan rasa penasaran Viza yang tak ingin jujur kepada andra berusaha menutupi permasalan yang terjadi kepadanya


"Hmm aku cuman pingsan biasa kok ndra, itu asam lambung aku kumat jadi itu aku masuk rumah sakit" jelas viza dengan perkataanya yang tak ingin jujur


"Lain kali kamu jangan telat makan lagi, kamu itu harus peduli sama kesehatan kamu" ucap andra


Setelah sekian lama mengobrol andra yg penasaran dengan kehidupan pribadi Viza kemudian andra memberanikan diri untuk menanyakan kepada Viza walau itu di anggapnya agak lancang


"Hmm aku boleh nanya sesuatu gak sama kamu?" tanya andra


"Tanya apa, tumben banget serius gitu nanya nya?? Jawab viza tertawa melihat ekspresi wajah andra


"Kamu itu anak kandungnya buk anna ya? Trus loli itu kenapa kita bilang teman? Kan serumah?" tanya andra dengan suara pelan


"Gini buk anna itu bukan ibu kandung aku, tapi udah kayak ibu kandung buat aku, dan loli teman aku dari kampung trus sama sama tinggal disini"jelas Viza


"Lah kok gitu aku gak ngerti maksud kamu"


"Kalo aku ceritain mungkin butuh waktu tujuh hari tujuh malam " jawab viza


"Lebay banget kamu za" ucap andra mencubit hidung Viza


Karna pesaran yang tak bisa di pendamnya andra kembali meminta penjelasan kepada Viza


"Aku serius loh za cuman d h kamu jelasin s kali lagi sama aku" ucap andra


"Ok gini dengar baik baik" jawabnya


"Aku tu kesini cerita merantau, awalnya aku tu di ajak sama sahabat aku dari bangju sekolah dan aku tu di tawarin pekerjaan ya aku percaya dong karna sahabat sendiri yang ngomong dan aku mau karna aku tau keadaan orang tua ku bukan orang kaya" sambungnya


"Trus sahabat kamu?"


"Trus sampenya di sini aku malah di tipu, aku pernah di sekap, dan barang barang aku di ambil sama dia, ceritanya aku kabur dari dia trus aku di selamatin sama suaminya buk anna dan akhirnya aku tinggal disini" jelasnya


"Sahabat macam apa tu dia, emang gak punya hati tu emang siapa orangnya bilang sama aku za, aku gak terima kalo kamu di giniin " ucap andra yang emosi mendengar cerita Viza


Kemudian tiba tiba ponsel genggam andra berdering


"Tuutt tuttt


"Ha apaan??


"Lu dimana?? Cepat pulang anterin gue bentar " ucap toni


Mendengar perkataan toni yang terdengar penting andra menghentikan obrolan nya dengan Viza karna dia harus pulang untuk mengantarkan teman nya,


"Maaf za kita sambung besok lagi ya, soalnya aku ada perlu bentar nih, cepat sembuh ya aku pulang dulu" jelas andra berdiri pelan seraya mengelus rambut Viza


"yaudah hati hatidi jalan ya" jawabnya dan andra berlalu meninggalkan Viza


Keadaan Viza yang masih kurang sehat Viza kembali masuk ke kamarnya dengan langkah kecil.